Kamis, 27 Agu 2026
light_mode

Disdik Kabupaten Bekasi Keluarkan Edaran Belajar Secara Daring TK/PAUD SD dan SMP

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Disdik Kabupaten Bekasi Keluarkan Edaran Belajar Secara Daring TK/PAUD SD dan SMP

Kabupaten Bekasi – Temporatur.com

Mulai hari iniv Senin 01 September siswa-siswa-siswi  sekolah  dari tingkat TK PAUD ,SD dan SMP menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh,  secara daring.

Hal tersebut diberlakukan dalam rangka menghadapi situasi yang terus berkembang, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh sekolah mulai dari TK/PAUD, SD, hingga SMP baik negeri maupun swasta untuk melaksanakan pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai tanggal 1–3 September 2025.

Dok Istimewa: ft.istimewa

Dok Istimewa: ft.istimewa

Kebijakan ini diambil demi menjaga ketertiban dan keamanan dalam proses belajar mengajar di sekolah, sekaligus menyesuaikan dengan kondisi yang sedang berubah di berbagai daerah.

Selain itu, pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk kelas 1 dan kelas 5 akan ditunda sementara waktu. Jadwal terbaru mengenai kegiatan tersebut akan segera diinformasikan lebih lanjut kepada semua pihak terkait.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturochman, meminta kerjasama dari seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk mendampingi serta membantu siswa selama proses PJJ ini berlangsung.

Kerja sama dari semua pihak sangat kami harapkan agar proses pembelajaran anak-anak kita tetap berjalan lancarn tulis Imam Faturochman dalam edaran resmi tersebut.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan kegiatan belajar mengajar tetap efektif meskipun dilakukan secara daring, sambil menunggu kondisi kembali normal.

(SS/Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterangan : Kapolres Samosir : Bela Negara Harus Diwujudkan dalam Tindakan Nyata

    Kapolres Samosir : Bela Negara Harus Diwujudkan dalam Tindakan Nyata

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Kapolres Samosir : Bela Negara Harus Diwujudkan dalam Tindakan Nyata

  • Fidel Giawa, SH: Kemenangan Prabowo Gibran, Langkah Awal Indonesia Maju

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Suryo S
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Fidel Giawa, SH: Kemenangan Prabowo Gibran, Langkah Awal Indonesia Maju

  • Petani Pengelola Lahan Balai  Benih Kecamatan Pebayuran,  Keluhkan Kebijakan  UPTD yang Tak Berpihak

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 0
    • 0Komentar

    PETANI PENGELOLA

    Sejumlah petani penggarap yang mengelola lahan Balai Benih di Kampung Tambun, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan pemberhentian sementara pengelolaan lahan yang diterapkan oleh UPTD Balai Benih. Kebijakan ini dianggap tidak disertai dengan musyawarah yang memadai dan pemberitahuan yang jelas, sehingga menimbulkan kesan seperti pemecatan tanpa alasan yang sah.

    Dalam pertemuan yang digelar hari ini, Dede, perwakilan dari UPTD Balai Benih Karangharja, menjelaskan bahwa keputusan pemberhentian sementara tersebut diambil sebagai langkah antisipasi akibat pemberitaan yang viral di media. Namun, kebijakan ini tidak memberikan kejelasan bagi petani terkait nasib mereka ke depan, dan tidak melibatkan komunikasi yang baik antara pihak UPTD dan penggarap.

    Selain itu, petani juga mengeluhkan tingginya harga pupuk non-subsidi yang membebani mereka, seperti Pupuk Urea Petro N 46% yang dijual seharga Rp 8.500 per kilogram dan Pupuk PHONSKAH seharga Rp 7.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga pupuk bersubsidi yang biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 2.250 hingga Rp 2.500 per kilogram. Para petani pun menuntut penjelasan mengenai alasan mereka tidak dapat membeli pupuk subsidi meskipun terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

    Masalah lainnya yang dikeluhkan oleh para petani adalah penetapan harga gabah yang ditawarkan oleh Balai Benih yang dianggap terlalu rendah dibandingkan dengan harga pasar. Hal ini semakin memperburuk kondisi ekonomi para penggarap yang merasa dirugikan. Petani juga menyatakan kesiapan mereka untuk menerima rencana retribusi atau bagi hasil, asalkan pihak UPTD Balai Benih memberikan transparansi dalam pengelolaan dan pelaksanaannya. Para petani menegaskan bahwa mereka siap menerima retribusi sebesar Rp 1.500 per kilogram, namun menolak jika besaran retribusi ditetapkan sebesar Rp 3.000 per kilogram, karena dianggap terlalu memberatkan.

    “Kami selaku pengharap siap terkait dengan cara bagi hasil atau rencana retribusi, namun itu pun jika retribusinya Rp 1.500 per kilogram. Jika ditetapkan Rp 3.000 per kilogram, kami keberatan. Lantas, kami dapat apa jika retribusi sebesar itu? Kami harap pihak UPTD Balai Benih Karangharja dapat lebih transparan dalam kebijakan yang diterapkan dan memberikan penjelasan yang jelas mengenai pengelolaan yang dilakukan,” ungkap para petani.

  • Keterangan foto: Foto : drg. Novia Sri Wahyuni M.Kes, Kepala Puskesmas Pamolokan Kabupaten Sumenep

    Tingkatkan Perkembangan dan Kemandirian Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), Puskesmas Pamolokan Lakukan Penilaian Strata Posyandu

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Suryo S
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Tingkatkan Perkembangan dan Kemandirian Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), Puskesmas Pamolokan Lakukan Penilaian Strata Posyandu

  • Warga Cikarang Pusat Bekasi, Dapat Bantuan Kemanusiaan Kapolri

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • account_circle Suryo S
    • visibility 2
    • 0Komentar

      Kabupaten Bekasi – Jabar || Temporatur.com SelanjutnyaMadrawi Soroti Dominasi Rian dalam Polemik Tower Polalang, Warga Pertanyakan Musyawarah dan PerizinanMencermati naik dan fluktuasi harga bahan pokok di awal bulan puasa, presiden mengintruksikan kepada Kapolri, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak kenaikan harga tersebut. Guna meringankan beban pada warga masyarakat pada hari ini Polda Metro […]

  • Presiden Jokowi Cek Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Baleendah

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle Suryo S
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Presiden Jokowi Cek Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Baleendah

expand_less