Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kasatpel Dipo Pancoran Minta Bekingan Oknum Wartawan Bodrex Sembunyikan Pungli Anak Buahnya

Kasatpel Dipo Pancoran Minta Bekingan Oknum Wartawan Bodrex Sembunyikan Pungli Anak Buahnya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 53 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


JAKARTA, TEMPERATUR.COM
Bau busuk sampah di TPS Dipo Pancoran, Jakarta Selatan, ternyata tidak sebusuk praktik pungli yang bercokol di dalamnya. Ratusan pengemudi gerobak motor (germor) diperas oknum Dinas LH berinisial N dengan modus retribusi bodong tanpa SKRD.

Ini bukan retribusi. Ini rampok terstruktur, dari hasil informasi dilapangan para pengemudi Gerobak motor telah membongkar, kurang lebih 100 germor diwajibkan setor Rp 100 ribu per armada per bulan ke oknum bernama N selaku pengawas.

Saat diminta Pengemudi Gemor tunjukkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) resmi dari Sudin LH Jaksel, oknum tersebut MINGKEM, tidak bisa menunjukkan apapun.

Diungkapkan seorang germor bernama samaran “Singa” bongkar kejahatan ini. Mereka sudah bayar iuran swadaya Rp 250 ribu/bulan ke pengelola Dipo Pancoran. Iuran itu sudah termasuk kontribusi resmi ke Satpel LH Kecamatan.

“Kami sudah bayar patuh ke pengelola Dipo. Aneh, oknum N malah mungut lagi personal. 100 germor x Rp 100 ribu = Rp 10 Juta masuk kantong pribadi. Ini pemerasan!” cetus Singa dengan nada geram.

Pernyataan itu dikuatkan dari informasi yang diperoleh wartawan dikatakan Cepi selaku pengelola Dipo Pancoran yang sah. “Betul, germor bayar Rp 250 ribu, gerobak dorong Rp 100 ribu. Itu sudah untuk retribusi resmi dan operasional truk. Banyak anggota lapor dimintai lagi sama oknum N. Ini tidak berdasar, ini akal-akalan,” tegas Cepi.

Situasi semakin mencurigakan ketika satu hari setelah pengungkapan ini, pada Rabu (23/09/26), Pimpinan Redaksi salah satu media dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Afu yang disebut bertindak atas perintah Kasatpel TPS Dipo Pancoran. Tujuannya meminta agar pemberitaan ini dibekingi atau ditutup-tutupi demi melindungi oknum yang melakukan pungutan liar.

Menanggapi hal tersebut Aktivis Tata Kelola Lingkungan Azis menyampaikan, “Fakta ini menunjukkan ada dua kejahatan sekaligus. Pertama, pemerasan berulang kepada pekerja berpenghasilan rendah, mereka sudah membayar sesuai aturan, lalu dipungut lagi tanpa dasar hukum. Itu pungutan liar murni yang melanggar undang-undang. Kedua, upaya menekan media agar membungkam fakta, ini bukti nyata pelindungan dari pihak di atasnya.”Ujarnya.

Aktivis menegaskan bahwa jika oknum biasa berani meminta penutupan berita atas nama Kasatpel, maka kemungkinan besar praktik ini tidak dilakukan sendirian.

“Siapa yang memberi keberanian oknum ini memungut tanpa dokumen. Lalu siapa yang mengutus orang untuk membekingi pemberitaan? Ini menunjukkan jaringan perlindungan berfungsi. Uang Rp10 juta per bulan itu mungkin tidak hanya milik satu orang kemungkinan dibagi-bagi ke atas. Ini bukan sekadar penyimpangan individu, ini penyakit sistemik di lingkungan Satpel LH Pancoran.” Ujarnya.

Aktivis Azis mendesak Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, serta tim Saber Pungli untuk segera turun melakukan penyelidikan menyeluruh. Tidak hanya oknum N, tetapi juga siapa yang mengutus perantara ke media dan pejabat yang diduga melindungi harus dipanggil dan dipertanggungjawabkan.

“Jangan biarkan pemerasan terus berjalan di bawah naungan dinas. Usut tuntas, mulai dari yang memungut hingga yang menyuruh membekingi berita. Rakyat tidak boleh terus-menerus diperas lalu dibungkam. Kebenaran tidak boleh dikompakkan,” pungkas Aktivis.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Breaking Barriers – Black Real Estate Agents Succeeding in the Industry

    Breaking Barriers – Black Real Estate Agents Succeeding in the Industry

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Breaking Barriers: Black Real Estate Agents Thriving in the Industry Black Real Estate Agents’ Challenges SelanjutnyaUnggul Memperoleh Suara Terbanyak, Sarim Belut Kembali Pimpin Desa Karangsatu Dua PeriodeDiscrimination based on race SelanjutnyaUnggul Telak, Petahana H. Karta Wijaya Kembali Memimpin di Desa Karangsentosa Periode 2026–2034Historical discrimination of black real estate agents began in the early 20th century […]

  • Keterangan foto: Keluarga Romli S.IP Keperwil DKI Jakarta Media Temporatur.com

    Happy Birth Day Nadila Febrianty dari Ayahanda Romli S.IP

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Happy Birth Day Nadila Febrianty dari Ayahanda Romli S.IP

  • MicroStrategy Akan Borong Bitcoin Lagi? Michael Saylor Buka Suara!

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    MicroStrategy Akan Borong Bitcoin Lagi? Michael Saylor Buka Suara!

  • Hari Sabtu Berkeliaran Dijalan, Kendaraan Dinas Milik Pemkot Depok Diduga Telat Bayar Pajak

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    DEPOK – Temporatur.com Penggunaan mobil dinas (pelat merah) pada hari Minggu atau hari libur secara umum dilarang, kecuali untuk kepentingan dinas mendesak yang didukung surat izin resmi. SelanjutnyaF&R Law Office Bekasi Ucapkan Selamat atas Terpilihnya H. Karta Wijaya dalam Pilkades KarangsentosaKendaraan dinas adalah fasilitas operasional kerja, bukan untuk keperluan pribadi atau liburan, dan penyalahgunaannya dapat […]

  • LSM Soroti Proyek Kampung Nelayan Merah Putih: Transparansi Dipertanyakan, Pengawasan Nihil

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Temporatur.com Langsa | Aceh — Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Lorong TPI, Desa Birem Buntung, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, menuai sorotan serius. Publik mempertanyakan status masa berlaku kontrak proyek yang hingga kini tidak ditampilkan secara terbuka pada papan informasi proyek, sebagaimana prinsip transparansi proyek negara. SelanjutnyaF&R Law Office Bekasi Ucapkan […]

  • Kapolres Langkat AKBP David Prasojo Cek Kesiapan Pos Pengamanan OPS Ketupat Toba 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    LANGKAT, Temporatur.com | Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, M.Si., didampingi pejabat utama meninjau Pos Pengamanan Operasi Ketupat Toba 2025 di Pos Pelayanan Sai Karang, Pos Pelayanan Pasar X Hinai, Pos pelayanan Stabat simpang Gohor, Selasa (25/03/2025). Menurut Kapolres, pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu […]

expand_less