Opini, Nasional

Penyitaan Rp67 Miliar, Bukti Keseriusan Polri Menegakkan Hukum

Oleh: Riki Pratama : Konsultan Media dan Praktisi Pendidikan Keberhasilan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyita uang tunai senilai lebih dari Rp67 miliar dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi merupakan capaian yang layak diapresiasi. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Polri terus menjalankan fungsi penegakan hukum secara aktif dengan menindaklanjuti setiap dugaan tindak pidana berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Penyitaan aset dalam proses penyidikan bukan sekadar tindakan administratif. Lebih dari itu, penyitaan menjadi bagian penting dalam mengungkap konstruksi perkara, menelusuri aliran dana, mengamankan barang bukti, serta mendukung pembuktian secara komprehensif. Keberhasilan mengamankan aset bernilai besar mencerminkan keseriusan penyidik dalam bekerja secara sistematis dan terukur. Di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pemberantasan korupsi, langkah Polri ini menjadi sinyal bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada dugaan semata, tetapi harus ditindaklanjuti melalui penyidikan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Keberanian mengusut perkara yang menjadi perhatian publik juga menunjukkan komitmen Polri untuk bekerja tanpa pandang […]

Opini

Negri Tercinta: Jangan Sampai Ternoda

  Opini|| Mau dibawa kemana negri ini, hampir tiap hari demo dimana-mana, entah itu soal BBM naik, bahan pangan atau sembako yang semakin melonjak tinggi harganya, minta kenaikan gaji atau UMR,. Tapi semua itu seperti tak berujung, kita bisa mendengar dan melihat di setiap pemberitaan yang ada, hampir tiap kota di negri ini selalu ada demo, di dalam demo itu sendiri entah murni menyuarakan dan berjuang demi kemakmuran bersama entah ada kepentingan yang lain, hanya mereka lah yang tau. Yang jelas aktifitas di jalanan agak terganggu karna melubernya pendemo yang menyuarakan suara rakyat, tapi bagi mereka yang beraktifitas di jalanan, menhadi sangat melelahkan, akibat kemacetan dan panasnya teik matahari jiga di kejar waktu. Semoga negri ini serta penghuninya di berikan kesembuhan dari sakit yang entah apan nama dari penyakitnya, kita hanya bisa berdoa, karna sejak reformasi 98 sampai sekarang sepertinya semakin sulit bagi kelas bawah dalam mencari nafkah, yang di […]

Opini

Gulali Manis Tapi Lebih Manis Mulut Teman Yang Pandai Merangkai Kata Saja”

Surabaya.temporatur.com|| Opini– Gulali itu manis rasanya, tapi kalau kita terlalu banyak konsumsinya bikin gigi keropos. Begitu pula “teman yang manis mulutnya saja”. Di depan kata-katanya seindah taman seribu bunga dan manis bagai madu: “Kamu sangat hebat”, “Aku akan mendukungmu”, “saya selalu ada buat kamu”. Tapi kenyataanya hanya angka nol. Janji hanya tinggal janji, bantuan hanyalah dan cuma lewat chat “semangat ya”. Semua itu Tujuannya, bikin kamu nyaman dan lengah, maka dialah yang diuntungkan. Manis pada awalnya dan hambar di akhir. Sangat disayangkan, kita sering baru sadar setelah tenaga dan waktu kita habis untuk orang yang salah. Mulutnya sekotak cokelat,Manis pas kamu buka, Pahit pas kamu butuh. Berhati-hatilah sama orang yang pandai merangkai kata, Tapi buta dalam bertindak. Kau alunkan janji seperti lagu, Nadamu tinggi disaat aku tertawa. Tapi disaat badai datang melanda ,Suaramu hilang bagai tertelan angin semilir. Rupanya kau bukan teman yang setia Kau hanya penyanyi untuk panggungku yang […]

