Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Renih, Lansia Sakit Parah di Sukakarya, Hanya Bisa Terbaring Karena Tak Ada Biaya Berobat

Renih, Lansia Sakit Parah di Sukakarya, Hanya Bisa Terbaring Karena Tak Ada Biaya Berobat

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Renih, Lansia Sakit Parah di Sukakarya, Hanya Bisa Terbaring Karena Tak Ada Biaya Berobat

Bekasi-Temporatur.com

Kisah memilukan datang dari Kampung Gamprit RT 004 RW 002, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Seorang lansia bernama Renih (85) menderita komplikasi penyakit parah hingga hanya bisa terbaring selama hampir lima bulan terakhir. Ironisnya, keterbatasan biaya membuatnya tidak pernah mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Renih mengalami pembengkakan pada kakinya yang membuatnya tidak mampu berjalan. Kini, ia tinggal bersama adik kandungnya, Amad, setelah suaminya lama meninggal. Mirisnya, anak-anaknya disebut kurang peduli terhadap kondisi ibunya.

“Kakak saya sakit komplikasi, kakinya bengkak dan tidak bisa berjalan. Setiap hari hanya terbaring di tempat tidur. Suaminya sudah lama meninggal, dan sekarang tinggal bersama saya. Anak-anaknya kurang memperhatikannya,” ungkap Amad pada Kamis (16/1/2025).

Amad, yang bekerja sebagai penggali kubur, mengaku bingung harus bagaimana menghadapi kondisi kakaknya. Pendapatan yang minim bahkan sulit untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, apalagi untuk membiayai pengobatan.

“Saya benar-benar bingung. Jangan kan untuk biaya berobat, untuk makan sehari-hari saja masih kesulitan,” tutur Amad dengan mata berkaca-kaca.

Amad berharap pemerintah atau pihak terkait segera turun tangan membantu pengobatan kakaknya. Kondisi ini menggambarkan realitas pahit warga miskin yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, lembaga sosial, atau komunitas kemanusiaan untuk membantu kakak saya, agar ia mendapatkan perawatan medis yang layak,” ujar Amad penuh harap.

Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kelompok rentan seperti lansia yang hidup dalam kesulitan. Semoga langkah cepat dapat diambil, sehingga Renih bisa menjalani hari tuanya dengan lebih baik.**

(ER)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less