Darurat Judi Online: Jawa Barat dan Jakarta Puncaki Daftar Pemain Terbanyak Sejak 2024

Darurat Judi Online: Jawa Barat dan Jakarta Puncaki Daftar Pemain Terbanyak Sejak 2024
Dok.Istimewa (ilustrasi foto)

Darurat Judi Online: Jawa Barat dan Jakarta Puncaki Daftar Pemain Terbanyak Sejak 2024

JAKARTA – Temporatur.com

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan lonjakan signifikan dalam aktivitas judi online (judol) di Indonesia sepanjang tahun 2024.

Hingga pertengahan tahun ini, jumlah pemain judi online di tanah air tercatat telah menembus angka 4 juta orang.

Data menunjukkan bahwa penyebaran pemain judi online tidak merata, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah Pulau Jawa. Jawa Barat secara konsisten menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan jumlah pemain dan nilai transaksi tertinggi di Indonesia.

Daftar 5 Provinsi dengan Pemain & Transaksi Tertinggi

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan PPATK yang dipaparkan oleh Satgas Pemberantasan Judi Online, berikut adalah lima provinsi dengan akumulasi transaksi dan jumlah pemain paling masif:

Jawa Barat: Menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 952.281 pemain. Nilai transaksi deposit di wilayah ini mencapai angka fantastis sebesar Rp3,8 triliun.

DKI Jakarta: Berada di posisi kedua dengan jumlah pemain sebanyak 334.144 orang. Total transaksi di ibu kota tercatat mencapai Rp2,3 triliun.

Jawa Tengah: Mencatatkan sekitar 201.963 pemain dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp1,3 triliun.

Jawa Timur: Menempati urutan keempat dengan jumlah pemain sebanyak 135.227 orang dan nilai transaksi sekitar Rp1,015 triliun.

Banten: Melengkapi daftar lima besar dengan jumlah pemain 105.302 orang dan total transaksi sebesar Rp1,002 triliun.

Tren Peningkatan Nasional

PPATK mencatat bahwa perputaran dana judi online secara nasional pada tahun 2024 diproyeksikan terus meningkat. Jika pada tahun 2023 total perputaran dana mencapai Rp327 triliun, pada tahun 2024 angka tersebut diperkirakan menembus Rp359 triliun.
Salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah keterlibatan lintas usia dan profesi.

Tercatat lebih dari 197.000 anak berusia di bawah 11 hingga 19 tahun telah terpapar aktivitas haram ini. Selain itu, PPATK juga mendeteksi adanya ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam transaksi judi online di berbagai daerah.

Upaya Penanganan
Pemerintah melalui Satgas Pemberantasan Judi Online terus mengintensifkan pemblokiran situs dan rekening yang terindikasi terkait judi daring. PPATK menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat di wilayah-wilayah “merah” seperti Jawa Barat dan Jakarta guna menekan angka kriminalitas dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh judi online.

Update Data PPATK 2025: Jawa Barat Tetap Tertinggi, DKI Jakarta Alami Lonjakan

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merilis data terbaru mengenai aktivitas judi online di Indonesia untuk periode 2024 hingga pertengahan 2025.

Meskipun pemerintah telah melakukan “perang total” melalui Satgas Pemberantasan Judi Online, beberapa wilayah masih mencatatkan angka keterlibatan masyarakat yang sangat tinggi.

Hingga kuartal pertama 2025, PPATK mencatat terdapat sekitar 1,07 juta orang Indonesia yang aktif berpartisipasi dalam judi daring.

Angka ini merupakan bagian dari tren fluktuatif setelah pada tahun 2024 jumlah pemain sempat menyentuh angka 9,78 juta orang secara akumulatif.

Daftar Provinsi dengan Pemain Terbanyak (Update 2025)

Berdasarkan data transaksi keuangan yang dipetakan oleh PPATK, berikut adalah provinsi dengan paparan judi online paling masif:

Jawa Barat: Tetap menduduki peringkat pertama nasional

Pada akhir 2024, jumlah pemain tercatat sebanyak 952.281 orang, namun memasuki tahun 2025, angka keterlibatan di wilayah ini diproyeksikan meningkat hingga mencapai 2,6 juta pemain dengan nilai transaksi deposit mencapai triliunan rupiah.

DKI Jakarta: Menempati posisi kedua dengan kenaikan peringkat yang signifikan di tahun 2025

Hingga Juli 2025, tercatat sekitar 600.000 warga Jakarta terlibat judi online dengan nilai deposit mencapai Rp3 triliun.

Jawa Tengah: Berada di posisi ketiga dengan jumlah pemain melampaui 520.000 orang

Jawa Timur: Masuk dalam kategori wilayah rawan dengan tren transaksi yang terus dipantau secara ketat oleh otoritas keuangan

Banten: Melengkapi lima besar provinsi dengan aktivitas transaksi judi online paling aktif di Indonesia

Penurunan Transaksi Nasional di Akhir 2025

Meskipun jumlah pemain di beberapa titik masih tinggi, Kepala PPATK menyatakan adanya keberhasilan dalam menekan nilai perputaran uang.

Tahun 2024: Total transaksi mencapai Rp359 triliun.

Tahun 2025 (Hingga Oktober): Nilai perputaran berhasil ditekan hingga Rp155 triliun, atau turun sekitar 56-57 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Penurunan ini diklaim sebagai hasil dari masifnya pemblokiran rekening oleh pihak perbankan dan OJK atas rekomendasi PPATK.

Satu temuan yang terus menjadi sorotan di tahun 2025 adalah keterlibatan anak-anak.

PPATK menemukan bahwa sekitar 2% pemain atau sekitar 80.000 anak berusia di bawah 10 tahun telah terpapar judi online. Hal ini dipicu oleh kemudahan akses internet yang tidak dibatasi dan pengaruh iklan terselubung di platform digital.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena aliran dana judi online seringkali terhubung dengan tindak pidana lain seperti penipuan dan narkotika. Masyarakat dapat memantau edukasi pencegahan melalui laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *