Buka MPLS Sekolah Rakyat, Plt Bupati Bekasi: Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah karena Ekonomi
- account_circle Suryo
- calendar_month 11 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keterangan foto : Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi di Aula Sekolah Rakyat, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (31/8/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Buka MPLS Sekolah Rakyat, Plt Bupati Bekasi: Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah karena Ekonomi
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi di Aula Sekolah Rakyat, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (31/8/2026).
Dalam sambutannya, Asep menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat membuka kesempatan pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak di Kabupaten Bekasi.
Ia berharap tidak ada lagi warga yang kehilangan kesempatan mengecap bangku sekolah hanya karena terkendala kondisi ekonomi.
“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depannya hanya karena kondisi ekonomi atau keterbatasan yang dihadapinya,” tegas Asep di hadapan para peserta didik dan tamu undangan.
Asep menambahkan, program bentukan pemerintah pusat ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi keluarga prasejahtera. Sekolah ini dirancang bukan sekadar tempat belajar, melainkan wadah untuk membangun harapan dan mencetak generasi pembawa perubahan.
Ia juga berpesan kepada 427 siswa yang mengikuti MPLS agar memanfaatkan peluang berasrama ini dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, menyayangi teman, dan terus merawat cita-cita.Acara ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Wardatul Asriah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asda, kepala perangkat daerah, serta Kepala STPL Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Asep pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada kementerian terkait, DPR RI, Pemkot Bekasi, dan seluruh pihak yang berkolaborasi mewujudkan fasilitas tersebut.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat ini menyasar anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).
Prioritas utama program ini adalah anak-anak yang belum pernah sekolah atau terpaksa putus sekolah.
“Jumlah siswa yang memulai MPLS hari ini sebanyak 427 siswa, berasal dari Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Dengan konsep sekolah berasrama, kami berharap mereka bisa menjadi agen perubahan untuk meningkatkan derajat ekonomi dan kesehatan keluarga,” kata Alamsyah.
Alamsyah mengungkapkan, pembangunan sekolah ini berjalan sangat cepat berkat kolaborasi lintas sektor. Lahan sekolah yang megah ini bahkan masih berupa area persawahan produktif sekitar delapan bulan yang lalu.Untuk proses penerimaan, Dinas Sosial melakukan verifikasi dan validasi ketat terhadap data awal dari Kemensos RI. Peninjauan lapangan melibatkan pemerintah kecamatan, desa, RT/RW, pendamping PKH, Regsos, hingga IPSM demi memastikan bantuan salah sasaran dapat diminimalisasi.
Saat ini, dari kuota 270 siswa yang disediakan untuk Kabupaten Bekasi, telah terisi sebanyak 237 siswa. Jumlah tersebut terbagi atas 57 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Kekurangan kuota yang tersisa akan segera dipenuhi melalui proses verifikasi dan validasi gelombang berikutnya.Pihak Pemkab Bekasi juga memberikan apresiasi khusus kepada Kementerian Pekerjaan Umum, pelaksana pembangunan PT Brantas Abipraya bersama KSO, serta para pendamping sosial yang mengawal program strategis nasional ini hingga siap digunakan.
(SS/Red)
- Penulis: Suryo
- Editor: Redaksi
- Sumber: https://temporatur.com/


Saat ini belum ada komentar