Perkuat Kedaulatan Informasi, Pemkot Bandung Kembangkan Bdg-GoX
- account_circle Suryo Sudharmo
- calendar_month 18 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEMPORATUR.COM
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengembangkan Bandung Government Internet Exchange (Bdg-GoX) untuk memperkuat integrasi jaringan pemerintahan sekaligus mendukung kedaulatan informasi di tingkat kota. Inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan koneksi yang lebih efisien, meningkatkan keamanan jaringan, dan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintahan digital.
Pengembangan tersebut dibahas dalam program SONATA Talkshow, Kamis 29 Oktober 2026 bersama Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Indra Arief Budyana.
Indra menjelaskan, Bdg-GoX dirancang untuk mengintegrasikan jaringan dan aplikasi pemerintahan yang selama ini menggunakan infrastruktur serta penyedia layanan internet yang beragam.
Ide Bandung GoX sebenarnya lebih ke integrasi, kemudian transparansi, juga kedaulatan informasi untuk minimal di level kota. Nanti lebih luasnya di level nasional, ujar Indra.
Melalui Bdg-GoX, Diskominfo Kota Bandung berupaya membangun simpul pertukaran jaringan atau internet exchange agar koneksi ant jaringan pemerintahan dapat berlangsung lebih langsung dan efisien.
Infrastruktur ini didukung keberadaan server di Bandung Command Center (BCC), serta perangkat jaringan di Gedung BBU, Wisma Bumi Putra, kawasan Asia-Afrika, yang menjadi lokasi berkumpulnya sejumlah penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP).
Indra menjelaskan, Diskominfo Kota Bandung juga telah memiliki kabel jaringan sendiri yang menghubungkan kawasan Balai Kota dengan Gedung BBU. Dengan dukungan perangkat jaringan di kedua lokasi tersebut, ISP yang telah terhubung di Gedung BBU berpeluang menghubungkan pelanggannya dengan jaringan pemerintahan secara lebih langsung.
Yang jelas latensi rendah. Dengan exchange ini, koneksi bisa langsung menuju server kita, jadi tidak harus melewati jalur lain terlebih dahulu, ungkapnya.
Manfaat Bdg-GoX tidak hanya ditujukan bagi perangkat daerah, tetapi juga diharapkan dapat dirasakan masyarakat. Pengguna ISP yang telah terhubung dengan simpul pertukaran jaringan tersebut berpotensi memperoleh akses yang lebih efisien ke layanan pemerintahan digital.
Dari sisi penerapan, Bdg-GoX saat ini masih berada dalam tahap sosialisasi dan uji coba teknis. Pemerintah Kota Bandung berencana memulai pengujian dengan sekitar 10 perangkat daerah sebelum memperluas integrasi secara bertahap.
Ia menargetkan integrasi jaringan dapat menjangkau lebih dari 60 persen perangkat daerah pada 2027. Perluasan tersebut akan mempertimbangkan hasil evaluasi, terutama terkait kecepatan koneksi dan keamanan jaringan.
Target kita di tahun depan minimal lebih dari setengahnya. Optimistisnya semuanya. Jadi kita target minimal di atas 60 persenan mungkin sudah terhubung, tuturnya.
Menurutnya, keamanan jaringan tidak hanya bergantung pada perangkat dan sistem yang digunakan, tetapi juga perilaku pengguna. Kata sandi yang lemah serta aplikasi yang tidak diperbarui dapat membuka celah bagi gangguan keamanan.
Untuk menjaga layanan tetap berjalan, Diskominfo Kota Bandung juga menggunakan beberapa jalur bandwidth dari operator berbeda yang digabungkan.
Jika salah satu jalur mengalami kendala, jalur lainnya diharapkan tetap dapat menopang koneksi. Selain itu, tersedia pusat pemulihan bencana atau disaster recovery center di Bali sebagai dukungan apabila terjadi gangguan di wilayah Bandung.
Indra berharap, Bdg-GoX dapat terus dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, terutama dalam mengakses layanan pemerintahan secara lebih cepat dan aman.
Harapannya yang jelas pasti dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya buat masyarakat, pungkasnya.
Sumber : Diskominfo Kota Bandung
( Andi )
- Penulis: Suryo Sudharmo
- Editor: Tempratur.com





Saat ini belum ada komentar