Gema Sholawat Warnai Peringatan Maulid Nabi di Pucang Anom, FPANN Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah
- account_circle Suryo Sudharmo
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BONDOWOSO – Temporatur.com
Forum Pegiat Adinegara Nusantara (FPANN) bersama Media Kabarnusa24.com Jawa Timur kembali menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikemas dalam Gema Sholawat.
Kegiatan berlangsung di Desa Pucang Anom, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (29/8/2026).
Acara tersebut dihadiri sejumlah pengasuh dan pengurus pondok pesantren, di antaranya Lora Abdul Wahab selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziz, Lora Abdul Majid, Lora Abdul Haq, Ketua Umum Pemerhati Hukum Indonesia (PHI) Moh Hasan S.H. anggota FPANN dan LPHI, jajaran LSM, wartawan lintas daerah Jember dan Bondowoso, tokoh masyarakat serta tokoh agama.
Gema sholawat semakin menambah suasana khidmat. Sholawat dibawakan Jam’iyatul Hadrah “Nur Muhammad” Desa Mangli, Kecamatan Pujer, yang dipimpin Ahyar Rosyid, S.H.

Dalam tausiyahnya, Lora Abdul Wahab menyampaikan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meneladani akhlak beliau.
Menurutnya, Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan umatnya untuk beribadah kepada Allah SWT, tetapi juga memberikan contoh bagaimana membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, kejujuran, kesabaran, amanah dan kepedulian terhadap sesama.
Lora Abdul Wahab juga mengajak jamaah agar peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Sementara itu, Ketua FPANN Bondowoso, Ilyas Ilham, menyampaikan bahwa Maulid Nabi merupakan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan cara meneladani akhlak dan perjuangan beliau.
“Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ilyas.
Ilyas juga berharap kegiatan tersebut dapat mempererat silaturahmi antara FPANN, LPHI, insan pers, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi kemudian dilanjutkan dengan Gema Sholawat dan doa bersama. Kegiatan berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
- Penulis: Suryo Sudharmo





Saat ini belum ada komentar