Bekasi-Jabar || Temporatur.com
Ratusan karyawan Kementrian Agama Kabupaten Bekasi mulai Jum’at siang 25 Nopember 2022 akan berkemah moderasi beragama dan toleransi selama satu malam.
Kegiatan yang diinisiasi para pengurus Kelompok Penyuluh Agama Islam Kementrian Agama Kabupaten Bekasi, diikuti para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan se Kabupaten Bekasi dan para penyuluh Agama Islam Non PNS se Kabupaten Bekasi. “Kegiatan itu diikuti ratusan karyawan Kementrian Agama Kabupaten Bekasi,” ungkap salah seorang penyuluh Agama Islam.
Perkemahan bertemakan Teloransi Mengawal Moderasi digelar di Hulu Cai Tapos Bogor mulai 25_26 Nopember 2022, dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 142 juta yang pungut dari biaya wajib para Penyuluh Agama Islam Non PNS, Para Kepala KUA dan para Penyuluh Agama Islam PNS masing-masing sebesar Rp 400 ribu.
“Kami diwajibkan untuk membayar biaya kegiatan tersebut. Bagi mereka yang tidak ikut juga diwajibkan bayar Rp 400 ribu,” keluh para Penyuluh Agama Islam Non PNS.
Para tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Bekasi menyesalkan kegiatan yang diadakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi.
Menurut mereka, kenapa kegiatan yang bertemakan Toleransi Mengawal Moderasi yang memakan biaya ratusan juta dan diantaranya diambil dari 40% honor Penyuluh Agama Islam Non PNS kenapa harus dilaksanakan di luar Kabupaten Bekasi.
“Emangnya di Kabupaten Bekasi, tidak ada lokasi perkemahan, sehingga harus berkemah ke luar kota?” tanya para tokoh.
Hal tersebut dikritik keras oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi KH. Moh. Athoillah Mursjid, SE., M.Si..(**)
Saat dimintai tanggapannya oleh awak media dirinya mengaku tidak tahu menahu adanya kegiatan yang mengatas namakan toleransi dan moderasi.
“Saya kok ngga tahu ada kegiatan yang diadakan Kementrian Agama Kabupaten Bekasi,” tuturnya, Kamis 24/11/2022.
Sebaiknya kata Athoillah, kalau kegiatan yang menyangkut toleransi dan moderasi beragama, ya setidaknya mengikut sertakan perwakilan agama lainnya, cetusnya.
Lanjutnya, kalau hanya diikuti perwakilan satu agama itu tambah mantan Plt. Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi, bukan toleransi dan moderasi.
Athoillah juga merasa prihatin dengan kegiatan perkemahan ratusan karyawan Kementrian Agama Kabupaten Bekasi di Hulu Cai Tapos Bogor. “Kita ini sedang berduka akibat Gempa Bumi di Cianjur, kok para karyawan Kementrian Agama Kabupaten Bekasi, malah mau bersuka ria dilokasi tidak jauh dari daerah bencana,. pungkasnya.(***)















