Jakarta, – Temporatur.com || Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto resmi dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir ke-49. Prosesi penyematan Baret Ungu Kehormatan Korps Marinir, brevet Intai Para Amfibi, serta brevet Penanggulangan Teror Aspek Laut dilakukan langsung oleh Pangkormar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi di Lapangan Upacara Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (17/11). Pengukuhan tersebut berlangsung dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-80 Korps Marinir, di mana Panglima TNI bertindak sebagai Inspektur Upacara. Momen ini menjadi bentuk penghargaan Korps Marinir kepada Panglima TNI atas perhatian, dedikasi, serta dukungannya dalam pembangunan kekuatan dan profesionalisme prajurit Marinir. SelanjutnyaPilkades Sukamulya jilid 2. 2026. Sosok Desi Kurniati Malik SH. Mencuat Untuk Perubahan Warga SetempatDalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada prajurit Korps Marinir yang selama ini menunjukkan dedikasi, ketangguhan, dan loyalitas tinggi dalam menjaga kedaulatan bangsa. “Suatu kebanggaan bagi saya, bisa hadir bersama para prajurit petarung Korps Marinir yang tangguh, […]
KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Suap Proyek Bekasi?
Berita Terbaru
Kategori: Hukum
Sang Bapak Veteran Itu Bernama Letnan Jenderal TNI H. M Sarbini
Sejarah, – Temporatur.com || Letnan Jenderal TNI (Anumerta) H. M. Sarbini adalah sosok militer tangguh yang namanya abadi dalam sejarah perjuangan bangsa. Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, ia dikenal bukan hanya sebagai pejuang garis depan dalam mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga sebagai Bapak Veteran Indonesia gelar kehormatan yang melekat karena dedikasinya dalam memperjuangkan nasib para pejuang tanah air. Semasa karier militernya dimulai saat masa pendudukan Jepang. M. Sarbini menempuh pendidikan opsir PETA (Pembela Tanah Air) di Bogor antara tahun 1942 hingga 1945, dan setelah lulus, ia menjabat sebagai Chudanco Saidan II PETA di Gombong, Kebumen. Namun, ketika Jepang kalah dan PETA dibubarkan, Sarbini tak tinggal diam. Ia segera pulang ke kampung halamannya dan membentuk Barisan Keamanan Rakyat (BKR) cabang Kebumen pada September 1945, di mana ia dipercaya sebagai ketuanya. SelanjutnyaPilkades Sukamulya jilid 2. 2026. Sosok Desi Kurniati Malik SH. Mencuat Untuk Perubahan Warga SetempatKetegasan dan kepemimpinannya segera menarik perhatian. Panglima Besar […]
PANGLIMA GAYO YANG GUGUR DENGAN GRANAT DIMULUT SERTA DILINDAS TANK BELANDA‼️
Sejarah, – Temporatur.com || Misteri Kesaktian Pejuang Gayo bukanlah Isapan jempol belaka. Pahlawan Tanah Karo yang GUGUR tragis dengan Granat Dimasukkan ke Mulut. Kabar duka sekaligus heroik menyelimuti perjuangan kemerdekaan. Seorang pejuang legendaris dari dataran tinggi Gayo, Aman Dimot (Abu Bakar), yang dikenal memiliki kekebalan luar biasa terhadap tembakan peluru dan sabetan pedang, dilaporkan telah gugur secara mengenaskan setelah pertempuran tak seimbang di Rajamerahe, Karo, Sumatera Utara. SelanjutnyaPilkades Sukamulya jilid 2. 2026. Sosok Desi Kurniati Malik SH. Mencuat Untuk Perubahan Warga SetempatTerrcatat, tragedi ini terjadi pada hari Sabtu, 30 Juli 1949, yang menjadi catatan kelam atas tragedi kemanusiaan yang dilakukan tentara Kolonial Belanda yang frustrasi menghadapi kesaktian Panglima rakyat ini. Berikut adalah kronologi detik-detik heroik Panglima Aman Dimot hingga gugur sebagai pahlawan bangsa: Pengintaian Maut (30 Juli 1949) SelanjutnyaKepala cabang leasing SMS Jaktim terkesan menghindar dugaan penarikan kendaraan secara sepihak tanpa putusan pengadilanPasukan gabungan Barisan Gurilla Rakyat (Bagura) dan […]
Koperasi Merah Putih Bandung Dorong Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan Anggota
