Opini

Gulali Manis Tapi Lebih Manis Mulut Teman Yang Pandai Merangkai Kata Saja”

Surabaya.temporatur.com|| Opini– Gulali itu manis rasanya, tapi kalau kita terlalu banyak konsumsinya bikin gigi keropos. Begitu pula “teman yang manis mulutnya saja”. Di depan kata-katanya seindah taman seribu bunga dan manis bagai madu: “Kamu sangat hebat”, “Aku akan mendukungmu”, “saya selalu ada buat kamu”. Tapi kenyataanya hanya angka nol. Janji hanya tinggal janji, bantuan hanyalah dan cuma lewat chat “semangat ya”. Semua itu Tujuannya, bikin kamu nyaman dan lengah, maka dialah yang diuntungkan. Manis pada awalnya dan hambar di akhir. Sangat disayangkan, kita sering baru sadar setelah tenaga dan waktu kita habis untuk orang yang salah. SelanjutnyaSlogan ‘Maju Sejahtera’ di Tengah Sengkarut Darurat Korupsi Kabupaten BekasiMulutnya sekotak cokelat,Manis pas kamu buka, Pahit pas kamu butuh. Berhati-hatilah sama orang yang pandai merangkai kata, Tapi buta dalam bertindak. Kau alunkan janji seperti lagu, Nadamu tinggi disaat aku tertawa. Tapi disaat badai datang melanda ,Suaramu hilang bagai tertelan angin semilir. Rupanya kau bukan […]

Opini

Hitam Putih: Teman Mendekat di Waktu Senang Saja

Temporatur.com||OPINI-Ada teman yang paling rajin muncul saat kita lagi di atas. Tawanya paling kencang dan tepuk tanganya paling keras, story-nya paling banyak. Tapi begitu kita terpuruk, notifikasi dari mereka hilang. Ternyata dia bukan teman, dia hanyalah penonton. Penonton yang cuma bayar tiket untuk hiburan, bukan untuk nemenin kita bangkit lagi. Mereka datang membawa sorak, pergi membawa sepi, di saat pesta kita akan di rajakan, di saat luka kita akan ditinggal sendirian, tapi kita harus berterimakasih pada mereka, karena kita dapat pelajaran dari mereka, Bahwa tidak semua yang ketawa bareng, pantas disebut saudara. SelanjutnyaGulali Manis Tapi Lebih Manis Mulut Teman Yang Pandai Merangkai Kata Saja”Teman di waktu kita senang itu bagaikan payung kertas. Sangat Indah, penuh warna, serta bikin foto sangat bagus. Tapi waktu hujan deras datang, mereka yang pertama sobek dan bocor. Nggak bisa diandalkan lagi, tapi sayangnya kita baru menyadari setelah basah kuyup. Mending satu atau dua orang yang […]

Opini

Pancasila: Kompas Kehidupan di Tengah Kekacauan Zaman

Pancasila: Kompas Kehidupan di Tengah Kekacauan Zaman Penulis: Irpan Kaperwil Kaltim SelanjutnyaGulali Manis Tapi Lebih Manis Mulut Teman Yang Pandai Merangkai Kata Saja”Temporatur.com – Kaltim Setiap tanggal 1 Juni, kita kembali mengenang dan merayakan Hari Lahir Pancasila. Sebuah momen bersejarah ketika Ir. Soekarno menyampaikan gagasan agung tentang dasar negara yang menjadi payung bagi seluruh keberagaman bangsa Indonesia. Dulu, Pancasila lahir sebagai jawaban atas pertanyaan besar: “Apa yang akan menyatukan kita yang berbeda-beda ini?” Kini, di era yang jauh lebih maju namun justru sering dianggap “kacau balau”, pertanyaan itu kembali bergema dengan nada yang berbeda: “Apakah Pancasila masih relevan dan mampu menuntun kita keluar dari kekacauan ini?” Tidak dapat dipungkiri, pandangan bahwa negara atau bangsa ini sedang dalam kondisi yang tidak menentu, berantakan, atau kacau balau adalah pendapat yang cukup banyak beredar di masyarakat saat ini. Lihatlah sekeliling kita: arus informasi yang liar di media sosial penuh dengan ujaran kebencian, perselisihan […]

Opini, Berita

Blood Moon, Pertanda Untuk Timur Tengah ?

  Penulis: Pande K. Trimayuni Ketua FOKAL UI SelanjutnyaHUT ke-65 Joko Widodo, RJ2 Nusantara Pererat Soliditas Antar RelawanJAKARTA (01/03) – Kita akan menyaksikan bulan yang seperti berdarah-darah saat menengok langit tepatnya pada tanggal 3 Maret 2026. Fenomena ini disebut blood moon, atau gerhana bulan darah. Secara ilmu astronomi dapat diketahui mengapa ini terjadi, bahwa warna merah tersebut adalah karena atmosfer bumi membiaskan cahaya matahari dan meneruskan spektrum cahaya merah ke permukaan bulan saat terjadi gerhana bulan total. Menariknya, sejak masa peradaban tertua di dunia; Mesopotamia, Indus, Mesir, Inca sampai sekarang, blood moon dipercaya sebagian masyarakat sebagai isyarat akan terjadinya suatu peristiwa dahsyat atau “konfirmasi langit” atas suatu peristiwa penting yang baru saja terjadi. Bisa merupakan peristiwa lahir atau meninggalnya seorang tokoh besar, terjadinya suatu bencana luar biasa atau kejadian bersejarah lainnya. Fenomena blood moon juga tertera dalam kitab berbagai keyakinan dan agama di dunia. Masyarakat era Mesopotamia percaya bahwa blood […]

Opini

Harta Merubah Segalanya:Gadis Desa Lugu

Temporatur.com, OPINI- Gadis Desa yang lugu,di mulailah perjalanan si gadis dari desanya yang sangat terpencil menuju ibu kota Jawa Timur, Surabaya tepatnya,seusai menamatkan sekolah menengah atas ( sma ) sigadis ingin meneruskan kukiah sambil bekerja,gadis sempat kuliah di jurusan APR,juga sambil bekerja di pertokoan terbesar di surabaya, Hari demi hari di jalani oleh gadis, dengan gaji yang minim hanya cukup bayar kuliah serta bayar kos, sampai tipa pulang kerja gadis jalan kaki menuju kosan, hanya supaya mengurangi pengeluaranya,disaat itu si gadis sangat lugu dan tidak neko” Siringnya waktu gadis berkenalan dengan laki” Singkatnya berpacaran hingga ke pelaminan, SelanjutnyaGulali Manis Tapi Lebih Manis Mulut Teman Yang Pandai Merangkai Kata Saja”Memamg sifat si gadis tetap tidak berubah,tetap apa adanya, dengan serba kekuranganya,tapi lambat laun gadis di percaya oleh si bos bahkan singkat kata, gaji gadis mencapai 8 juta perbulan bahkan terkadang jika mencapai target bonusnya aja mencapai 8 sampai 10 juta tiap […]

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.