Ground Breaking Jembatan Garuda dan Gentengisasi Kodim 0603/JB Dilaksankan di Kelurahan Kali Anyar

Temporatur.com Nasional, – Dalam rangka program Ground Breaking Jembatan Garuda dan Gentengisasi Kodim 0603/JB yang di canagkan Kodam Jaya kali ini dilaksanakan di RT. 004/007, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Giat kali ini dilaksanakan secara daring. “Komandan Korem 052/Wkr Brigjen Faisal Rizal S.I.P mengatakan, ” jangan menunggu waktu lagi, segera laksanakan kegiatan ini setelah vicom”. SelanjutnyaHarga BBM Nonsubsidi Meledak, Publik Tersentak: Kebijakan Mendadak Tuai Sorotan Tajam?” Cari terus titik jembatan yang bisa dibangun dan bermanfaat untuk kegiatan masyarakat, ” ujar Danrem 052/Wkr kepada awak media, Rabu (25/03). Dalam rangka kegiatan Ground Breaking Jembatan Garuda dan Gentengisasi Kodim 0503/JB turut pula dihadiri diantaranya, Komandan Kodim 053/JB, Komandan Rayon Militer 02/TB, Wakapolsek Tambora, Lurah Kali Anyar beserta jajaran serta warga masyarakat sekitar. SelanjutnyaHadiri Rakornas Kementan, Bupati Taput Usulkan Penguatan IrigasiTepat pukul 10:15 usai vicom dan pembagian sembako, kegiatan dilanjutkan proses pembangunan,” Dalam kegiatan ini, apabila pekerjaan lebih cepat selesai dari perkiraan […]

Inilah Sosok Jenderal TNI yang Berpeluang Jadi Komandan Pasukan di Gaza

JAKARTA — Temporatur.com || Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw berpeluang menjadi komandan pasukan di Gaza, Palestina. Sebagaimana dilaporkan KAN News, Indonesia akan menjadi negara pertama yang mengirim tentara ke Jalur Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). ISF akan menangani aspek-aspek pemeliharaan perdamaian di Gaza selama Fase II gencatan senjata yang dirancang Amerika Serikat (AS). Pasukan Indonesia kemungkinan tiba di Jalur Gaza dalam beberapa minggu, tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Washington untuk melaksanakan KTT Perdamaian untuk Kemakmuran bersama Presiden AS Donald Trump, 19 Februari 2026. Kembali lagi ke sosok Mayjen Arnold Aristoteles. Jenderal Kopassus kelahiran Ambon, Maluku lulusan Akmil 1991 ini merupakan teman satu angkatan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Saat ini, Arnold menjabat Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). SelanjutnyaHarga BBM Nonsubsidi Meledak, Publik Tersentak: Kebijakan Mendadak Tuai Sorotan Tajam?Diketahui, sebelum menduduki jabatan tersebut, Jenderal TNI bintang 2 itu menjabat Gubernur Akmil […]

Hantu Laut Di Teluk Jakarta

Jakarta, –  Temporatur.com || Sejarah dipesisir Utara Jakarta yang dikenal dengan “Palagan Cilincing dan Sumpah Setia BKR Laut”, hingga kini masih menggema. Di pesisir utara Jakarta, sekelompok pemuda dengan persenjataan seadanya menghadang kekuatan raksasa Sekutu. Tanpa dukungan kapal perang memadai, BKR Laut menuliskan babak awal sejarah bahari Indonesia dengan darah dan keberanian yang meluap. Matahari baru saja naik sepenggalah di ufuk timur Teluk Jakarta pada pertengahan September 1945. Suasana di pesisir Cilincing yang biasanya tenang oleh aktivitas nelayan, mendadak berubah mencekam. Di garis cakrawala, siluet kapal-kapal perang Sekutu pembawa pasukan British Indian Division mulai terlihat mengepung perairan. Di darat, kabar pendaratan itu sampai ke telinga para pemuda yang tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut. SelanjutnyaHarga BBM Nonsubsidi Meledak, Publik Tersentak: Kebijakan Mendadak Tuai Sorotan Tajam?Bagi para pelaut muda ini, proklamasi yang dibacakan sebulan sebelumnya bukan sekadar teks di atas kertas, melainkan mandat untuk menjaga setiap jengkal air. Di bawah […]

Peristiwa, Politik, TNI

Horor Dibalik Seruan “Bersiap!

Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hanya diwarnai dengan diplomasi meja bundar dan pekik merdeka, tetapi juga sebuah fase kelam yang dikenal sebagai “Zaman Bersiap”. Periode singkat namun penuh darah antara September hingga November 1945 ini menjadi trauma mendalam, khususnya bagi warga Belanda dan keturunan Indo-Eropa di tanah air.

Profil Singkat “Mas Pacul”  Suami Pertama Megawati yang Hilang Misterius?

