Saling Lapor, Ketum PAB Desak Polisi Tangkap Waketum PSI Terkait Dugaan Penganiayaan dan Rasisme
Ketua Umum Pemersatu Anak Bangsa (PAB) Berty mengutuk keras dugaan tindakan rasisme dan penganiayaan yang dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A. Sinaga alias Bro Ron. Pernyataan ini buntut dari insiden yang terjadi pada Selasa (5/5/2026) dan viral di media sosial.
Berty menegaskan bahwa ucapan rasis yang diduga dilontarkan Ronald telah melukai perasaan warga negara Indonesia, khususnya masyarakat dari wilayah Indonesia Bagian Timur.
“Kami meminta dengan tegas kepada aparat penegak hukum (APH) untuk segera menangkap pelaku rasisme tersebut. Tindakan ini sangat biadab dan tidak bisa ditoleransi,” ujar Berty dalam keterangannya di Bekasi, Rabu, 6/5/2026.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula saat seorang pria bernama Rijal mendatangi firma hukum Michael Putra and Partners (MPP).
Rijal, yang juga merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mengaku awalnya tidak mengetahui duduk perkara di lokasi tersebut. Namun, situasi memanas ketika ia mengeklaim menerima makian bernada rasis dari Ronald Sinaga.
“Dia bilang kamu babu, kamu budak, kamu boneka. Kamu an*ng, kamu A**bn Mo**t. Di saat itu.
Dia juga mengeluarkan kata-kata rasis dan langsung memukul bagian ulu hati saya,” ungkap Rijal dalam sebuah rekaman video.
Rijal menambahkan bahwa kepalanya sempat ditekan oleh pelaku sebelum kericuhan pecah. Meski sempat diredam petugas, Rijal yang tersulut emosi mengaku kembali naik ke lantai atas dan melakukan pembalasan dengan memukul wajah Ronald.
Aksi saling pukul ini pun terekam kamera dan tersebar luas.
Saling Lapor ke Kepolisian
Buntut dari kejadian tersebut, Rijal bersama seorang rekannya sempat diamankan pihak kepolisian atas laporan Ronald Sinaga.
Namun, Rijal menegaskan dirinya telah melaporkan balik Waketum PSI tersebut atas dugaan penganiayaan dan rasisme.
“Saya sudah menjalani visum dan sudah melaporkan balik ke polisi,” tegas Rijal.
Desakan Terhadap Internal
PAB juga memberikan ultimatum keras kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka menuntut agar partai yang identik dengan anak muda tersebut segera menonaktifkan atau memecat Ronald Sinaga dari jabatannya.Ketum PAB menyindir konsistensi PSI yang sebelumnya sangat keras mengecam kasus rasisme ketua RT di Pluit.
Jika tuntutan pemecatan ini tidak dipenuhi, PAB mengancam akan mengerahkan massa Indonesia Timur untuk keluar dari barisan pendukung partai tersebut.
“Segera keluarkan atau nonaktifkan Ronald Sinaga karena sudah mencoreng nama partai. Jika tidak, kami warga Indonesia Bagian Timur akan keluar dari PSI,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PSI maupun Ronald Sinaga belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan laporan balik tersebut.
(Red)















