Respon Cepat Keluhan Petani, Plt. Bupati Bekasi Turun ke Lapangan Atasi Kekeringan di Sejumlah Wilayah
- account_circle Suryo
- calendar_month 16 menit yang lalu
- print Cetak

Keterangan foto : Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat meninjau langsung ke Iri gasi di Pebayuran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Respon Cepat Keluhan Petani, Plt. Bupati Bekasi Turun ke Lapangan Atasi Kekeringan di Sejumlah Wilayah
BEKASI — TEMPORATUR.COM
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, secara aktif menggelar rangkaian kunjungan lapangan guna merespons cepat keluhan para petani terkait krisis air.
Langkah taktis ini diambil sebagai upaya nyata Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mengatasi kekeringan dan mengantisipasi meluasnya fenomena gagal panen (puso) di sektor pertanian setempat.
“Setiap aspirasi yang disampaikan oleh para petani adalah prioritas kami. Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen penuh untuk bergerak cepat mencarikan solusi konkret, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar hak-hak pengairan para petani kita terpenuhi dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” tegas Asep Surya Atmaja saat memberikan keterangan pers di sela peninjauannya
Fokus penanganan kekeringan ini menyasar sejumlah titik krusial. Di Kecamatan Sukawangi, Plt. Bupati meninjau langsung area persawahan yang terancam puso akibat minimnya pasokan air. Dalam tinjauan tersebut, kendala utama yang ditemukan adalah pendangkalan serius pada saluran irigasi Kali Mati di sekitar Jembatan Muara yang menghambat distribusi air ke lahan warga.
“Masalah pendangkalan di Kali Mati Sukawangi ini harus segera kita urai. Saluran air tidak boleh tersumbat agar pasokan bisa mengalir lancar sampai ke hilir persawahan,” ujar Asep. (15/9/2026).
Untuk mempercepat pemulihan jaringan irigasi, inspeksi lapangan juga diperluas ke wilayah Kecamatan Pebayuran. Plt. Bupati Bekasi mengecek langsung Saluran Sekunder (SS) Bendung Kedunggede (BKG) yang melintasi wilayah terdampak kekeringan parah, termasuk di Desa Karangharja dan Desa Karangsegar.
Guna mempercepat proses normalisasi irigasi, Pemkab Bekasi langsung mengoordinasikan langkah taktis bersama Dinas Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Perum Jasa Tirta (PJT) II.
“Di Pebayuran, kami melihat langsung hambatan aliran air akibat sedimentasi dan eceng gondok di titik BKG. Saya sudah instruksikan dinas terkait bersama BBWS dan PJT II untuk mengebut normalisasi tanggul dan mempercepat pembersihan saluran agar pasokan air segera sampai ke sawah-sawah warga yang kering,” tambahnya.
Selain peninjauan fisik di lapangan, ruang dialog juga dibuka lebar melalui audiensi langsung bersama perwakilan petani dari wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Dialog ini difokuskan untuk memetakan kebutuhan mendesak para petani serta merumuskan strategi bersama dalam menghadapi musim kemarau.
Di samping penanganan jangka pendek terhadap kekeringan, Pemkab Bekasi juga menyiapkan strategi jangka panjang demi keberlanjutan sektor pangan. Plt. Bupati mendorong generasi muda di Kabupaten Bekasi untuk ikut ambil bagian dalam modernisasi pertanian berbasis teknologi, seperti penggunaan alat penguji pH tanah serta pengembangan hilirisasi komoditas padi menjadi beras siap jual.
“Kita perlu melakukan regenerasi di sektor ini. Anak-anak muda harus bangga menjadi petani modern yang melek teknologi dan mampu mengolah padi menjadi produk beras siap jual, sehingga bisa menyerap potensi pasar lokal kita sendiri secara mandiri,” pungkas Asep Surya Atmaja.
(SS)
- Penulis: Suryo
- Editor: Suryo Sudarmo
- Sumber: https://temporatur.com/


Saat ini belum ada komentar