Hukum, Nasional, Opini

Dr. Weldy Jevis Saleh Bedah Fenomena Gratifikasi: Pencegahan KPK Harus Lebih Masif daripada OTT

Dr. Weldy Jevis Saleh Bedah Fenomena Gratifikasi: Pencegahan KPK Harus Lebih Masif daripada OTT BEKASI – Temporatur.com SelanjutnyaHUT ke-65 Joko Widodo, RJ2 Nusantara Pererat Soliditas Antar RelawanPasca ramainya serangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini, pakar hukum Dr. Weldy Jevis Saleh, SH, MH, memberikan sorotan tajam mengenai polemik gratifikasi dan urgensi fungsi pencegahan dalam sistem politik hukum Indonesia. Dalam keterangannya pada Minggu (21/12/2025), Dr. Weldy menjelaskan bahwa tindak pidana gratifikasi pada dasarnya adalah pemberian dalam bentuk apa pun kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang berhubungan dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban tugasnya. SelanjutnyaGulali Manis Tapi Lebih Manis Mulut Teman Yang Pandai Merangkai Kata Saja”“Dasar hukumnya sangat jelas, diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya Pasal 12B dan 12C. Gratifikasi ini mencakup uang, barang, diskon, komisi, hingga fasilitas akomodasi dan pinjaman tanpa […]

Tokoh Pahlawan Dua Wajah Itu Bernama Kahar Muzakkar.

Sejarah, — Temporatur.com || Menelisik lebih jauh Kisah Kahar Muzakkar dari dua sisi yang berbeda. Sang tokoh yang perjalanan hidupnya penuh kontradiksi: dari seorang patriot yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan, kemudian berbalik melawan negara yang pernah dibela dan dijaganya dari tangan penjajah Belanda? Disebuah Desa kecil di Luwu, Sulawesi 1921 lahirlah seorang anak yang di berinama Kahar Muzakkar. Sejak muda ia sudah gelisah, melihat bangsanya dijajah. Saat Proklamasi 1945 menggema, Kahar tak ragu mengangkat senjata. Ia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat dan memimpin laskar pemuda-pemuda dari Sulawesi di tanah Jawa. Kahar Muzakkar bertempur di hutan, di rawa bahkan di jalan-jalan kecil melawan tentara Belanda. Di mata kawan seperjuangan, ia patriot yang gagah berani. Ia tegas, karismatik dan punya wibawa yang membuat anak buah rela mati di medan perang. Dalam masa-masa itu, Kahar bukan hanya seorang tentara, tapi simbol harapan: pejuang dari Timur yang ikut menjaga berdirinya Republik. SelanjutnyaHUT ke-65 Joko […]

Darah Pejuang dalam Keluarga Djojohadikusumo, Gugur Diusia 16

Sejarah, – Temporatur.com || Di balik semangat juang para pahlawan muda Republik, tersimpan kisah haru dari dua pemuda gagah berdarah bangsawan, Subianto Djojohadikusumo dan Sujono Djojohadikusumo dua paman dari Presiden RI Prabowo Subianto. Mereka gugur muda dalam pertempuran bersejarah di Lengkong, Serpong, di bawah komando Mayor Daan Mogot, sang pelatih militer legendaris Indonesia. Nama “Subianto” yang kini melekat pada sosok Prabowo bukanlah kebetulan. Nama itu diambil dari pamannya sendiri, Kapten Anumerta Subianto Djojohadikusumo, yang bersama sang adik, Taruna Sujono Djojohadikusumo, gugur mempertahankan kemerdekaan hanya beberapa bulan setelah Republik berdiri. SelanjutnyaHUT ke-65 Joko Widodo, RJ2 Nusantara Pererat Soliditas Antar RelawanKeduanya adalah putra dari Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, yang juga seorang ekonom pejuang bangsa. Dalam darah keluarga ini mengalir semangat pengabdian pada tanah air sebuah tradisi luhur yang telah berakar sejak masa revolusi. Pertempuran ini terjadi pada 25 Januari 1946 di wilayah Lengkong, Tangerang Selatan. Saat itu, Mayor Elias Daan Mogot, perwira […]

Opini

Jerat Maut Perkebunan Sawit: Eksploitasi Pekerja dan Pembungkaman di Kalimantan

Kasus penipuan dan penelantaran 13 pekerja asal Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat di Kalimantan Barat, yang berhasil dievakuasi berkat bantuan Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, hanyalah puncak gunung es dari permasalahan yang lebih besar. Ironisnya, di tengah gembar-gembor industri kelapa sawit sebagai tulang punggung ekonomi, tersimpan cerita pilu eksploitasi pekerja dan praktik pembungkaman yang dilakukan oleh oknum-oknum perusahaan.

News, Opini

Politisi?

Sisi Lain, – Temporatur.com || Suatu ketika sebuah bis yang sebagian penumpangnya gelak tawa lantaran baru saja mendengar kenaikan gaji yang terguling ke dalam jurang di dekat sebuah dusun pedalaman. Semua penumpangnya tewas. Penduduk datang menolong. Beberapa jam kemudian mereka berhasil mengangkat jenazah satu demi satu untuk dibaringkan di balai desa. Mereka kenali wajah mayat-mayat itu: tiga anggota parlemen, dua tokoh partai. Esoknya polisi mengusut. “Waktu bapak-bapak menemukan korban, apakah semuanya sudah mati?” SelanjutnyaGulali Manis Tapi Lebih Manis Mulut Teman Yang Pandai Merangkai Kata Saja”Jawab seorang penduduk: “Yah, mereka mengaku belum mati, Pak. Tapi mereka kan politisi.” Banyak lelucon tentang politisi, sering pedas. Sikap ini bisa tak adil (tak semua politisi menjijikkan), tapi bisa benar. Yang jelas, tak tiba-tiba. Dalam cemooh demi cemooh itu tersingkap endapan pengalaman yang tak sedap. Di Indonesia, sebagaimana bisa dilihat dari survei pendapat umum Kompas September 2019, lebih dari 66% responden merasa tak terwakili para […]

Opini

RUU Perampasan Aset: Tragedi Senayan yang Memilukan

Setahun sudah berlalu sejak para wakil rakyat hasil Pemilu 2024 menduduki kursi Senayan yang empuk. Namun, di balik senyum palsu dan janji manis yang membusuk, tersembunyi sebuah ironi yang membakar hati: RUU Perampasan Aset, sebuah harapan untuk memberantas korupsi, justru terancam menjadi yatim piatu di labirin DPR.

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.