Bulan Suci Ramadhan Dinodai Judi Berkedok Adu Ketangkasan di Arena Pasar Malam Desa Renged Kresek?

Bulan Suci Ramadhan Dinodai Judi Berkedok Adu Ketangkasan di Arena Pasar Malam Desa Renged Kresek?

TANGERANG, – Temporatur.com || Bulan suci Ramadhan kali ini dinodai oleh adanya judi adu ketangkasan di arena pasar malam di Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten.

‎Hasil pantauan Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek membenarkan adanya judi arena adu ketangkasan yang tepat berada di sisi belakang arena pasar malam tersebut. Pada praktiknya judi tersebut berkedok ketangkasan dan keberuntungan dengan modus menjual tiket dan selanjutnya pemain mendapatkan alat ketangkasan sehingga para pemain itu mengadu nasib dan berharap memenangkan hadiah yang sangat besar,” ujar Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek yang akrab disapa Alex kepada Temporatur.com, Minggu malam (1/03).

Foto: Istimewa

‎lebih lanjut Alex menyayangkan, gegara stand arena judi ketangkasan tersebut terlalu mencolok karena terlihat oleh anak-anak yang berkunjung di Pasar Malam Renged. “Sangat disayangkan penyelenggara pasar malam tidak melihat implikasinya terhadap anak-anak, bahkan penyelenggara lebih mementingkan keuntungan semata, terbukti adanya penjudi dikalangan anak-anak, ibu rumah tangga yang turut bermain judi berkedok adu ketangkasan,”tukas Alex.

Terpisah, saat dikonfirmasi Kapolsek Kresek melalui Kanit Reskrim, Ipda Mardi, SH., mengatakan akan segera menindaklanjuti adanya pengaduan tersebut. “Kami juga tidak tahu ada pasar malam itu, karena pihak penyelenggara tidak ada pemberitahuan ke Polsek Kresek,” ujar Ipda Mardi, kepada awak media, Minggu Malam (1/03).

Pada kesempatan yang sama, seorang ibu bernama Eri meminta agar stand judi berkedok  adu ketangkasan segera di tiadakan, sebab ini bisa mengajarkan hal negatif kepada pengunjung khususnya anak-anak. “Saya meminta Aparat Penegak Hukum segera menindak tegas bila adanya permainan judi berkedok adu ketangkasan ketangkasan di setiap arena pasar malam, lebih baik diganti dengan wahana permainan yang tidak membahayakan dan aman untuk pengunjung seperti anak-anak, “kata Eri.

‎Di sisi lain, keberadaan pasar malam ini selain tidak berizin juga membahayakan pengendara. Sebab, area parkir pengunjung posisinya di pinggir jalan raya bahkan dihalaman Masjid yang berada di sampingnya juga ikut jadi parkiran dadakan. “Belum lagi sampah dari para pengunjung bertebaran dimana-mana, sementara pengelola pasar malam itu terkesan tak peduli soal sampah. Hal ini tidak sejalan dengan semangat Pemerintah Kecamatan Kresek yang saat ini sedang gencar-gencarnya memerangi sampah,”gumam Eri sembari meninggalkan arena pasar malam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *