Operasional TPA Burangkeng Kembali Normal, DLH Kabupaten Bekasi Pastikan Antrean Terurai

Operasional TPA Burangkeng Kembali Normal, DLH Kabupaten Bekasi Pastikan Antrean Terurai
Keterangan foto : KEMBALI NORMAL: Sejumlah kendaran tengah mengirim sampah ke TPA Burangkeng, Kecamatan Setu pada Minggu (204/2026). DLH memastikan operasional TPA Burangkang kembali berjalan normal setelah sempat mengalami kendala dalam beberapa hari terakhir. (FOTO: TATA JAELANI/DISKOMINFOSANTIK KAB BEKASI).

Operasional TPA Burangkeng Kembali Normal, DLH Kabupaten Bekasi Pastikan Antrean Terurai

BEKASI – Temporatur.com

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memastikan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi telah kembali berjalan normal sejak Sabtu (25/04).

Sebelumnya, aktivitas pembuangan sampah sempat terkendala akibat penyesuaian biaya operasional alat berat.

Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, menyatakan bahwa saat ini tidak ada lagi antrean armada pengangkut sampah di lokasi.Pihaknya menjamin pelayanan kepada masyarakat kini telah kembali optimal.

“Alhamdulillah, operasional sudah berjalan sejak Sabtu kemarin. Kondisi di lapangan sudah normal, tidak ada antrean, dan armada sudah bergerak kembali,” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Minggu (26/04/2026).

Bacaan Lainnya

Dampak Kenaikan BBM Industri

Dedi menjelaskan, kendala operasional yang sempat terjadi beberapa hari lalu dipicu oleh lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) industri yang signifikan.

Hal ini berpengaruh pada kontrak kerja sama dengan pihak ketiga selaku penyedia alat berat.

“Bukan karena kelangkaan, tetapi kenaikan harga BBM industri yang di luar perhitungan kontrak. Itu yang sempat membuat operasional terhenti sementara,” jelasnya.

Merespons situasi tersebut, DLH bersama pimpinan daerah bergerak cepat melakukan rapat maraton untuk mencari solusi anggaran.

Hasilnya, dilakukan efisiensi dengan menyesuaikan jumlah alat berat yang beroperasi, dari semula 22 unit menjadi 18 unit.

Efektivitas Pihak Ketiga

Meski ada pengurangan unit, Dedi menegaskan bahwa sistem sewa alat berat dari pihak ketiga tetap menjadi strategi paling efektif yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir.

Langkah ini dinilai lebih menjamin ketersediaan alat siap pakai dibandingkan pemeliharaan mandiri.

“Hasilnya lebih efektif karena tidak ada lagi kendala alat rusak. Operator aman, alat tersedia, dan yang terpenting pelayanan tetap terjaga,” tambahnya.

Imbauan Musim Kemarau

Menutup keterangannya, DLH Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring masuknya musim kemarau.

Warga diminta untuk tidak membakar sampah secara sembarangan.
“Kami harap masyarakat tidak membakar sampah karena dampaknya berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Terlebih di musim kering, risiko kebakaran sangat tinggi,” pungkas Dedi.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *