Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi & Bisnis » 5 Cara Meningkatkan Kompetensi Karyawan di Era Digital

5 Cara Meningkatkan Kompetensi Karyawan di Era Digital

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Senin, 23 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perlu cara yang lebih efektif untuk bisa bersaing dengan kompetitor di era digital yang dinamis ini, tapi terlalu banyak informasi yang malah membuat ragu untuk mencoba?

Nah, untungnya sekarang sudah ada solusi yang bisa membantu karyawan di perusahaan Anda agar lebih siap beradaptasi dengan perkembangan zaman. Yuk, simak dan coba terapkan!

1. Biasakan menggunakan komunikasi berbasis digital untuk urusan kantor

Burnout terjadi salah satunya karena banyaknya komunikasi pekerjaan dilakukan melalui platform komunikasi yang juga digunakan untuk urusan pribadi. Agar karyawan tetap fokus, pilih dan gunakanlah saluran komunikasi khusus berbasis digital untuk koordinasi pada jam kerja.

2. Manfaatkan data performa sebagai dasar personalisasi pelatihan

Dengan identifikasi secara berkala melalui evaluasi data performa, perusahaan bisa melakukan pelatihan yang lebih personalized sesuai dengan tingkat keahlian, potensi, dan tanggung jawab dari karyawan tersebut. Misalnya dengan mengikutsertakan mereka pada pelatihan dari pakar yang sesuai dengan jabatan atau tugas yang akan diemban karyawan.

3. Mengintegrasikan pelatihan soft skills dengan teknologi digital

Kompetensi terkait soft skills seperti komunikasi dan kepemimpinan juga sangat penting untuk dibangun dengan bantuan teknologi. Misalnya dengan pelatihan berbasis video tutorial atau simulasi yang interaktif.

4. Menggunakan Learning Management System

Perusahaan yang memiliki kantor maupun karyawan di beberapa lokasi, tentunya perlu lebih efektif untuk membangun kompetensi timnya. Sebuah Learning Management System (LMS) menyediakan sebuah platform yang memungkinkan perusahaan untuk menyediakan pelatihan online yang terpersonalisasi, fleksibel, dan terstruktur agar mudah diakses tanpa terbatas lokasi dan zona waktu.

5. Menerapkan gamifikasi dalam pelatihan

Play is learning in disguise! Dengan memanfaatkan elemen gamifikasi seperti points, badge, dan leaderboard, antusiasme karyawan untuk mengikuti pelatihan bisa meningkat. Apalagi jika perusahaan menyiapkan reward yang setara untuk usaha mereka dalam menyelesaikan pelatihan dengan baik.

Investasi dalam pengembangan karyawan adalah investasi yang tidak hanya menguntungkan mereka, tetapi juga perusahaan secara keseluruhan. Salah satu platform Learning Management System yang layak dicoba untuk membantu efektivitas perusahaan Anda adalah NusaLMS. Dengan kolaborasi antara sistem dengan fitur yang inovatif, materi pelatihan yang tepat, serta reward yang membuat semangat, karyawan akan lebih siap dan termotivasi untuk bersaing di era digital.

NusaLMS adalah penyedia platform Sistem Manajemen Pembelajaran/Learning Management System (LMS) terpadu yang dirancang untuk beragam industri seperti ritel, perbankan, pendidikan, dan kesehatan. Dengan fitur yang inovatif, proses pelatihan, orientasi karyawan, kepatuhan, dan materi peningkatan keterampilan lain dapat dengan mudah dirancang sesuai kebutuhan perusahaan dan bisnis Anda.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto ilustrasi

    Relawan Lasarus Siap Satukan Keberagaman Dalam Acara Halal Bihalal Akbar Demi Kemajuan Kalbar

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Relawan Lasarus Siap Satukan Keberagaman Dalam Acara Halal Bihalal Akbar Demi Kemajuan Kalbar

  • Keterangan foto: Persidangan Perkara Gugatan 5 Milyar Arny Ternatani kepada Iwan Sumule di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa 11/02/2025.(ft: Den)

    Perkara Gugatan 5 Milyar Iwan Sumule oleh Arny Ternatani di PN Jakpus Masuk Tahap Mediasi

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Dengan kedatangan Bank Mandiri hari ini, kebenaran akan terungkap apakah Iwan Sumule benar-benar telah menarik uang sebesar 5 Milyar dari rekening bersama tanpa izin kami, yang seharusnya digunakan untuk biaya kampanye Pileg 2014 di Papua.

  • Polsek Setu gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1446 H, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Bekasi – Temporatur.com, Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, SH., MH., menggelar kegiatan halal bihalal atau silaturahmi saling memberi maaf dengan PJU Polsek Setu, selesai pelaksanaan apel pagi di halaman mako Polsek Setu, Rabu (9/4/2025). Sebelumnya Kapolsek Setu mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat selama Operasi Ketupat 2025, sehingga opersasi […]

  • Bupati Taput Tinjau Tiga Sekolah Dasar di Kecamatan Parmonangan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Taput – Temporatur.com |Komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mewujudkan pemerataan pendidikan terus diwujudkan hingga ke wilayah terpencil. Jarak yang jauh dan medan yang menantang tidak menjadi penghalang untuk memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama atas pendidikan yang berkualitas. Sebagai bentuk kepedulian tersebut, Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., meninjau […]

  • JAM DATUN dan PT Nindya Karya Jalin Kerja Sama untuk Mitigasi Risiko Hukum di Bidang Konstruksi

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    JAM DATUN dan PT Nindya Karya Jalin Kerja Sama untuk Mitigasi Risiko Hukum di Bidang Konstruksi

  • APBD Kabupaten Bekasi Setiap Tahun Membengkak Buat Belanja Pegawai

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    *APBD Kabupaten Bekasi setiap tahun Membengkak Buat Belanja Pegawai*

    Bekasi-MHB
    Kabupaten Bekasi merupakan Kabupaten yang masuk kedalam kategori Kabupaten yang memiliki APBD terbesar di Provinsi Jawa barat yang mencapai kisaran 7 Trilyun setiap tahunnya.

    Sehingga anggaran biaya belanja pegawainya mencapai angka pantastik dengan 2 Trilyun pertahun nya dan menjadi sorotan para pemerhati publik dan lembaga sosial kontrol tak terkecuali LSM Sniper Indonesia.

    Pemerhati kebijakan publik dan Ketua Umum Sniper Indonesia, Gunawan mengatakan terkait dengan keterangan Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan ke media beberapa waktu lau bahwa, “hampir satu per tiga atau sekitar Rp 2 triliun dari total APBD sebesar Rp 6,6 triliun dialokasikan untuk membayar gaji ASN maupun Non ASN sampai operasional di lingkungan Pemkab Bekasi.”

    “Pegawai kita itu hampir 15 ribu ASN-nya, 15 ribu juga Non PNS-nya. Kebanyakan guru. Itu ada gajinya, ada tunjangannya, dan lainnya. Termasuk operasional dan sebagainya. Angka itu (Rp 2 triliun) tidak bisa diotak-atik.”

    Atas hal itu, Gunawan menyampaikan bahwa perlunya pengkajian mengenai berapa jumlah pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) betul-betul dibutuhkan dan berapa jumlah belanja pegawai yang diperlukan di pemerintahan Kabupaten Bekasi (Realnya) agar tercipta Efesiansi anggaran.

    Menurutnya, “jika satu per tiga atau sekitar Rp 2 triliun dari total APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 6,6 triliun dialokasikan untuk membayar gaji ASN maupun Non ASN sampai operasional di lingkungan Pemkab Bekasi. Sementara biaya belanja infrastruktur hanya 2 trilyun dan itupun dibagikan kepada 32 SKPD. Coba bayangkan alokasi anggaran pembangunan masih minim karena habis terkuras oleh anggaran belanja pegawai.

    “Kalau terus-terusan APBD Kabupaten Bekasi setiap tahunnya terkuras habis karena biaya belanja pegawai membengkak, lalu bagaimana untuk anggaran membangun infrastruktur gedung pendidikan dan kesehatan, jembatan maupun jalan? Sebab majunya suatu daerah karena terbangunnya akses pelayanan publik yang baik seperti pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan tranportasi (jalan dan jembatan). Kesemuanya itu adalah berperan penting terbangunnya masyarakat sejahtera.”

    “Pemkab Bekasi harus berani melakukan efesiensi anggaran dibelanja pegawai atau melakukan inopasi-inopasi mencari potensi potensi pendapatan daerah, baik dari retribusi ataupun pajak daerah,” pungkas Gunawan.

expand_less