Plh Sekda Carwinda Instruksikan Satgas Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Lokal Kabupaten Bekasi

Plh Sekda Carwinda Instruksikan Satgas Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Lokal Kabupaten Bekasi
Keterangan foto : Plh Sekda Carwinda Instruksikan Satgas Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Lokal Kabupaten Bekasi, ( sumber foto : Diskominfosantik Kabupaten Bekas)

Plh Sekda Carwinda Instruksikan Satgas Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Lokal Kabupaten Bekasi

Bekasi – Temporatur.com

Pemerintah Kabupaten Bekasi tancap gas dalam mengoptimalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Carwinda, menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Tugas (Satgas) dari tingkat kabupaten hingga desa untuk segera bergerak mengawal distribusi sekaligus memastikan program ini berdampak nyata bagi ekonomi kerakyatan.Dalam Rapat Koordinasi di Aula KH. Noer Alie, Kamis (7/5/2026).

Carwinda menegaskan pentingnya peran strategis Camat sebagai kepala Satgas di wilayah. Ia meminta pembentukan posko pengawasan dipercepat tanpa ada alasan keterlambatan.

“Optimalisasi peran Satgas adalah kunci. Saya tidak ingin ada kecamatan yang lambat. Pastikan masyarakat di desa dan kecamatan menjadi pemasok bahan baku, agar perekonomian lokal ikut maju,” tegas Carwinda di hadapan jajaran perangkat daerah dan organisasi profesi.

*Target Ambisius: Stunting di Bawah 10 Persen*

Bacaan Lainnya

Selain pemulihan ekonomi, program MBG menjadi senjata utama menekan angka stunting. Kepala Bappeda, Dwy Sigit Andrian, memaparkan keberhasilan Kabupaten Bekasi menurunkan prevalensi stunting dari 23,2% (2023) menjadi 18,4% (2024).

“Target kita tahun 2025 adalah di bawah 10 persen. Perpres No. 115 Tahun 2025 memberikan kepastian hukum bagi Pemda sebagai garda terdepan untuk memastikan gizi sampai ke peserta didik, ibu hamil, menyusui, hingga balita,” jelas Dwy Sigit.

*Akurasi Data dan Inovasi Pelayanan*

Guna menjamin transparansi, BPS dan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi berkomitmen melakukan pemutakhiran data penerima manfaat berbasis DTKS agar kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas tidak terlewat.Di sisi lain, kualitas sajian juga menjadi perhatian serius. Asisten Administrasi Umum (Asda III), Iis Sandra Yanti, mensosialisasikan persiapan SPPG Award 2026.

Ajang ini bertujuan menstandardisasi keamanan pangan, kebersihan, dan inovasi menu di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kami ingin dapur-dapur di Bekasi berprestasi di tingkat nasional, sekaligus memastikan anak-anak tidak bosan dengan variasi menu yang ada,” tambah Carwinda.

Instruksi Strategis Penutup

Menutup rapat, Carwinda memberikan tiga poin penekanan:

Validasi Data:

Pastikan penerima manfaat akurat dan memenuhi syarat.

Standardisasi:

Tingkatkan jumlah SPPG yang bersertifikat Standar Tata Kelola dan Sanitasi (STKS).

Responsif:

Perhatikan keluhan masyarakat terkait variasi menu dan kandungan gizi.

“Semua harus bergerak serentak mulai hari ini. Lakukan pendataan, bentuk posko, dan awasi distribusi di setiap titik,” pungkasnya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *