Viral MBG di SDN 01,02 dan 03 Sukamulya Mirip Menu Tahlilan
SUKATANI – BEKASI || TEMPORATUR. COM
Ambisi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas melalui Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya membentur tembok kenyataan yang pahit di lapangan.
Bukannya gizi tinggi yang didapat, para siswa di SDN Sukamulya 01, 02, dan 03 justru disuguhi menu yang jauh dari standar layak, bahkan dicibir warga mirip “menu tahlilan”.
Pantauan di lapangan dan keluhan masif dari orang tua murid di Kampung Bungur, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, mengungkap tabir gelap pelaksanaan program ini.
Harapan melihat anak-anak tumbuh sehat seketika sirna saat kotak makanan dibuka.
Menu “Seadanya”: Ayam Kecil dan Pisang Kisut
Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekecewaannya yang mendalam. Ia mempertanyakan standar gizi yang dijanjikan pemerintah pusat dengan realitas yang diterima anak-anak mereka.
“Masa makanan bergizi cuma satu potong ayam kecil, satu potong tahu, dua buah pisang lampung yang sudah kisut, sama roti bolu seribuan? Susunya mana? Di mana letak gizinya kalau menunya seperti itu?” keluhnya dengan nada getir kepada awak media, Senin, 2/3/2026.
Lebih miris lagi, muncul dugaan bahwa kualitas bahan makanan yang diberikan tidak segar. “Ayamnya kecil, tahunya begitu, bahkan pisangnya sudah layu. Ini mau kasih makan anak sekolah atau sekadar menggugurkan kewajiban?” tambahnya.
Pengelola MBG Bungkam, Akuntabilitas Dipertanyakan
Kritik tajam pun mengarah langsung kepada pihak pengelola MBG yang berlokasi di Ruas Jalan Raya Sukatani Balong, tepatnya di Kampung Bungur RT 01/06.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola seolah “ditelan bumi” dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait standar menu yang mereka distribusikan.
Publik kini mempertanyakan pengawasan dari dinas terkait dan instansi pemberi mandat.
Apakah anggaran yang dikucurkan negara benar-benar sampai ke piring siswa dalam bentuk gizi, atau justru “menguap” di tengah jalan demi mencari keuntungan sepihak?
Desakan untuk Amanah
Para orang tua murid mendesak agar pihak pengelola tidak bermain-main dengan kesehatan anak-anak,
Mereka meminta transparansi mengenai standar menu yang seharusnya diberikan.
“Kami minta pengelola benar-benar amanah. Jangan seenaknya kasih menu. Ini uang negara, tujuannya untuk anak bangsa, bukan untuk memperkaya diri dengan memangkas kualitas makanan,” tegas salah satu wali murid.
Skandal menu “tahlilan” di SDN Sukamulya ini menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat bahwa tanpa pengawasan ketat di tingkat bawah, program mulia MBG rawan menjadi ladang bancakan oknum tak bertanggung jawab.
Publik menunggu tindakan tegas,apakah kualitas akan diperbaiki, atau pembiaran ini akan terus berlanjut?
(Red)















