Visioner dan Berani, Dr. (C) Saor Siagian Mengemuka sebagai Calon Kuat Ketua Umum Peradi RBA 2026–2031
Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Peradi Rumah Bersama Advokat (RBA) yang dijadwalkan pada April 2026 di Jakarta, bursa calon Ketua Umum mulai mengerucut. Nama Dr. (C) Saor Siagian, S.H., M.H., kini menjadi sorotan utama sebagai kandidat yang dinilai paling mumpuni untuk menakhodai organisasi advokat tersebut pada periode 2026–2031.
Dikenal dengan rekam jejak yang bersih dan tanpa kompromi, Saor Siagian dinilai memiliki tiga pilar utama kepemimpinan: visioner, berintegritas, dan berani tanpa batas.
Rekam Jejak Tiga Dekade dan Keberanian Berprinsip
Sebagai Wakil Ketua Umum DPN Peradi RBA saat ini, Saor membawa pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia hukum dan aktivisme Hak Asasi Manusia (HAM). Sosoknya tidak hanya tajam di meja hijau, tetapi juga vokal di ruang publik. Dedikasinya teruji saat ia berdiri di barisan depan membela penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menunjukkan konsistensi dalam menjaga marwah penegakan hukum di Indonesia.
Visi Demokratisasi: One Man One Vote
Salah satu terobosan besar yang diusung Saor dalam visinya “Bersatu Majukan Peradi” adalah dorongan kuat terhadap sistem pemilihan One Man One Vote (satu anggota satu suara). Langkah ini dipandang sebagai gerakan revolusioner untuk mengembalikan kedaulatan ke tangan anggota dan memastikan proses demokrasi yang sehat di tubuh organisasi.
Integritas Saor juga mendapat pengakuan luas di luar dunia advokat, terbukti dengan amanah yang diembannya sebagai Komisaris Independen PT Semen Indonesia dan perannya sebagai Ketua Tim Advokat Penegakan Hukum Anti Premanisme (TUMPAS).
Dukungan Masif dari Seluruh Indonesia
Gelombang dukungan terhadap Saor Siagian terus mengalir deras. Tercatat, sedikitnya 22 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa Timur seperti Malang dan Jember, hingga wilayah Kalimantan, telah menyatakan dukungan resmi.
Praktisi hukum asal Kalimantan, Jelani Christo, menyatakan bahwa Saor adalah sosok pemersatu.
“Saor adalah figur yang mampu merangkul seluruh advokat dan membawa Peradi RBA ke arah yang lebih adil dan bermartabat,” ungkapnya.
Menuju Munas 2026
Munas mendatang akan menjadi titik krusial bagi masa depan Peradi RBA.
Bagi para pendukungnya, Saor Siagian bukan sekadar calon pemimpin organisasi, melainkan simbol pejuang keadilan yang konsisten menjaga kehormatan profesi (officium nobile).
Dengan pondasi kepemimpinan yang kuat dan dukungan yang terus meluas, Saor Siagian diprediksi akan menjadi figur sentral yang menentukan arah baru Peradi RBA yang lebih kuat, mandiri, dan berintegritas di masa depan.
(Red)















