Sampah Numpuk di Kali, Kota Depok Kurang Peduli Terhadap Kebersihan Lingkungan
Kepedulian masyarakat terhadap sampah sangat kurang karena masyarakat masih menganggap sepele dalam hal membuang sampah pada tempatnya.
Masyarakat masih terbiasa membuang sampah sembarangan, apalagi masyarakat yang tinggal dekat dengan sungai, ataupun dari pihak perusahaan pabrik mereka selalu membuang segala jenis sampah ke dalam sungai.
Tanpa disadari semua sampah yang dibuang ke dalam sungai, memperlambat aliran sungai karena terjadi tumpukan sampah yang banyak dan bahkan bisa terjadi banjir ketika musim hujan datang.
Seperti halnya di Kota Depok sampah yang menumpuk di aliran kali kecil semakin sulit diatasi dan kian bertambah dari waktu ke waktu. Mungkin petugas dan armada pengangkut sampah tampaknya kewalahan dengan keberadaan tempat sampah liar yang terus bermunculan.
Salah satu titik yang mengalami penumpukan sampah parah adalah di aliran kali kecil tepat nya jalan Pramuka – Villa Santika Kota Depok, Minggu (03/05/26) tampak terlihat sampah yang menumpuk bahkan hingga panjang. Kondisi ini tak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga mengancam kesehatan warga sekitar dan mengakibatkan banjir.
Menanggapi hal tersebut Bang Awil selaku tokoh masyarakat dan pengamat kebijakan publik mengatakan soal sampah menjadi hal yang tidak bisa dianggap remeh karena itu dihasilkan setiap hari dari setiap rumah tangga yang lokasi sebarannya sangat tidak terbatas.
“Ada yang membuang sampah sembarangan. Ada yang membuang sampah sembarangan di jalan, aliran sungai dan di beberapa tempat lain,” ujarnya kepada Wartawan, Minggu (03/05/26).
Dikatakan dirinya, “Kalau sampah yang menumpuk di aliran sungai atau kali akan menghambat aliran air. Saat hujan deras turun, air tidak bisa mengalir dengan lancar. Akhirnya, air meluap ke jalan dan pemukiman warga. Ini bukan teori, ini fakta yang bisa kita lihat sendiri setiap kali banjir terjadi.” ujarnya.
Yang lebih menyedihkan menurut Dia, “banyak Warga yang masih menyalahkan pemerintah sepenuhnya tanpa melihat perannya sendiri. Seolah-olah semua kesalahan ada di pihak lain. Padahal, kalau setiap orang menjaga lingkungannya, minimal dampak banjir bisa berkurang.” ujarnya.
(Rizky Tile)