Temporatur. Com Bandung, 13 November 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput, Koperasi Merah Putih Bandung bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Bandung menjalin kerja sama strategis dengan Bandung Utama dalam penyelenggaraan program perlindungan sosial bagi para pekerja sektor informal dan anggota koperasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari arahan Wali Kota Bandung yang menekankan pentingnya koperasi sebagai nahkoda ekonomi kerakyatan, dengan memastikan setiap pekerja dan anggota koperasi memperoleh jaminan perlindungan sosial dan ekonomi. Menurut perwakilan Koperasi Merah Putih, seluruh anggota koperasi akan didorong untuk mengikuti program perlindungan dasar dengan iuran terjangkau mulai dari Rp16.800 per bulan. Iuran ini mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian, sehingga mampu memberikan rasa aman bagi pekerja di berbagai bidang. “Kami ingin para anggota, terutama pelaku ekonomi kecil seperti ojek, pedagang bakso, hingga pelaku usaha rumahan, terlindungi secara sosial dan ekonomi. Bukan hanya […]
Hutan Adat, Jati Diri Purbatua: Bupati Taput Dorong Pengakuan dan Perlindungan Hukum Nasional
Taput – Temporatur.com |Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., didampingi Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, menghadiri Pesta Syukuran Masyarakat Hukum Adat (MHA) dan Rapot Godang Kecamatan Purbatua yang berlangsung meriah di Pasar Onan Buntul, Purbatua, Jumat (7/11). Turut hadir anggota DPRD Tapanuli Utara Jufri Sitompul dan Oki Sibarani, Asisten Pemerintahan dan Kesra, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta masyarakat dan perantau asal Purbatua yang turut memeriahkan acara. Dalam sambutannya, Bupati Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada masyarakat adat Janji Angkola dan Lumbantoruan, serta kepada Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Tim 33 yang telah berjuang tanpa lelah memperjuangkan pengakuan hutan adat. “Kita masih harus melangkah ke kementerian agar kepemilikan hutan adat ini diakui secara hukum nasional. Pemerintah Kabupaten akan menindaklanjutinya melalui rapat bersama dinas teknis dan para pemangku kepentingan. Saya yakin akan ada […]
Ketua Umum PPDI: Tindakan Main Hakim Sendiri terhadap Anak Disabilitas di Karawang Tak Bisa Dibenarkan
KARAWANG – Temporatur.com Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang mengalami disabilitas mental asal Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengalami luka serius hingga koma setelah dikepung dan dihakimi massa di Dusun Ondang 1, RT 006 RW 003, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, pada Selasa malam (4/11). Korban tiba di Unit Gawat Darurat RSUD Karawang pada pukul 04.00 dini hari Rabu (5/11) dengan kondisi luka berat, khususnya di bagian kepala. Pihak dinas sosial setempat mendapatkan laporan keberadaan korban dan langsung menangani. “Terlepas dari dia maling atau tidak, dia adalah anak disabilitas mental. Kenapa harus dihakimi sampai separah itu?” kata Asep Riyadi, Pekerja Sosial Ahli Pertama dari Dinas Sosial Kabupaten Karawang. Menurut Asep, korban merupakan anak yatim piatu yang hingga kini diasuh oleh ibu dan kakak angkat. Ia juga menjelaskan bahwa tahun lalu pernah mengevakuasi anak itu di Pasar Cikampek ketika ditemukan berjalan tanpa busana, kemudian dibawa ke rumah singgah sebelum dibawa ke […]
Luka Sebuah Bangsa yang Lahir Dari Abu Kekerasan Dan harapan Kemerdekaan
Sejarah, – Temporatur.com || Kiisah nyata dari sebuah bangsa yang lahir dari kekerasan dan harapan. Ketika Suara Menjadi Dosa: SelanjutnyaPilkades Sukamulya jilid 2. 2026. Sosok Desi Kurniati Malik SH. Mencuat Untuk Perubahan Warga SetempatTimor Timur, 1999. Di sebuah tanah yang lama ditundukkan oleh perang dan pendudukan, rakyat kecil akhirnya diberi kesempatan untuk berbicara, namun untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka boleh menentukan nasib sendiri, tetap bersama Indonesia, atau menjadi negara merdeka. Namun di balik senyum gembira di bilik suara, ada ketakutan yang bersembunyi. Karena mereka tahu suara bisa dibalas dengan peluru. Dan benar saja, beberapa hari setelah tinta di jari mengering, tanah ini kembali merah oleh darah. SelanjutnyaKepala cabang leasing SMS Jaktim terkesan menghindar dugaan penarikan kendaraan secara sepihak tanpa putusan pengadilanAkar Luka yang Panjang (1975–1998) Timor Timur dijajah Portugis selama berabad-abad. Tahun 1975, ketika Portugal mundur, terjadi kekosongan kekuasaan, kemudian Indonesia masuk, dengan alasan mencegah komunisme dan sejak saat […]
























