Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Taput Tingkatkan Kapasitas 27 Personel TAGANA
- account_circle Suryo Sudharmo
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Taput– Temporatur.com | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana sekaligus meningkatkan kapasitas relawan agar mampu memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat, tepat, dan humanis.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 yang resmi dibuka di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kecamatan Siborongborong, Senin (10/8).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si., mewakili Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. Pelatihan turut menghadirkan narasumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Pelatihan berlangsung selama empat hari dan diikuti 27 personel TAGANA. Peserta mendapatkan penguatan kapasitas dalam berbagai aspek penanganan bencana, mulai dari pengelolaan pengungsian, penyelenggaraan dapur umum, pertolongan pertama dan evakuasi, hingga penguatan koordinasi serta solidaritas dalam penanganan keadaan darurat.
Dalam pengelolaan pengungsian, peserta dibekali pemahaman mengenai penataan tempat evakuasi yang aman, nyaman, serta memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Sementara dalam pengelolaan dapur umum, TAGANA dilatih memastikan penyediaan makanan yang higienis, bergizi, serta terdistribusi secara tertib dan adil kepada masyarakat terdampak bencana.
Pelatihan juga memperkuat kemampuan peserta dalam pertolongan pertama dan evakuasi, termasuk teknik penyelamatan jiwa serta penanganan kondisi darurat secara cepat dan terukur. Selain itu, aspek koordinasi lintas sektor dan semangat gotong royong turut menjadi bagian penting dalam membangun respons bencana yang efektif.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap peningkatan kapasitas TAGANA dapat memperkuat kesiapsiagaan daerah sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan kemanusiaan yang optimal ketika bencana terjadi.
Kehadiran relawan yang terampil, responsif, dan mengedepankan nilai kemanusiaan diharapkan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan Tapanuli Utara yang semakin tangguh menghadapi bencana.(NH)
- Penulis: Suryo Sudharmo




Saat ini belum ada komentar