Proyek Miliaran BBWS Citarum Sisakan Borok, Jalan Desa Sukamulya Hancur Lebur, Kontraktor Hanya Kasih “Obat Penenang” Batu Kapur

Proyek Miliaran BBWS Citarum Sisakan Borok, Jalan Desa Sukamulya Hancur Lebur, Kontraktor Hanya Kasih “Obat Penenang” Batu Kapur
Keterangan foto ::Proyek Miliaran BBWS Citarum Sisakan Borok, Jalan Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Hancur

Proyek Miliaran BBWS Citarum Sisakan Borok, Jalan Desa Sukamulya Hancur Lebur, Kontraktor Hanya Kasih “Obat Penenang” Batu Kapur

BEKASI – Temporatur.com

Proyek raksasa Normalisasi Sungai Srengseng Hilir dan pembangunan dinding penahan tanah (parapet) di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum meninggalkan duka bagi warga Kampung Srengseng Hilir, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani.

Proyek senilai Rp47 miliar tersebut dituding menjadi biang kerok hancurnya infrastruktur jalan lingkungan warga.

Pantauan di lokasi, aktivitas proyek yang dikerjakan oleh PT. BRP ini terpantau sudah berhenti.

Namun, alih-alih meninggalkan kemudahan, proyek kementerian yang di tanggulangi oleh BBWS btersebut justru menyisakan jalan rusak parah yang kini hanya ditutupi perkerasan material batu kapur dan sirtu.

Bacaan Lainnya

Ketua RT 03/03 Kampung Srengseng Hilir, Otoy, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut jalan yang dulunya merupakan coran beton (rigit) kini berubah menjadi jalur berlumpur dan berlubang akibat mobilisasi alat berat serta material proyek.

“Dulu jalan ini bagus, sudah dicor. Tapi sekarang rusak parah. Masa hanya diperbaiki dengan batu kapur saja, itu pun baru satu mobil truk. Kemarin sebelum dikasih perkerasan, banyak mobil warga yang ‘mendem’ (terjebak lumpur). Ini sangat mengganggu aktivitas kami,” tegas Otoy kepada awak media pada Minggu 1/3/2026.

Warga merasa dikhianati oleh pihak pelaksana

Proyek bernilai fantastis puluhan miliar rupiah yang dianggap tidak bertanggung jawab atas dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

“Kami minta pihak pelaksana segera mengembalikan kondisi jalan seperti semula, yaitu dicor beton. Jangan hanya dikasih ‘obat penenang’ pakai sirtu yang kalau hujan becek dan kalau panas berdebu,” tambah Otoy.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. BRP maupun perwakilan dari BBWS Citarum belum memberikan pernyataan resmi terkait mekanisme pemulihan infrastruktur jalan di Desa Sukamulya dan Desa Sukamanah yang terdampak proyek tersebut.

Warga mengancam akan terus menyuarakan protes jika hak mereka atas jalan yang layak tidak segera dipenuhi dan akan mendatangi kantor BBWS.

(M2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *