Tanggapi 7 Siswa Sekolah Rakyat yang Sakit Perut Setelah Makan Bansos, Gus Ipul Sosok Mensos yang Dirujak Nitizen karena Pernyataannya
Sosok Saepullah Yusuf yang lebih dikenal Gus Ipul, Menteri Sosial RI menuai sorotan tajam publik setelah pernyataannya terkait insiden 7 siswa Sekolah Rakyat di Bogor yang mengalami sakit perut usai menyantap makanan dari program bantuan sosial (bansos).
Pernyataan Gus Ipul yang menyebutkan bahwa siswa-siswa tersebut belum terbiasa makan enak dianggap hina oleh rakyat kecil.
Sehingga banyak pihak mengkritik pernyataan Gus Ipul, menganggapnya tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat kurang mampu.
Pernyataan Gus Ipul memicu kemarahan publik, yang merasa bahwa pernyataannya tidak pantas dan merendahkan martabat rakyat kecil.
Seorang pengguna X, @PreciosaKanti, menyuarakan kekesalan yang mewakili keresahan publik.
Ia menyebut pernyataan sang Menteri sebagai total ejekan terhadap rakyat kecil. Dalam unggahannya, ia juga mewanti-wanti presiden dengan mengatakan bahwa “terlalu banyak menteri yang blunder”.
Jikapun 7 anak itu benar ‘kaget’ seperti yang dipikirkan menteri ini, apakah lantas harus tetap diucapkan oleh seorang Menteri?” tulisnya dikutip dari akun X @PreciosaKanti yang diunggah pada 25 Juli 2025.
“Bahasa seperti ini tidak ada efek positif bagi siapa pun yang mendengar,” cetusnya.
Sekolah Rakyat adalah program yang digagas oleh Kementerian Sosial untuk memberikan pendidikan gratis kepada masyarakat kurang mampu.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Sekolah Rakyat akan dibuka untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan standar pendidikan nasional.
Kurikulum Sekolah Rakyat juga akan menekankan penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan.
(Red/SS)















