Pasca Banjir Bekasi, Bung Ken Desak Pemkab dan Pemdes Bersinergi Selamatkan Sektor Pertanian
Kondisi objektif wilayah Kabupaten Bekasi yang baru saja diterjang banjir hebat menyisakan duka mendalam bagi warga, khususnya di sektor pemukiman dan lahan pertanian.
Menanggapi dampak tragis yang membayangi, aktivis Bekasi, Nasep Iskandar yang akrab disapa Bung Ken meminta Pemerintah Daerah (Pemkab) dan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk bahu-membahu dalam penanggulangan pasca-bencana.
Menurut Bung Ken, sinergi ini sangat memungkinkan karena setiap Pemerintahan Desa biasanya memiliki alokasi anggaran dalam APBDes untuk kejadian tidak terduga. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi prioritas utama dalam pemulihan ini.
“Sektor pertanian adalah sumber kehidupan bagi semua. Dampak banjir ini langsung memukul ketersediaan pangan kita,” ujar Bung Ken saat diwawancarai awak media, Jumat, 30/1/2026.
Ia berharap Plt. Bupati Bekasi segera memberikan instruksi tegas kepada jajaran dinas terkait dan para Kepala Desa agar berkonsentrasi penuh pada penanganan pasca-bencana di lahan pertanian.
Bung Ken mengkhawatirkan terjadinya kelangkaan dan kerawanan pangan di lapisan masyarakat bawah akibat banyaknya sawah yang tergerus banjir dan dipastikan gagal panen (puso).
“Pemerintah Daerah perlu segera menetapkan status darurat atau status bencana yang dianggap perlu. Ini penting agar ada percepatan dan konsentrasi anggaran dalam penanggulangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bung Ken memberikan solusi jangka panjang agar Pemkab Bekasi segera merealisasikan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang premi asuransinya ditanggung oleh APBD.
“Kedepan, perlindungan bagi tanaman padi petani harus dijamin asuransi. Jika preminya dibayar negara melalui APBD, beban petani dan pemerintah akan jauh lebih ringan saat terjadi musibah banjir atau gagal panen di masa mendatang,” pungkasnya.
(Red)















