Peluncuran HaloJE Tutup Rangkaian Gebrak 2026 Vol.2, Siap Dorong UMKM dan Ekonomi Digital Bekasi
Rangkaian kegiatan Gebyar Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (Gebrak) 2026 Vol.2 resmi berakhir ditandai dengan peluncuran resmi platform aplikasi transportasi daring, HaloJE Indonesia, untuk wilayah Bekasi dan Karawang.
Acara peluncuran tersebut menjadi penutup dari festival modern yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Kabupaten Bekasi.
Selama pelaksanaannya, ajang tahunan ini sukses menghadirkan berbagai kegiatan yang berfokus pada pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga pemberdayaan UMKM lokal.
Kehadiran HaloJE di Kabupaten Bekasi dan Karawang diharapkan tidak sekadar menjadi alternatif layanan transportasi berbasis digital bagi masyarakat. Lebih dari itu, platform ini ditargetkan mampu membuka ruang kolaborasi baru yang mempertemukan para pelaku usaha, pengemudi ojek daring (rider), pelaku UMKM, dan pemerintah daerah demi memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Agenda peluncuran ini dihadiri langsung oleh Direktur HaloJE Indonesia beserta jajaran manajemen HaloJE Indonesia wilayah Bekasi-Karawang, ratusan pengemudi, pelaku UMKM mitra, serta sejumlah tamu undangan penting lainnya.
Direktur HaloJE Indonesia Bekasi-Karawang, Mohammad Romli, menjelaskan bahwa ekspansi HaloJE ke wilayah Bekasi didasari atas komitmen kuat untuk membangun ekosistem usaha yang inklusif dan saling mendukung antara sektor korporasi, masyarakat, dan pelaku usaha kecil.
“Kami hadir di Bekasi insyaallah sebagai bagian dari ikhtiar bagaimana agar sinergitas antara pengusaha dan UMKM tentunya terjalin dengan sangat baik. Ini mungkin bagian kecil untuk mengubah tumbuhnya ekonomi di Kabupaten Bekasi,” kata Mohammad Romli saat menyampaikan sambutan resmi dalam acara tersebut.
Lebih lanjut, Romli memaparkan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki nilai strategis yang sangat tinggi karena menyandang status sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Karakteristik wilayah tersebut dinilai membuka peluang pasar yang sangat besar bagi pertumbuhan sektor ekonomi turunan, mulai dari transportasi digital, industri jasa, kuliner, hingga pengembangan produk UMKM.
Oleh karena itu, manajemen HaloJE menegaskan kesiapan mereka untuk terus bersinergi dan berjalan beriringan dengan jajaran pemerintah daerah maupun seluruh elemen masyarakat. Langkah ini diambil guna memastikan terbentuknya ekosistem ekonomi digital yang memberikan manfaat konkret bagi semua pihak.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa tumbuh bersama. Pemerintah, pengusaha, UMKM, dan para rider bisa menjadi bagian dari ekosistem yang saling menguatkan,” imbuh Romli.
Momentum peluncuran ini juga mempertegas optimisme bahwa adopsi platform digital di era modern bukan sekadar menyediakan layanan mobilitas atau transportasi, melainkan juga berfungsi sebagai katalisator dalam memperluas akses pasar dan membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat luas.
Suasana penutupan Gebrak 2026 Vol.2 pun berlangsung semakin meriah dengan kehadiran para pengemudi HaloJE yang telah berpartisipasi aktif sejak pagi hari. Pihak manajemen menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mitra pengemudi yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.
Secara keseluruhan, gelaran Gebrak 2026 Vol.2 dinilai sukses mengombinasikan unsur hiburan dan pemberdayaan ekonomi. Dengan resmi beroperasinya HaloJE di koridor Bekasi-Karawang, sinergi multipihak diharapkan dapat terus terjaga secara berkelanjutan guna membawa dampak nyata bagi pergerakan roda ekonomi daerah.
Rangkaian acara kemudian ditutup secara simbolis melalui jargon khas yang diteriakkan secara kompak dan bersemangat oleh seluruh manajemen, mitra, dan peserta yang hadir:“HaloJE Indonesia! Semua Untung, Semua Kabum!”
(SS/Red)
















