Sumatera Utara, – Temporatur.com || Dewan pimpinan Daerah ((DPD) Gerakan rakyat (GR) kota Gunungsitoli merayakan ulang tahun pertamanya pada Jumat (27/2/2026), dengan di hadiri seluruh pengurus DPD dan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari enam kecamatan di kota Gunungsitoli. Acara yang digelar sejak pukul 08.00 WIB di kantor sekretariat DPD GR kota Gunungsitoli ini dimulai dengan pemasangan umbul-umbul bendera oleh seluruh anggota di area kantor, menandai lahirnya organisasi baru ini. kegiatan ini dilanjutkan dengan penanaman pohon kelapa sebagai simbol awal dan harapan agar Gerakan Rakyat dapat tumbuh serta memberi manfaat positif bagi masyarakat. SelanjutnyaPolisi Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilo di Tangerang-TangselDewan pakar DPD GR kota Gunungsitoli, Armin Telaumbanua, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pengurus dan anggota, “dengan lahirnya Gerakan rakyat di kota Gunungsitoli, mari kita bersatu, menyemarakkan kegiatan ini, dan menjadikannya contoh teladan program ke depan di tengah masyarakat, khususnya di kepulauan Nias kota Gunungsitoli,” ujar Armin. Sementara itu, ketua […]
Kategori: Budaya
Egalitarianisme dalam Perayaan Tumpek Uye : Saat Kasih Sayang Bukan Hanya Milik Manusia
Keterangan: Pande K. Trimayuni [dok:pribadi] JAKARTA (07/02) – Tanggal 7 Februari 2026 umat Hindu Bali merayakan Hari Raya Tumpek Uye/Tumpek Kandang, “Valentine’s Day” untuk hewan piaraan dengan membuatkan banten selamatan. SelanjutnyaPolisi Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilo di Tangerang-TangselIni merupakan tradisi warisan leluhur yang masih tetap lestari sampai sekarang. Mereka sadar, manusia hidup di dunia mesti harmonis dengan makhluk-makhluk lain sesuai konsep Tri Hita Karana. Hewan juga bisa memberi dan menerima kasih sayang. Jalani ahimsa dengan tidak menyakiti sesama makhluk. Praktik ini menantang pandangan antroposentris dimana seakan-akan hanya manusia yang mengerti tentang kasih sayang. Binatang dan tumbuhan dianggap sebagai pelengkap sehingga bisa diperlakukan sewenang-wenang. Padahal hewan punya atman seperti manusia. SelanjutnyaAda Apa dengan Kasus Tersangka DLH Bekasi? Usai Surati BPPHLHK, TRIGA Nusantara Siap Bawa Persoalan ke Kejagung dan KPKAtman bersifat kekal, suci dan sempurna yang bersumber dari Paratman (Tuhan Yang Maha Esa). Jadi, hewan juga adalah percikan suci dari Tuhan Yang […]
SMP ISLAM AL-AZHAR 38 WONOSARI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA – SENAM SEHAT ALA INDONESIA HEBAT
Temporatur – Sekolah SMP Islam Al-Azhar 38 Wonosari “yang Menggerakkan Tubuh, Pikiran, dan Hati – Daerah Istimewa Yogyakarta (6/1/2026) Assalamualaikum Wr.Wb. SelanjutnyaPolisi Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilo di Tangerang-TangselUntuk semua pembaca media platfform digital siber online ditingkat mata publik, gak mudah baper – gak mudah kesel – apalagi nyebelin deh . . . ini inspiratif baru saja tentrem hati LAN perbuatan telah masuk 1 hari diwaktu lalu, menawi amargo sang kekasih terhatur liwijeng sehat wal’afiat kabbeh seduluran, sarumpun, sekerabat jadi akrab satu dengan yang lainnya. SelanjutnyaAda Apa dengan Kasus Tersangka DLH Bekasi? Usai Surati BPPHLHK, TRIGA Nusantara Siap Bawa Persoalan ke Kejagung dan KPKDi SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari, belajar bukan sekadar duduk dan menghafal. selain itu skill mutu SDM Pendidik menjadi ketertarikan masyarakat umum ditapak tilas jejak kaki neh’ pada bumi Allah SWT ini. SelanjutnyaRaih Juara Kecamatan, Aqila Destiani Berlaga di Ajang Talenta Pentas PAI GarutPeninjauan kami belum […]
SPIL ON THE SKUY MUDA – MUDI BERKREASI DALAM KARYA “Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober”
Temporatur | Jakarta – Selamat Hari Sumpah Pemuda “SPIL ON THE SKUY MUDA – MUDI BERKREASI DALAM KARYA KALIMAT MAJEMUK” Sangat mengedukasi mendasar dari untaian berbagai tingkat sastra yang umum di aspek kehidupan insan(28/10/2025) inilah suatu predikat lebih mengambil muda-mudi zaman sekarang gak jauh dari booring’, atau badmood yang terbuat dikemas s.d terkesan itu-itu aja kali dikalangan anak modern. SelanjutnyaPolisi Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilo di Tangerang-Tangselada satu bagian / berporos menciptakan alam kehidupan ini termahsyur sampai merepih disetiap langkah butuh hidup – dan tanpa mematikan kehidupan di faedah masing-masing memusatkan segala pemikiran talent” tumbuh di bekal kedepan. suasana alam semesta semakin lama semakin keropos aus ditinggal, dari sifat feodalisme hingga super star didaerah berkembang se-sampai pembelajaran itu di bentuk. sedemikian rupa, yang terpnting tidak memakan dari hal-hal “tidak berjuang”. SelanjutnyaAda Apa dengan Kasus Tersangka DLH Bekasi? Usai Surati BPPHLHK, TRIGA Nusantara Siap Bawa Persoalan ke Kejagung dan KPKperjuangan nilai rakyat […]
Selamat Hari Guru Sedunia – Jasa Tiada Tara
Temporatur – Puisi Untuk Rakyat Beraka’at, Dunia yang mungkin akan mengakhiri atau kita semua dapat kembali dalam dunia ini tertimbun di sisi kehadiran saat-saat meluput – mengisi bangku” itu terisi oleh adanya diri bertempat oleh siswa/i.(6/10/2025) suatu kedalaman selalu memancarkan sebuah kiasan disetiap phase penuntun dari nilai mengawali sesampai menyajikan suji diluput pagi. SelanjutnyaPolisi Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilo di Tangerang-Tangselsalam hymne’ guru sedunia di presentasi di tabligh tak tergerus dari kecintaan para malaikat-malaikat malam nya. inilah pupuk – tampik satu pasti tumbuh beribu-ribu maksud terjaga di keindahan alam semestanya. SelanjutnyaAda Apa dengan Kasus Tersangka DLH Bekasi? Usai Surati BPPHLHK, TRIGA Nusantara Siap Bawa Persoalan ke Kejagung dan KPKUntuk Rakyat : Penantian yang lelah, mungkin belum terbayarkan dari sebuah tirakat dalam kehausan – keletihan lapar bersembah untuk melupakan>> SelanjutnyaDiduga Tabrak Aturan, Kepsek SMPN 2 Sukawangi Berdalih Hanya Simpatisan Karena Teman Sekolahkini kehidupan dapati cara berpikir, cara melatih, sampai hati pun […]
Asmara Terlarang Nyi Ageng Serang, Dari Keraton ke Medan Perang
Sejarah, – Temporatur.com || Awal Kehidupan, Benih Pejuang dari Tanah Serang. Sekitar tahun 1752, di sebuah desa kecil bernama Serang (kini masuk wilayah Sragen, Jawa Tengah), lahirlah seorang bayi perempuan yang kelak namanya harum dalam sejarah Nusantara. Ia diberi nama Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi. Ayahnya, Pangeran Notodiningrat, adalah seorang adipati sekaligus keturunan langsung Sunan Kalijaga, seorang wali besar penyebar Islam di Jawa. Dari garis darah ibunya pun mengalir darah bangsawan Mataram. Sejak lahir, ia membawa dua warisan: darah ulama dan darah pejuang. SelanjutnyaPolisi Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilo di Tangerang-TangselMasa kecilnya tidak pernah biasa. Di saat anak perempuan lain sibuk dengan tari-tarian keraton atau menumbuk padi, Retno Edi kecil sudah terbiasa melihat peta jalur perang dan menyaksikan prajurit desa berlatih. Dari kakek buyutnya, Ki Ageng Serang, ia mewarisi bakat kepemimpinan, kharisma, dan keberanian. Ia tumbuh menjadi gadis yang cerdas, berani, sekaligus anggun. Cinta Terlarang di Balik Tembok Keraton […]
Musuh Dunia Bukan Jin – Syaithon – Bahkan Iblis, 1/3 Malam Masih Terisi Oleh Manusia ?