Opini

Hitam Putih: Teman Mendekat di Waktu Senang Saja

Temporatur.com||OPINI-Ada teman yang paling rajin muncul saat kita lagi di atas. Tawanya paling kencang dan tepuk tanganya paling keras, story-nya paling banyak. Tapi begitu kita terpuruk, notifikasi dari mereka hilang. Ternyata dia bukan teman, dia hanyalah penonton. Penonton yang cuma bayar tiket untuk hiburan, bukan untuk nemenin kita bangkit lagi. Mereka datang membawa sorak, pergi membawa sepi, di saat pesta kita akan di rajakan, di saat luka kita akan ditinggal sendirian, tapi kita harus berterimakasih pada mereka, karena kita dapat pelajaran dari mereka, Bahwa tidak semua yang ketawa bareng, pantas disebut saudara. Teman di waktu kita senang itu bagaikan payung kertas. Sangat Indah, penuh warna, serta bikin foto sangat bagus. Tapi waktu hujan deras datang, mereka yang pertama sobek dan bocor. Nggak bisa diandalkan lagi, tapi sayangnya kita baru menyadari setelah basah kuyup. Mending satu atau dua orang yang ada disaat dompet tipis, Daripada banyak orang yang muncul disaat kita […]

Opini

Pancasila: Kompas Kehidupan di Tengah Kekacauan Zaman

Pancasila: Kompas Kehidupan di Tengah Kekacauan Zaman Penulis: Irpan Kaperwil Kaltim Temporatur.com – Kaltim Setiap tanggal 1 Juni, kita kembali mengenang dan merayakan Hari Lahir Pancasila. Sebuah momen bersejarah ketika Ir. Soekarno menyampaikan gagasan agung tentang dasar negara yang menjadi payung bagi seluruh keberagaman bangsa Indonesia. Dulu, Pancasila lahir sebagai jawaban atas pertanyaan besar: “Apa yang akan menyatukan kita yang berbeda-beda ini?” Kini, di era yang jauh lebih maju namun justru sering dianggap “kacau balau”, pertanyaan itu kembali bergema dengan nada yang berbeda: “Apakah Pancasila masih relevan dan mampu menuntun kita keluar dari kekacauan ini?” Tidak dapat dipungkiri, pandangan bahwa negara atau bangsa ini sedang dalam kondisi yang tidak menentu, berantakan, atau kacau balau adalah pendapat yang cukup banyak beredar di masyarakat saat ini. Lihatlah sekeliling kita: arus informasi yang liar di media sosial penuh dengan ujaran kebencian, perselisihan antarkelompok yang makin tajam, budaya saling serang yang dianggap sebagai kebebasan […]

Opini, Berita

Blood Moon, Pertanda Untuk Timur Tengah ?

  Penulis: Pande K. Trimayuni Ketua FOKAL UI SelanjutnyaPesta Gotilon HKBP Parsaoran Jadi Momentum Pererat Sinergi Gereja dan PemerintahJAKARTA (01/03) – Kita akan menyaksikan bulan yang seperti berdarah-darah saat menengok langit tepatnya pada tanggal 3 Maret 2026. Fenomena ini disebut blood moon, atau gerhana bulan darah. Secara ilmu astronomi dapat diketahui mengapa ini terjadi, bahwa warna merah tersebut adalah karena atmosfer bumi membiaskan cahaya matahari dan meneruskan spektrum cahaya merah ke permukaan bulan saat terjadi gerhana bulan total. Menariknya, sejak masa peradaban tertua di dunia; Mesopotamia, Indus, Mesir, Inca sampai sekarang, blood moon dipercaya sebagian masyarakat sebagai isyarat akan terjadinya suatu peristiwa dahsyat atau “konfirmasi langit” atas suatu peristiwa penting yang baru saja terjadi. Bisa merupakan peristiwa lahir atau meninggalnya seorang tokoh besar, terjadinya suatu bencana luar biasa atau kejadian bersejarah lainnya. Fenomena blood moon juga tertera dalam kitab berbagai keyakinan dan agama di dunia. Masyarakat era Mesopotamia percaya bahwa […]

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.