Temporatur | Manusia – Menerapkan Kehidupan, Antara Kuasa & Terkuasa di pencarian keduniawian yang meradang sampai hingga titik batasan hidup nya tertutup mati/terbungkus.(10/9/2025) Jejak merupakan perjalanan makna manusia melihat, mempersembahkan sebuah cerita di kehidupan yang ada. Bahkan, meniadakan suatu kehidupan masuk atau keluar. (dari ; kecurangan dari ; ketulusan) * SelanjutnyaRakor Nasional Bersama Mendagri, Bupati Taput Siap Optimalkan Pengendalian Inflasi dan DTSENinilah edar sang pelopor (pemantik sulutan api), berangan-angan lalu lintas tak terarah sampai-sampai “mudah sekali mentertawakan, akibat nilai rasa di jiwa – sifat, sikap, kepedulian terhadap sesuatu tak sejalan tulus nya”(.) akhirnya salah – menyalahkan, kemungkinan pelatuk sumbu di hidup “telah raib”, dimakan waktu / situasi. SelanjutnyaDiskominfo Depok Ramai Dibicarakan Publik, Pengamat : Anggaran Media Jangan Dijadikan Alat PolitisiWarna yang hiasi tubuh nya tersulut pula di api “kemulan kelambu yang berjarak sekitar tahunan dipelihara”. Titik putih dibiarkan (tak menjalin satu line ke berbagai tepi miring kehidupan), karena – menyimpan […]
Kategori: Pendidikan
GNRI Desak Transparansi BOS Afirmasi 2019, Puluhan SD di Bekasi Terancam Disorot
Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (DPD LSM GNRI) Kabupaten Bekasi kembali menegaskan komitmennya melakukan kontrol sosial atas realisasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi Tahun 2019. Kali ini, lembaga tersebut secara resmi melayangkan surat klarifikasi kepada sembilan sekolah dasar di tiga kecamatan, yaitu SDN Sukaindah 01, SDN Sukakarya 01, dan SDN Sukakarya 02 di Kecamatan Sukakarya; SDN Sukakerta 03 di Kecamatan Sukawangi; serta SDN Bantarjaya 02, SDN Karanghaur 02, SDN Karangpatri 02, SDN Bantarsari 01, dan SDN Sumbereja 02 di Kecamatan Pebayuran.
Kantor Kementrian Keuangan RI – Telah Menyadari Karangan Bunga Berduyun Hadir “Sebagai Rasa Syukur Dunia Publik, Efisiensi Pejabat DPR RI & DPRD : Dipangkas seperti pekerja biasa di pabrik-pabrik daerah masing-masing sesuai APBN DAN APBD, Rakyat bahagia ibu”
Temporatur | Kantor Menteri Keuangan, Sri Mulyani dibanjiri oleh karangan bunga menunjukkan dukungan untuk bendahara negara tersebut. Berdasarkan pantauan tim awak media di Indonesia, terdapat sekitar 15 karangan bunga yang berjajar di depan Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025). Namun sebagian besar karangan bunga berada dalam posisi tertutup akibat jatuh tertiup angin. dari semua karangan bunga tersebut dapat tersampaikan “nilai efesiensi terhadap DPR RI & DPRD ” tetap dijalani sesuai makna dan kondusifitas kompeten sebagai wakil rakyat benar-benar teralisasi (tidak semata-mata dalam nilai perbuatan sikap jadi urakan / tidak mencontoh hal-hal baik – benar di dekade 5 tahun mendatang) *Red. SelanjutnyaRakor Nasional Bersama Mendagri, Bupati Taput Siap Optimalkan Pengendalian Inflasi dan DTSEN“Dear Ibu Sri Mulyani tetap semangat Ibu, dari kami yang tidak bisa bersuara,” tulis karangan bunga dari Anak-anak bulu Rainbow Sanctuary Indonesia. Pekerja yang sedang bertugas mengatakan bahwa karangan-karangan bunga tersebut telah diterima sejak Selasa (2/9/2025). SelanjutnyaDiskominfo Depok […]
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Aktifkan Kembali KBM
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) akan dimulai secara efektif pada tanggal 3 September 2025. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan di jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta. Surat Edaran Nomor 400.3/8704/Sekre/IX/2025 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, ST, M.Si, menegaskan hal tersebut.
Camat Jombang Apresiasi Kampung Jadul. Ekonomi Warga Bergairah, Tradisi Terjaga
JEMBER, – Temporatur.com || Suasana penuh nostalgia di gelaran Kampung Jadul Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jawa Timur berhasil menarik perhatian sang Bupati Nuryadi, S.STP. Meski di luar jam dinas, ia tetap meluangkan waktu datang langsung untuk menyaksikan bagaimana warga menghadirkan nuansa tempo dulu yang hangat dan penuh kenangan, Selasa (19/08). Dalam kunjungannya, Camat Nuryadi mengapresiasi kekompakan warga yang mampu menghidupkan kembali tradisi dan kearifan lokal. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga warisan budaya. “Kegiatan ini sangat unik, punya ciri khas tersendiri, dan layak ditampilkan sebagai objek wisata. Bahkan, ke depan bisa menjadi salah satu agenda wisata unggulan di Kabupaten Jember,” ujar Nuryadi, S.STP. SelanjutnyaRakor Nasional Bersama Mendagri, Bupati Taput Siap Optimalkan Pengendalian Inflasi dan DTSENYang membuat acara ini istimewa, lanjut Nuryadi, adalah konsistensinya menjaga keaslian budaya. Tidak ada sentuhan modern, penerangan tanpa listrik, makanan yang dijajakan sepenuhnya menu tradisional, […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.