Temporatur | Malam 1/3 Titik Kerinduan Poros Tungku Itu Tersulut “Mengeluarkan Makna Diri”, Sejarah Dua Roda Tinggal Bumbu Do’a (11/9/2025) Kreo demplon dijajarkan kerap meruput luput sujud bebaring sejenak membentangkan sejajar antara satu telapak dengan poros telapak jari menelungkup ke bumi dalam secerah asa memanggil puji asma-Nya. yang membentuk mata pun bersimpul meretas antara sedih atau bahagia itu memanggil di relung kehampaan kosong di malam bersimpuh memastikan ada-Nya. SelanjutnyaPolisi Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilo di Tangerang-Tangselzaman tak pernah salah, setetes air yang membasahi dikujuran tubuh selalu laliput mengucap “diri ini hadir untuk-Mu”, sesering dalam kalimat ketauhidan tak ada rendah atau tinggi nya derajat insan bila telah jatuh berserah kepada hadapan sejatii Nur Ilahiyah. jalan ke dua arah – pasti tertuju kepastian cukup mensyukuri satu arah pada poros nya “nilai diri itu meratapi ketika bujuran tubuh berserah ibadah memoles diri kepada-Nya”. SelanjutnyaAda Apa dengan Kasus Tersangka DLH Bekasi? Usai Surati BPPHLHK, TRIGA […]
Torehan Semua Menjadi Inspirasi Mendunia “Karya Seni Kreatif Bernilai, Mengeksplore Exsposisi Kebudayaan” Festival Pasca Penciptaan #2
Prosesi Karya Seni rutin tiap bulan pertama di Jurusan Kriya ISI Solo, kali ini berlangsung sore hari mulai jam 15.00-17.30 WIB. Diskusi tersebut kali ini menjadi bagian dari semaraknya acara Festival Pasca Penciptaan #2 yang dilaksanakan Program Pasca Sarjana ISI Solo bekerjasama dengan Kementterian Kebudayaan Indonesia. Dalam Diskusi tersebut dihadiri ratusan mahasiswa S1, S2 dan S3 ISI Solo, dosen dan para pemerhati seni dari Solo, Bali, dan Jogja.(10/9/2025)
Kemeriahan Hari Jadi Kota Kendal Ke-420 dan Karnaval HUT Kemerdekaan RI Ke-80 Pukau Ribuan Warga Boja dan Sekitarnya
Temporatur | BOJA, KENDAL — Ribuan warga tumpah ruah di jalanan Kecamatan Boja, Kendal, pada Minggu (31/8/2025) untuk memeriahkan karnaval akbar. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kendal ke-420 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Sejak pagi, antusiasme masyarakat sudah begitu terasa. Diiringi alunan musik energik dari grup GENIUS, kerumunan penonton memadati area start di Tampingan, Boja. Karnaval dibuka dengan iring-iringan mobil patroli, jip Forkopimca Boja, dan jajaran kepala desa se-Kecamatan Boja, menambah semarak pawai. SelanjutnyaPolisi Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilo di Tangerang-Tangsel Salah satu daya tarik utamanya adalah beragam pertunjukan seni dan kreativitas yang ditampilkan oleh berbagai komunitas serta sekolah. Penonton dimanjakan dengan penampilan memukau seperti Bakiak Mania, Opak Abang Boja, Warokan Singorojo, Sorengan Limbangan, dan Flashmob Seni Gerak Lestari (SEGER). Kreativitas unik dari para pelajar SMA juga berhasil mencuri perhatian dan mengundang decak kagum. SelanjutnyaAda Apa dengan Kasus Tersangka DLH Bekasi? Usai […]
Camat Jombang Apresiasi Kampung Jadul. Ekonomi Warga Bergairah, Tradisi Terjaga
JEMBER, – Temporatur.com || Suasana penuh nostalgia di gelaran Kampung Jadul Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jawa Timur berhasil menarik perhatian sang Bupati Nuryadi, S.STP. Meski di luar jam dinas, ia tetap meluangkan waktu datang langsung untuk menyaksikan bagaimana warga menghadirkan nuansa tempo dulu yang hangat dan penuh kenangan, Selasa (19/08). Dalam kunjungannya, Camat Nuryadi mengapresiasi kekompakan warga yang mampu menghidupkan kembali tradisi dan kearifan lokal. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga warisan budaya. “Kegiatan ini sangat unik, punya ciri khas tersendiri, dan layak ditampilkan sebagai objek wisata. Bahkan, ke depan bisa menjadi salah satu agenda wisata unggulan di Kabupaten Jember,” ujar Nuryadi, S.STP. SelanjutnyaPolisi Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilo di Tangerang-TangselYang membuat acara ini istimewa, lanjut Nuryadi, adalah konsistensinya menjaga keaslian budaya. Tidak ada sentuhan modern, penerangan tanpa listrik, makanan yang dijajakan sepenuhnya menu tradisional, tanpa hadirnya martabak atau […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.
























