Sejarah, Temporatur.com – Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso, seorang perwira TNI Angkatan Udara yang dikenal tampan, gagah, berambut jambul, dan akrab disapa “Pacul” oleh teman-temannya, mereka menikah tahun 1968 dan dikaruniai dua putra sebelum Surindro gugur dalam kecelakaan pesawat tahun 1970 di Biak. Surindro Supjarso lahir di Batavia pada tanggal 5 Juli 1943, ayahnya bernama dr. A. Dadi Djokrodipo. Mengikuti pendidikan umum sekolah rakyat dan SMP di Tanjung Karang Lampung, melanjutkan pendidikan di SMA bagian B Cikini Jakarta, lulus tahun 1962. Pada tahun 1963 menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Udara dan pada tahun 1967 lulus dari Akademi Angkatan Udara dan dilantik sebagai Letnan Dua Penerbang. Dinas pertamanya di Koops Halim Perdanakusuma, tahun 1968 ditempatkan sebagai anggota Skadron 42 Wing Ops 003 Lanud Iswahjudi dan menjadi penerbang pesawat TU-16 KS BADGER B. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaPesawat TU-16 KS BADGER B adalah pesawat pengebom dengan […]
Munawar Fuad NOEH, budak lembur Cibarusah, dimasa kecil biasa dipanggil Ateng, padahal di Kartu Tanda Penduduk atau dokumen resmi tak ada kata itu.. Ceritanya, di lingkungan Kampung Babakan Cibarusah (KBC), kerap terdapat inisial, atribusi atau katanya gelar keturunan disematkan RADEN.
Banyak keluarga di lingkungan KBC melekatkan tulisan Raden, lalu keluarganya memanggil raden, dengan plesetan cadel, panggilan aten atau ateng. Begitulah para orang tua dan leluhur menuturkan banyak cerita lahirnya sebuah kampung Bernama Babakan Cibarusah yang saat itu menjadi bagian Bogor, hingga tahun 1950 Cibarusah menjadi bagian Bekasi.
Berita Terbaru
Kategori: Tokoh Profil
Suhari alias Aoh Terjerat UU ITE dan Pornografi Segera di Borgol
JAKARTA, Temporatur.com — Laporan polisi yang diajukan oleh Budi pada 18 September 2018 dengan Nomor: LP/4994/IX/2018/PMJ/Ditreskrimsus diyakini segera memasuki babak baru. Penyidik tengah mempersiapkan pelimpahan tahap dua berupa penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Keyakinan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Budi. Faomasi Laia, yang menjelaskan bahwa proses pemberkasan perkara telah mendekati final. Dengan demikian, dalam waktu dekat penanganan perkara akan beralih dari tahap penyidikan ke tahap penuntutan. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas Desa“Dalam perkara ini, Suhari alias Aoh telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik atau media sosial, serta penyebaran konten bermuatan pornografi,” jelas Faomasi Laia kepada wartawan, Sabtu (3/1). “Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan adanya unsur pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjut Faomasi Laia SelanjutnyaTerdakwa Suap Ijon Proyek Bekasi Ungkap Fee Rp11,4 Miliar untuk […]
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp 6,6 Triliun di Kejaksaan Agung
Jakarta, – Temporatur.com || Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri kegiatan penyerahan hasil sitaan uang negara senilai Rp 6,6 triliun yang dilaksanakan di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya negara dalam menegakkan hukum serta menyelamatkan keuangan dan aset negara. Uang sitaan tersebut merupakan hasil kerja terpadu Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Seluruh dana diserahkan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dengan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta para tamu undangan yang hadir. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaBerdasarkan data Kejaksaan Agung, total uang sitaan negara yang berhasil dikembalikan mencapai Rp6.625.294.190.469. Nilai tersebut terdiri atas denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH sebesar Rp2.344.965.750.000 serta uang hasil penyelamatan keuangan negara dari penanganan perkara tindak pidana korupsi […]
