Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Muhammad Ilam Anak 14 Tahun 2 Tahun Menderita Menengitis TB dan Gizi Buruk Luput dari Perhatian Pemkab Bekasi

Muhammad Ilam Anak 14 Tahun 2 Tahun Menderita Menengitis TB dan Gizi Buruk Luput dari Perhatian Pemkab Bekasi

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muhammad Ilam Anak 14 Tahun 2 Tahun Menderita Menengitis TB dan Gizi Buruk Luput dari Perhatian Pemkab Bekasi

Kabupaten Bekasi – Temporatur.com 

Muhammad Ilham, seorang anak berusia 14 tahun, sudah terbaring sakit selama dua tahun di tempat tidur.

Putra ke-5 dari pasangan Wasina dan Darmiyati, yang tinggal menumpang di rumah saudara adik kandung ibu Darmiyati di Perumahan Bumi Citra Lestari (BCL),Blok  ( E ) 9 No 35,Jln Sadewa 6, RT. 014, RW 018, Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ilham menderita penyakit Meningitis TB (Meningitis Tubercolosis) dan gizi buruk, yang membuatnya tidak mampu berjalan dan berbicara tuhuhnya pun kurus, setelah menjalani pengobatan di beberapa rumah sakit.

Keterangan foto: Darmiyati dan Wasina mendampingi M.Ilham saat wawancara Temporatur.com (Jumat, 24/01/2025)

Keterangan foto: Darmiyati dan Wasina mendampingi M.Ilham saat wawancara Temporatur.com (Jumat, 24/01/2025)

Saat ini, kondisinya lemah dan Ilham harus diberikan susu melalui selang serta bantuan oksigen untuk bertahan hidup.

Darmiyati, ibu dari Muhammad Ilham, merasa sangat sulit memperjuangkan perobatan bagi anak bungsunya tersebut.

Setiap minggu, mereka harus pergi berobat dua kali ke RS Cipo Mangunkusumo dengan biaya transportasi sebesar 500 ribu rupiah menggunakan Grab mobil, yang menjadi kendala karena keterbatasan biaya.

Mereka sudah kehabisan biaya untuk perobatan Ilham, termasuk kontrol di RSCM dan pembelian alat medis yang tidak dicover oleh KIS.

Darmiyati merasa bingung dan membutuhkan bantuan untuk menyembuhkan anaknya.

“Kami sudah kehabisan biaya untuk perobatan M.Ilham, karena untuk perobatannya 2 kali control dalam seminggu ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) dengan naik grab pulang pergi 500 ribu rupiah, belum beli selang untuk mengeluarkan dahak Ilham, ungkap Darmiyati.

Selama dua tahun merawat anaknya yang sakit, Darmiyati juga merasa kurang perhatian dari pemerintah setempat. Meski demikian, mereka pernah mendapatkan bantuan dari Baznas Kabupaten Bekasi senilai 1,5 juta enam bulan yang lalu, yang sangat membantu dalam ongkos perobatan.

Darmiyati pun berharap agar Presiden Prabowo dapat membantu menyembuhkan Ilham dengan perobatan yang maksimal. Dia berharap agar pemerintah bisa lebih peduli terhadap rakyat kecil seperti dirinya tutur Darmiyati dengan meneteskan air mata,(Jumat 24/01/2025)

Pemerintah tolong peduliin rakyat kecil seperti saya, saya pingin sekali nmengadu ke pak Presiden Prabowo”, ucap Darmiyati.

Sementara itu, ayah Ilham, Wasina, yang bekerja sebagai satpam, hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada dan berharap ada dermawan yang bersedia membantu dalam perobatan putranya. Mereka sangat membutuhkan dukungan dan bantuan untuk merawat Ilham, sehingga dia bisa sembuh dan kembali hidup normal. Semoga semua yang membaca bisa turut memberikan dukungan dan doa untuk kesembuhan Muhammad Ilham.***

(SS/Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less