Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Terima Senjata Api dari Warga Perbatasan Secara Sukarela

Inbate – Temporatur.com || Upaya mempererat hubungan dengan masyarakat serta meningkatkan keamanan wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Pos Nino menerima penyerahan senjata api jenis pistol rakitan beserta munisi dari warga perbatasan, Desa Inbate, Kec. Bikomi Nilulat. Kab. TTU (Timor Tengah Utara). Penyerahan ini dilakukan secara sukarela oleh Bapak RF (52 Th) sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Satgas yang terus mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan komunikasi sosial dalam setiap pelaksanaan tugas, “ujar Komandan Pos Nino Lettu Arh Septo melalui pesan singkat whatsapp kepada awak redaksi Temporatur.com, Selasa (09/12). SelanjutnyaGudang Tembakau PT Sadhana Arifnusa Bondowoso Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp300 JutaLebih lanjut, Danpos Nino, Lettu Arh Septo memberikan apresiasi kepada warga yang memiliki kesadaran dan itikad baik untuk menyerahkan senjata tersebut. “Langkah ini menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah perbatasan, ” sambung Septo. “Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor […]

Hukum

3.000 Butir Obat Terlarang di Cikarang Utara Dibongkar Aktivis Anti Narkoba, FORTAL, LSM GANAS dan Angel Visions

3.000 Butir Obat Terlarang di Cikarang Utara Dibongkar Aktivis Anti Narkoba, FORTAL, LSM GANAS dan Angel Visions. Penemuan ini merupakan hasil kerja sama antara berbagai organisasi yang berkomitmen untuk memerangi peredaran obat terlarang di wilayah tersebut. Aktivis-aktivis ini melakukan penyelidikan yang mendalam dan berhasil mengungkap jaringan distribusi yang mengancam masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya obat terlarang dan pentingnya penegakan hukum yang lebih tegas.

Menolak Lupa, Pemberontakan DI Indonesia: Di Ujung Kiri PKI Di Ujung Kanan DI/TII

Sejarah, – Temporatur.com || Pada Kutub peristiwa pemberontakan yang lain, terkait Peristiwa 30 September 1965 –maupun Peristiwa Madiun 1948– yang melibatkan nama Partai Komunis Indonesia (PKI), pun diperlukan cara memandang yang selain cermat juga bijak. Terutama mengenai dimensi kekerasan dan kejahatan kemanusiaan dalam skala besar-besaran yang terjadi dalam peristiwa, serta, siapa saja para pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut sesungguhnya. Bingkai dasar cara memandangnya pun haruslah kebenaran sepenuhnya dengan sebanyak-banyaknya keadilan. Di wilayah abu-abu, bukan hitam-putih. Bila diperbandingkan, Peristiwa 30 September 1965 lebih complicated daripada rangkaian pemberontakan DI/TII yang lebih hitam putih. Proses penyelesaian DI/TII lebih tuntas, baik secara politis, militer maupun secara hukum. Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan selesai akhir 1959 dengan tertangkapnya Ibnu Hadjar. Hampir 3 tahun setelahnya, masalah DI/TII di Jawa Barat diakhiri dengan tertangkapnya SM Kartosoewirjo 4 Juni 1962 melalui Operasi Pagar Betis yang dilancarkan Divisi Siliwangi bersama rakyat. Kemudian, SM Kartosoewirjo diadili Mahkamah Militer dan dijatuhi hukuman […]

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.