Kisah Persahabatan Sang Proklamator Meski Beda Pandangan Politik
Sejarah, – Temporatur.com || Dwitunggal Sukarno dan Moh. Hatta, politik adalah jalan untuk mewujudkan idealisme. Karena itu, keduanya kerap berdebat bahkan hingga ketika sudah sama-sama tak muda. Namun bagi keduanya, politik tak boleh memasuki ranah kehidupan pribadi. Maka kendati perdebatan kerap mewarnai perjalanan keduanya dalam kehidupan bernegara, hubungan pribadi dan keluarga Bung Karno dan Bung Hatta selalu baik dan hangat. Persahabatan keduanya merupakan kisah manis dalam perjalanan sejarah bangsa meski banyak yang melupakan. Pengusaha Hasjim Ning, keponakan Bung Hatta yang kemudian menjadi sahabat Bung Karno, merupakan salah seorang yang paling sering menyaksikan persahabatan kedua proklamator itu. Persahabatan Bung Karno dan Bung Hatta bahkan sudah lebih dulu ada sebelum Hasjim mengenal Bung Karno. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaKisah itu terjadi pada 1938, ketika Hasjim mengerjakan tugas dari ayahnya yang menjadi pemegang proyek rehabilitasi jalan raya Bengkulu-Manna. Suatu hari, Hasjim mendapat telepon dari sang ayah yang […]
MISTERI KEMATIAN SURINDO SUAMI PERTAMA MEGAWATI?
Jakarta, – Temporatur.com || Misteri kematian suami pertama Megawati masih menjadi misterius dan menjadi pekerjaan rumah bagi institusi penegak hukum. Adalah Surindro Supjarso ia adalah anggota TNI AU yang menjadi salah satu Penerbang Handal TNI AU, di jaman Orde Lama, ia dikenal sebagai pilot pesawat pembom TU 16KS buatan Uni Soviet. Atas kehebatannya ia juga memikat hati Guntur kakak Megawati dan kemudian menjodohkannya dengan Megawati. Selepas mertuanya lengser. Kondisi Politik berubah, Presiden Soeharto memutuskan hubungan dengan Uni Soviet dan mendekati barat. Akibatnya seluruh Alustista buatan Unisoviet dipaksa dihentikan, termasuk penggunaan pesawat pembom TU 16KS. Soeharto kemudian menggantinya dengan pesawat caravan. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaPada Tahun 1971, tepatnya pada 22 Januari, Suami pertama Megawati, Surindro Supjarso yang merupakan penerbang TNI AU hilang dalam tugas latihan di Biak, Papua ketika menerbangkan pesawat Skyvan T-701 bersama tujuh rekan lainnya. Atas hilangya menantu Mantan Presiden Soekarno ini […]
Faomasi Laia Apresiasi Profesionalitas Polda Metro Jaya Tuntaskan Kasus Dugaan ITE dan Pornografi
JAKARTA – Temporatur.com || Kuasa hukum Faomasi Laia, SH, MH, mengapresiasi setinggi- tingginya atas kinerja penyidik Direktorat Siber Polda Metro Jaya yang dinilai berhasil menuntaskan berkas perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Undang-Undang Pornografi, setelah bertahun-tahun stagnan tanpa kepastian hukum. Faomasi menilai, terbitnya hasil P21 pada 22 Desember 2025 menjadi bukti nyata bahwa penyidik masih mampu bekerja secara profesional, bersih, dan transparan, meski perkara tersebut sempat tertunda cukup lama dan berada di bawah sorotan publik. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas Desa“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyidik Dit Siber Polda Metro Jaya yang akhirnya menuntaskan perkara dugaan pelanggaran UU ITE dan UU Pornografi ini.P21 yang terbit menunjukkan bahwa proses penegakan hukum tetap berjalan dan tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Faomasi kepada awak media, Rabu (24/12). Lebih lanjut Faomasi membeberkan, perkara ini bermula dari laporan yang diajukan oleh Budi pada 18 September […]
