Tanggapi Santai Isu Kudeta Oktober, KDM Kelakar ‘SSB’ Itu Sekolah Sepak Bola

Keterangan foto : KDM Gubernur Jawa Barat (.foto Istimewa)
Keterangan foto : KDM Gubernur Jawa Barat (.foto Istimewa)

Tanggapi Santai Isu Kudeta Oktober, KDM Kelakar ‘SSB’ Itu Sekolah Sepak Bola

BANDUNG — Temporatur.com

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, angkat bicara guna meluruskan tuduhan miring yang dialamatkan kepada dirinya.

Ia secara tegas membantah isu yang mengaitkannya dengan kelompok “SSB” (Singapura, Solo, Bandung) serta rumor rencana gerakan politik konfrontatif atau skenario kudeta terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada bulan Oktober mendatang.

KDM menilai bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak memiliki pijakan dasar yang kuat dan justru berpotensi memicu perpecahan serta memperkeruh opini publik.

Sempat Merespons dengan Kelakar

Bacaan Lainnya

Tuduhan ini pertama kali mencuat dari analisis dan unggahan seorang tokoh senior nasional di media sosial.

Dalam narasi yang beredar, istilah “SSB” disebut-sebut sebagai singkatan dari Singapura, Solo, dan Bandung, yang merujuk pada gerakan politik tertentu dengan target pada bulan Oktober mendatang.
Narasi tersebut mengarah pada sosok KDM karena posisinya yang berada di Bandung.

Menanggapi hal tersebut, KDM awalnya merespons dengan santai bahkan sempat berseloroh. Sambil tertawa, ia berkelakar bahwa satu-satunya ikatan “SSB” yang ia ikuti secara tekun di Bandung adalah Sekolah Sepak Bola.

“Mengenai tuduhan keterkaitan dengan kelompok ‘SSB’, kalau SSB yang saya tekuni sejatinya adalah Sekolah Sepak Bola di Bandung,” ujar KDM dengan nada bercanda dalam pernyataannya seperti yajg diunggah dalam akun TikTok KDM Bapak aing,Jumat, 21/8/2026.

Tidak hanya itu, terkait istilah “kudeta”, KDM juga menanggapinya dengan kelakar khas. Menurutnya, bagi sebagian warga Jawa Barat, istilah “kudeta” sering kali diplesetkan menjadi ungkapan Sunda, “kudedi teh anggus”.

Ungkapan tersebut bermakna bahwa suatu masalah atau persoalan di lapangan dipastikan langsung selesai ketika Kang Dedi hadir di tengah-tengah masyarakat.

Tegaskan Isu Tidak Berdasar dan Memecah Belah

Meski sempat menanggapi dengan humor, Gubernur Jawa Barat tersebut kemudian memberikan penegasan serius. Ia menyatakan rasa herannya terhadap analisis spekulatif yang tidak didasarkan pada fakta riil dan bukti konkret di lapangan.

“Apa yang Bapak sampaikan itu tidak memiliki dasar pijakan yang jelas,” tegas KDM merujuk pada pernyataan tokoh senior tersebut.Lebih lanjut, ia memperingatkan dampak negatif dari penyebaran narasi konfrontatif semacam ini.

Menurutnya, tuduhan yang tidak berdasar hanya akan menciptakan kegaduhan politik yang tidak perlu dan berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.

KDM menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mendukung efektivitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan nasional berjalan lancar, pertumbuhan ekonomi meningkat, serta kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Ajakan Menjaga Stabilitas dan Iklim Investasi

Daripada terjebak dalam pusaran isu politik yang tidak produktif, KDM mengajak seluruh elemen bangsa dan tokoh publik untuk berfokus pada pembangunan daerah. Ia mengimbau agar para pengamat dan tokoh publik dapat membangun opini yang menyejukkan serta berbasis pada fakta yang kuat, alih-alih melempar narasi yang berpotensi memecah belah dan menimbulkan rasa takut bagi para pelaku usaha.

“Mari kita bersama-sama menjaga iklim investasi demi kemajuan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(SS/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *