Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Daerah » Samosir di Bawah Mikroskop Publik: Sederet Proyek dan Anggaran Dinas Disorot Tajam

Samosir di Bawah Mikroskop Publik: Sederet Proyek dan Anggaran Dinas Disorot Tajam

  • account_circle Suryo Sudharmo
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Samosir di Bawah Mikroskop Publik: Sederet Proyek dan Anggaran Dinas Disorot Tajam

SAMOSIR – Temporatur.com

Gelombang transparansi tengah melanda Kabupaten Samosir. Sejumlah elemen masyarakat kini secara terbuka mempertanyakan akuntabilitas penggunaan anggaran di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Fokus perhatian tertuju pada dugaan ketidakberesan dalam proses pengadaan barang, jasa, hingga manajemen sumber daya manusia.
Berdasarkan data yang dihimpun dari aspirasi publik, sedikitnya terdapat tujuh poin krusial yang kini menjadi “rapor merah” dan menanti klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Samosir:

RSUD Hadrianus Sinaga

Publik mempertanyakan transparansi anggaran pengadaan makanan pasien yang dinilai perlu diaudit kelayakannya.

Dinas Pertanian

Penggunaan anggaran perjalanan dinas serta proses pengadaan bibit yang dianggap tidak berdampak signifikan pada produktivitas petani lokal.
Dinas Perijinan
(DPMPTSP)

Pembangunan hotel di kawasan Daniera Tele yang memicu perdebatan mengenai legalitas tata ruang dan proses pemberian izin.

Dinas Pendidikan

Adanya laporan mengenai tekanan terhadap guru-guru di Sianjur Mula-Mula serta ketidakjelasan mekanisme perpindahan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dinas Pekerjaan Umum (PU)

Kualitas dan realisasi pekerjaan jalan di wilayah Hutaginjang dan sekitarnya yang dinilai belum memenuhi standar harapan masyarakat.

Dinas Pariwisata

Efektivitas pembangunan objek wisata Pallombuan yang menggunakan dana daerah dalam jumlah besar.

Seruan Kawal Anggaran

Menyikapi hal tersebut, muncul gerakan dari masyarakat peduli Samosir yang mengajak seluruh lapisan warga untuk tidak abai. Para pegiat transparansi meminta masyarakat memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memantau proses pelelangan proyek di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Samosir.

“Kabupaten Samosir hanya bisa lebih baik jika warganya proaktif mengawasi setiap rupiah yang keluar dari APBD,” ungkap salah satu koordinator pengawas pembangunan daerah.

Masyarakat diharapkan terus melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan di lapangan atau indikasi praktik pungli dalam pelayanan publik melalui Portal LAPOR! agar dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi berwenang.

(Ronald)

  • Penulis: Suryo Sudharmo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less