Sejarah, Temporatur.com – Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso, seorang perwira TNI Angkatan Udara yang dikenal tampan, gagah, berambut jambul, dan akrab disapa “Pacul” oleh teman-temannya, mereka menikah tahun 1968 dan dikaruniai dua putra sebelum Surindro gugur dalam kecelakaan pesawat tahun 1970 di Biak. Surindro Supjarso lahir di Batavia pada tanggal 5 Juli 1943, ayahnya bernama dr. A. Dadi Djokrodipo. Mengikuti pendidikan umum sekolah rakyat dan SMP di Tanjung Karang Lampung, melanjutkan pendidikan di SMA bagian B Cikini Jakarta, lulus tahun 1962. Pada tahun 1963 menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Udara dan pada tahun 1967 lulus dari Akademi Angkatan Udara dan dilantik sebagai Letnan Dua Penerbang. Dinas pertamanya di Koops Halim Perdanakusuma, tahun 1968 ditempatkan sebagai anggota Skadron 42 Wing Ops 003 Lanud Iswahjudi dan menjadi penerbang pesawat TU-16 KS BADGER B. SelanjutnyaHarga BBM Nonsubsidi Meledak, Publik Tersentak: Kebijakan Mendadak Tuai Sorotan Tajam?Pesawat TU-16 KS BADGER B adalah pesawat pengebom dengan […]

Darah Pejuang dalam Keluarga Djojohadikusumo, Gugur Diusia 16

Sejarah, – Temporatur.com || Di balik semangat juang para pahlawan muda Republik, tersimpan kisah haru dari dua pemuda gagah berdarah bangsawan, Subianto Djojohadikusumo dan Sujono Djojohadikusumo dua paman dari Presiden RI Prabowo Subianto. Mereka gugur muda dalam pertempuran bersejarah di Lengkong, Serpong, di bawah komando Mayor Daan Mogot, sang pelatih militer legendaris Indonesia. Nama “Subianto” yang kini melekat pada sosok Prabowo bukanlah kebetulan. Nama itu diambil dari pamannya sendiri, Kapten Anumerta Subianto Djojohadikusumo, yang bersama sang adik, Taruna Sujono Djojohadikusumo, gugur mempertahankan kemerdekaan hanya beberapa bulan setelah Republik berdiri. SelanjutnyaHarga BBM Nonsubsidi Meledak, Publik Tersentak: Kebijakan Mendadak Tuai Sorotan Tajam?Keduanya adalah putra dari Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, yang juga seorang ekonom pejuang bangsa. Dalam darah keluarga ini mengalir semangat pengabdian pada tanah air sebuah tradisi luhur yang telah berakar sejak masa revolusi. Pertempuran ini terjadi pada 25 Januari 1946 di wilayah Lengkong, Tangerang Selatan. Saat itu, Mayor Elias Daan Mogot, […]

Nova Arianto Dapat Dukungan Penuh Persitara, Lintasan Untuk Meraih Piala Dunia U-17

Temporatur  | Jakarta – Stadion Tugu dibangun pada tahun 1987 di Jakarta Utara, di atas lahan rawa yang awalnya banyak terdapat ular. Stadion ini mengalami beberapa renovasi, termasuk rehabilitasi pada tahun 2006–2007 yang selesai 2008, renovasi tambahan pada tahun 2012, dan revitalisasi total yang dimulai pada tahun 2022 untuk menjadikannya lebih modern. Mengingat permainan sepakbola, menarik perbincangan mata dunia nasional dan internasional khususnya. SelanjutnyaHarga BBM Nonsubsidi Meledak, Publik Tersentak: Kebijakan Mendadak Tuai Sorotan Tajam?siapa yang belum kenal, dalam per/sepakbola-an dunia Indonesia kalau tidak kenal pemain-pemain cantik dibilangan bisik aksi keindahan pada lapangan rumput hijau ini. menilisik telusur stadion tugu adalah kebanggaan milik dari “Jakarta Utara, terbit di suasana pagi ini.tutupnya : Club Indonesia Muda (coach) SelanjutnyaHadiri Rakornas Kementan, Bupati Taput Usulkan Penguatan Irigasiberbincang sedikit di aplikasi dunia linkedin bersama coach – asal Sumatera tentunya, jadi buat tim redaksi niliki stadion ini diduduki dalam nama special edition; stadion laskar si Pitung […]

SPIL ON THE SKUY MUDA – MUDI BERKREASI DALAM KARYA “Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober”

Temporatur | Jakarta – Selamat Hari Sumpah Pemuda “SPIL ON THE SKUY MUDA – MUDI BERKREASI DALAM KARYA KALIMAT MAJEMUK” Sangat mengedukasi mendasar dari untaian berbagai tingkat sastra yang umum di aspek kehidupan insan(28/10/2025) inilah suatu predikat lebih mengambil muda-mudi zaman sekarang gak jauh dari booring’, atau badmood yang terbuat dikemas s.d terkesan itu-itu aja kali dikalangan anak modern. SelanjutnyaHarga BBM Nonsubsidi Meledak, Publik Tersentak: Kebijakan Mendadak Tuai Sorotan Tajam?ada satu bagian / berporos menciptakan alam kehidupan ini termahsyur sampai merepih disetiap langkah butuh hidup – dan tanpa mematikan kehidupan di faedah masing-masing memusatkan segala pemikiran talent” tumbuh di bekal kedepan. suasana alam semesta semakin lama semakin keropos aus ditinggal, dari sifat feodalisme hingga super star didaerah berkembang se-sampai pembelajaran itu di bentuk. sedemikian rupa, yang terpnting tidak memakan dari hal-hal “tidak berjuang”. SelanjutnyaHadiri Rakornas Kementan, Bupati Taput Usulkan Penguatan Irigasiperjuangan nilai rakyat jelata, rakyat mengenalkan sebuah kejadian di situasi pengalaman […]