Manipulasi “Satu Klik” Berujung Nestapa, 700 Warga Terjerat Investasi Bodong!

Manipulasi “Satu Klik” Berujung Nestapa, 700 Warga Terjerat Investasi Bodong!
Dok.Temporatur.com

Manipulasi “Satu Klik” Berujung Nestapa, 700 Warga Terjerat Investasi Bodong!

TANGERANG – Temporatur. com

Wajah asli aplikasi Snapboost akhirnya terkelupas. Kedok ekonomi kreatif yang dijajakannya kini berganti rupa menjadi mimpi buruk bagi sedikitnya 700 korban.

Bukan untung yang didapat, uang senilai lebih dari Rp2 miliar raib dalam skema yang diduga kuat sebagai praktik Ponzi murni.

Aplikasi ini tidak lagi sekadar mengalami “gangguan sistem”, melainkan telah melakukan pengkhianatan finansial massal.

Modusnya klasik namun mematikan menjerat korban dengan tugas konyol hanya klik like media sosial sambil menjanjikan bunga tak masuk akal sebesar 1,8% per hari.

Bacaan Lainnya

*Pendidikan Jadi Kedok, Siswa Jadi Sasaran*

Yang paling menyulut amarah adalah keberanian pihak Snapboost menyusup ke institusi pendidikan. Dengan narasi “edukasi ekonomi digital”, mereka diduga meracuni pemikiran para pelajar dan akademisi di Banten.

“Awalnya manis, tapi sekarang saldo terkunci total. Ada yang setor Rp500 ribu sampai Rp174 juta,” ungkap Agnes Loupati, salah satu korban yang vokal bersuara, Sabtu 18/4.

Ironisnya, dana yang macet ini banyak berasal dari uang sekolah dan tabungan masa depan para siswa.

Ciri-Ciri “Predator”Finansial Snapboost:

Tanpa Legalitas

Beroperasi liar tanpa restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Skema Piramida:

Keuntungan bukan dari bisnis riil, melainkan dari “darah” anggota baru yang bergabung.

Janji Palsu:

Profit harian tetap yang secara logika finansial tidak mungkin terjadi di bisnis legal manapun.

Menuju Jalur Hukum Polda Metro Jaya Menanti

Sabar ada batasnya. Merasa dipermainkan, para korban kini menggalang kekuatan untuk menyeret dalang di balik Snapboost ke Polda Metro Jaya pekan depan.

Para korban investasi Bodong akan meminta peneggak hukum untuk melacak aliran dana dan penjarakan para promotor yang memperkaya diri di atas penderitaan orang lain.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi warga Tangerang dan sekitarnya. Jangan lagi tertipu oleh “investasi satu klik” jika tidak ingin hidup Anda berantakan dalam sekejap.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *