Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Pasukan Bayangan Sang Presiden Ir. Soekarno

Pasukan Bayangan Sang Presiden Ir. Soekarno

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, – Temporatu.com || Di balik tembok tinggi Istana Negara, ada sejarah yang terlupakan dan jauh dari sorotan publik, ada sebuah kekuatan yang menjaga setiap denyut nadi kekuasaan negeri ini. Mereka bukan sekadar prajurit. Mereka adalah Tjakrabirawa pasukan elit yang menjadi bayang-bayang di belakang Presiden Soekarno pada masa paling bergolak dalam sejarah Republik.

Pada tahun 1959, ketika Soekarno menetapkan kembali UUD 1945 dan memasuki era Demokrasi Terpimpin, kekuasaan Presiden berada di puncaknya. Namun justru di titik itulah muncul rasa waswas. Intrik politik, pertarungan ideologi, dan rivalitas antar angkatan, api dalam sekam membuat negeri ini seperti bara yang setiap saat akan menyala. Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno mengatakan, “Aku ini Presiden, tetapi aku tak selalu tahu siapa yang benar-benar menjagaku”.

Pasukan Bayangan itu bernama Tjakrabirawa:

Resimen Tjakrabirawa didirikan pada 6 Juni 1962 oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno sebagai respons atas meningkatnya ancaman dan percobaan pembunuhan terhadapnya, dengan tugas utama mengamanatkan  Presiden beserta kkeluarg. Resimen Cakrabirawa adalah pasukan bayangan yang beranggotakan perwira terbaik berbagai angkatan (AD, AL, AU, Polri), Tjakrabirawa menggabungkan Detasemen Kawal Pribadi (DKP), Detasemen Pengawal Khusus (DPC), dan Batalyon Kawal Kehormatan (DKK) untuk perlindungan yang lebih menyeluruh, dan namanya diambil dari senjata pamungkas Batara Kresna dalam pewayangan.
Latar belakang pembentukan Resimen Tjakrabirawa:
Ancaman Keamanan:
Setelah berbagai percobaan pembunuhan, termasuk saat Shalat Idul Adha 14 Mei 1962, muncul kesadaran akan perlunya pasukan pengawal yang lebih kuat dari yang sudah ada (Detasemen Kawal Pribadi dan Detasemen Pengawal Khusus).
Usulan Pembentukan: 
Ajudan Presiden dan perwira militer mengusulkan pembentukan pasukan pengawal istana yang lebih sempurna.
Pembentukan dan struktur:
Dasar Hukum:
Diresmikan melalui Surat Keputusan Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia No. 211/Plt/1962.
Anggota:
Terdiri dari sekitar 3.000 personel terpilih dari Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Kepolisian.
Struktur:
Dibagi menjadi tiga bagian utama:
Detasemen Kawal Pribadi (DKP): Mengawal presiden dan keluarga dari jarak dekat.
Detasemen Pengawal Khusus (DPC): Menjaga wilayah sekitar presiden dan keluarga.
Batalyon Kawal Kehormatan (DKK): Mengamankan kompleks Istana Negara dan gedung kerja. 
Nama dan Makna:
Asal Nama:
Presiden Soekarno, yang menyukai wayang kulit, menamai resimen ini “Tjakrabirawa” (Cakrabirawa).
Makna: 
Merujuk pada senjata ampuh Batara Kresna dalam pewayangan, melambangkan kekuatan untuk menumpas kejahatan dan simbol matahari yang menghilangkan kegelapan. 

Pembubaran:

Penyebab:
Keterlibatan sebagian anggotanya dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965.
Tindakan: 
Dibubarkan pada tahun 1966, dan tugas pengamanan Istana diserahkan kepada satuan lain (Satgas Pomad). 

Perlu diketahui, malam Gelap 30 September 1965 ketika badai G30S pecah, sebagian kecil anggota Batalyon 1 Cakrabirawa ikut terseret dalam penculikan para jenderal yang tidak memahami sepenuhnya konteks operasi. Namun fakta sejarah mencatat: banyak anggota Cakrabirawa justru tetap menjaga Presiden Soekarno agar tidak menjadi target.

Pada malam itu, pasukan ini pecah oleh kabut informasi dan kepentingan yang saling bertabrakan. Resimen Tjakrabirawa menjadi pion dalam permainan politik yang jauh lebih besar dari diri mereka dan setelah keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966, kekuasaan bergeser ke tangan Soeharto. Resimen Tjakrabirawa dianggap terlalu dekat dengan Soekarno dan terlalu kuat untuk dibiarkan hidup. Resimen Tjakrabirawa dibubarkan bukan karena gagal menjalankan tugas, tetapi karena kalah dalam pertarungan politik kotor demi meraih kekuasaan.

Foto: Istimewa

Ironi, tidak ada monumen untuk mereka untuk mengenang Resimen Tjakrabirawa?Tidak ada peringatan tahunan. Tidak ada penghargaan atas kesetiaan yang mereka perjuangkan?

Yang tersisa hanya jejak langkah sunyi yang tertinggal di lantai marmer Istana, hanya bisikan sejarah yang tersisa di ruang-ruang gelap Negara ini.

Resimen Tjakrabirawa bukan sekadar pasukan. Mereka adalah sejarah dari masa paling rumit dalam perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka berdiri di antara cahaya kekuasaan bernama KUDETA dan bayang-bayang sejarah dan di sanalah nama mereka terus bergema, walau dalam diam.

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterangan foto: Sambutan Sekda Kota Depok, Nina Suzana dalam HPN 2025 di Depok Kamis 27/02/2025.(ft Julijar)

    Puncak HPN 2025 : Wartawan Berintegritas Bersinergi Sukseskan Kota Depok Maju

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Dalam Sambutan Sekda Kota Depok Nina Suzana menyampaikan melalui HPN Tahun 2025 diharapkan pers bisa menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan fitrahnya yaitu memberikan pendidikan, informasi, hiburan dan sebagai kontrol sosial di masyarakat.
    Dirinya juga meminta pers dapat menjadi agent of change atau agen perubahan yang bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, melalui informasi dan edukasi dalam pemberitaan yang disampaikan.

    “Terima kasih kepada media yang telah membantu menyampaikan informasi terkait program pemerintah. Semoga kolaborasi pers dengan Pemerintah Daerah Kota Depok dapat terjalin dengan baik lagi ke depannya, ujar Sekda Kota Depok.

  • Kunjungi Polres Depok, Kapolda Metro Cek Langsung Penanganan Perkara KDRT

    • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Kunjungi Polres Depok, Kapolda Metro Cek Langsung Penanganan Perkara KDRT

  • Kejaksaan Agung Memeriksa 4 Orang Saksi  Terkait Perkara Komoditas Timah Korporasi

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Kejaksaan Agung Memeriksa 4 Orang Saksi  Terkait Perkara Komoditas Timah Korporasi

  • Diakhir Tahun 2023 Pemkab Bekasi Gemilang Penghargaan

    • calendar_month Sabtu, 2 Des 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Pj.Bupati Bekasi Dani Ramdan    Bekasi – Jabar || Temporatur.com Pemkab Bekasi diganjar beberapa penghargaan menjelang akhir tahun 2024. Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (IPTB) pada tahun 2023, di Bale Pasundan kantor Bank Indonesia, berlokasi di Bandung pada Rabu, (29/11/2023). Penghargaan terbaik dari Bank Indonesia dengan kategori Digitalisasi Ekonomi Daerah dan kategori Elektronifkasi Daerah, diajang […]

  • Kartel Penjual Obat Golongan HCL (Pil Koplo) di Jakarta Selatan Kebal Hukum, Gegara Setor ke Polisi?

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta, – Temporatur.com || Keresahan masyarakat akan peredaran obat golongan HCL seperti Tramadol, Excimer, KF, Kamlet dan sebagainya marak di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Warga minta aktivitas peredaran obat keras dapat tertibkan, mengingat peredaran obat seperti Tramadol, Hexymer dan sejenisnya banyak menyasar remaja usia muda. “Kalau saya hanya kerja bang, baru beberapa minggu, kalau […]

  • RevComm Terima AI Innovation Award di CES® 2025

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    RevComm Terima AI Innovation Award di CES® 2025

expand_less