Letjen TNI Purn. Soegih Arto Batal Jadi Gubernur DKI Jakarta di zaman Orde Lama
Sejarah, – Temporatur.com || Letnan Jenderal TNI Purn. Soegih Arto adalah sosok pejabat yang dikenal dekat dengan Bung Karno. Suatu kali ketika Soegih Arto menjabat Duta Besar di Birma, ia dipanggil pulang ke Jakarta untuk menghadap Soebandrio, waktu itu Waperdam I/Menlu. Setibanya di Jakarta Soegih Arto langsung menuju rumah Soebandrio di Jalan Imam Bonjol. Soebandrio sedang tidak ada di rumah. Ia diberitahu bahwa Soebandrio sedang pergi ke puncak. Karena hari sudah malam, baru keesokan harinya Soegih Arto menyusul ke Puncak. Setelah bertemu dan berbasa-basi seperlunya dengan keluarga Soebandrio, Soegih Arto diajak oleh Soebandrio duduk ke halaman rumah. Hanya mereka berdua saja di sana. Soebandrio membertahukan bahwa Bung Karno meminta Soegih Arto menjadi Gubernur DKI Jakarta. Mendengar ucapan Soebandrio itu, Soegih Arto tidak bisa berkata apa-apa karena hal itu jauh dari dugaannya. Soebandrio melanjutkan bahwa jika Soegih Arto berminat jadi politikus dan memperoleh tugas yang penting harus dikenal di Jakarta, di […]
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Pengungsian Langkat
Sumatera Utara, – Temporatur.com || Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pengungsian korban bencana banjir di MAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dikutip dari laman Puspen TNI, Minggu (14/012). Kunjungan tersebut menegaskan kehadiran negara dalam memastikan penanganan warga terdampak bencana berjalan cepat, tepat, dan terukur. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau kondisi para pengungsi serta mencatat berbagai kebutuhan mendesak yang masih dihadapi masyarakat. Presiden menegaskan bahwa setiap kekurangan yang dilaporkan akan segera ditindaklanjuti oleh jajaran terkait. “Saya datang melihat keadaan. Nanti kekurangan-kekurangan sudah dilaporkan fkepada saya, segera kita atasi. Tadi dilaporkan oleh gubernur, kekurangan air bersih ya air minum,” ujar Presiden. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaTerkait upaya pencegahan agar bencana serupa tidak terulang, Presiden menyoroti pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur, khususnya tanggul. Presiden menegaskan bahwa seluruh kekuatan negara akan dikerahkan, termasuk […]
Tragedi Subuh Idul Fitri 1965 di Sungai Lasolo dan Peringatan Kepada Sang Jenderal?
Sejarah, – Temporatur.com || Subuh Idul Fitri 1965, tepi Sungai Lasolo di Sulawesi Tenggara sunyi, kabut tipis menyelimuti pagi. Abdul Qahhar Muzakkar gugur. Pemimpin Darul Islam yang selama bertahun-tahun menegakkan hukum Allah, melindungi kehormatan umat, dan memelihara iman di tengah tekanan negara sekuler, wafat dengan kepala tegak. Fajar seakan menangis bersamanya. Ia tidak gugur di tengah sorak-sorai kemenangan, tetapi dalam kesetiaan, keyakinan, dan pengabdian yang tak ternilai. Kematian Kahar Pada tanggal 3 Februari 1965, melalui Operasi Tumpas yang dipimpin langsung oleh Jenderal M. Jusuf, Kahar Muzakkar dinyatakan tertembak mati oleh Kopda ILie dalam pertempuran antara pasukan TNI dari satuan Divisi Siliwangi Kujang I 330 dan anggota pengawal Kahar Muzakkar di Lasolo. Patut diketahui beberapa tahun sebelumnya, Kahar telah memperingatkan pemerintah dengan mengatakan, “Waspadai Kaum komunis akan kembali menebar pemberontakan di negeri ini.” SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaNamun peringatan Kahar yang dianggap sebagai pemberontak itu […]
Yayu Rulia Sutowiryo: Antara Keyakinan Dan Harga Diri?
Sejarah, – Temporatur.com || Dalam riwayat bangsa yang diliputi duka dan darah, sosok Ibu Yayu Rulia Sutowiryo, istri dari Jenderal Ahmad Yani, bersinar sebagai teladan keteguhan dan kemanusiaan. Setelah kehilangan suami tercinta akibat tragedi G30S/PKI, ia tidak larut dalam dendam, melainkan menebar kasih dan kebaikan bahkan kepada mereka yang dianggap musuh bangsa. Kehidupan yang Kembali Dibangun dari Abu Kesedihan. Usai peristiwa tragis yang menewaskan suaminya, rumah tempat kenangan keluarga Yani berubah menjadi Museum Ahmad Yani, simbol penghormatan atas jasa sang pahlawan. Namun Ibu Yayu memilih langkah luar biasa ia membeli kembali rumah yang berdekatan dengan rumah lamanya, seolah ingin tetap berada di sisi suaminya meski dalam dua dunia yang berbeda. Dari rumah barunya yang sederhana itulah, ia menjalani hari-harinya dengan penuh keikhlasan dan keberanian. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaKebaikan yang Tak Pernah Padam, Bahkan untuk Musuh Sekalipun. Setiap hari, di depan rumahnya, Ibu Yayu […]
Pasukan Bayangan Sang Presiden Ir. Soekarno
Jakarta, – Temporatu.com || Di balik tembok tinggi Istana Negara, ada sejarah yang terlupakan dan jauh dari sorotan publik, ada sebuah kekuatan yang menjaga setiap denyut nadi kekuasaan negeri ini. Mereka bukan sekadar prajurit. Mereka adalah Tjakrabirawa pasukan elit yang menjadi bayang-bayang di belakang Presiden Soekarno pada masa paling bergolak dalam sejarah Republik. Pada tahun 1959, ketika Soekarno menetapkan kembali UUD 1945 dan memasuki era Demokrasi Terpimpin, kekuasaan Presiden berada di puncaknya. Namun justru di titik itulah muncul rasa waswas. Intrik politik, pertarungan ideologi, dan rivalitas antar angkatan, api dalam sekam membuat negeri ini seperti bara yang setiap saat akan menyala. Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno mengatakan, “Aku ini Presiden, tetapi aku tak selalu tahu siapa yang benar-benar menjagaku”. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaPasukan Bayangan itu bernama Tjakrabirawa: Resimen Tjakrabirawa didirikan pada 6 Juni 1962 oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno sebagai respons atas meningkatnya […]
Sosok Abi Kusno Nachran Jurnalis yang Dibungkam Karena Kebenaran?
Kalimantan – Temporatur.com || Sosok Abi Kusno Nachran pernah menjadi harapan bagi hutan yang terus dirampas. Abi adalah jurnalis yang berani lantang membongkar praktek penebangan liar dan perdagangan kayu ilegal, kejahatan terstruktur, berizin yang seenaknya merusak hutan demi kantong pribadi dan golongan. Abi Kusno Nachran yang akrab di sapa Bang Ono lahir di Pangkalan Bun Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, lahir 30 Maret 1941. Lulus Sekolah Rakyat Negeri Pangkalan Bun 1954. Kemudian ia melanjutkan ke PGA Negeri 4 tahun (1956-1960) dan PGA Negeri 6 tahun (1960-1962). Abi aalah seorang jurnalis dan politikus dari Kalimantan Tengah Ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah pada pemilu 2004 dan menjabat hingga kematiannya yang konon akibat kecelakaan. Sebagai jurnalis, ia sering kali memprotes serta melaporkan aktivitas pembalakan liar dan perdagangan kayu ilegal di hutan Kalimantan. SelanjutnyaOptimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas DesaKeberaniannya membuat ia diburu. Abi Kusno pernah dianiaya […]
























