Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Diduga Potong Fee 30 Persen, CBA Desak KPK Usut 19 Proyek Rehab Gedung DPRD DKI Senilai Rp50,3 M

Diduga Potong Fee 30 Persen, CBA Desak KPK Usut 19 Proyek Rehab Gedung DPRD DKI Senilai Rp50,3 M

  • account_circle Suryo Sudharmo
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA (18/01) – Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka penyelidikan terhadap 19 proyek rehabilitasi Gedung Kantor DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2025 dengan total nilai mencapai Rp50,3 miliar.

 

Proyek-proyek tersebut dinilai berpotensi bermasalah dan rawan penyimpangan anggaran.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, ungkap adanya informasi beredar mengenai dugaan pemotongan fee hingga 30 % ke vendor yang ingin mengerjakan tiap item proyek rehabilitasi tersebut.

“Kalau benar dipotong sampai 30 persen, itu mahal juga fee-nya,” ujar Uchok Sky saat dimintai tanggapan oleh awak media, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, sejak awal CBA telah meminta KPK untuk turun tangan membuka penyelidikan atas proyek-proyek rehabilitasi Gedung DPRD DKI Jakarta tersebut. Ia menilai besarnya anggaran dan pola pelaksanaan proyek perlu diawasi secara ketat.

“Maka dari awal CBA sudah meminta ke KPK membuka penyelidikan atas proyek-proyek rehabilitasi Gedung Kantor DPRD DKI Jakarta,” tegasnya.

Uchok Sky menambahkan, apabila KPK terkendala waktu dan keterbatasan personel, maka Kejaksaan Agung dapat memulai penyelidikan menelusuri berbagai dokumen proyek.

“Kejaksaan Agung juga bisa memulai penyelidikan dengan menggali informasi dari dokumen-dokumen. Bisa juga melakukan pemanggilan terhadap vendor perusahaan, bahkan Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin,” katanya.

Berdasarkan catatan CBA, berikut rincian 19 proyek rehabilitasi yang dinilai bermasalah:

1. Rehabilitasi Gedung Kantor DPRD – Rp14,4 miliar

2. Rehabilitasi Area Taman Samping – Rp200 juta

3. Rehabilitasi Ruang Pengamanan Dalam – Rp200 juta

4. Rehab Ruang Pamdal Basement – Rp199.955.750

5. Rehab Komisi B – Rp5,3 miliar

6. Perbaikan Atap Lantai 11 – Rp1,3 miliar

7. Perbaikan Ruang Rapat Komisi A – Rp2 miliar

8. Perbaikan Ruang Rapat Komisi D – Rp2,3 miliar

9. Perbaikan Ruang Rapat Komisi E – Rp2,4 miliar

10. Perbaikan Ruang Staf Komisi-Komisi – Rp2,6 miliar

11. Ruang Rapat Setwan – Rp2,8 miliar

12. Build In Komisi A – Rp911 juta

13. Build In Komisi D – Rp1,3 miliar

14. Build In Komisi E – Rp1 miliar

15. Build In Ruang Staf Komisi – Rp407.847.300

16. Perbaikan Lounge Ruang Rapat Serbaguna – Rp4 miliar

17. Perbaikan Penghubung Gedung – Rp450 juta

18. Rehab Lantai 8 – Rp6,5 miliar

19. Rehabilitasi Ruang Humas – Rp1,4 miliar

CBA menilai pola pemecahan pekerjaan rehabilitasi ke dalam banyak paket proyek dengan metode E-Purchasing berpotensi menghindari pengawasan publik serta membuka ruang terjadinya penyimpangan anggaran.

“Ini harus dibuka secara terang-benderang. Jangan sampai gedung wakil rakyat justru menjadi ladang bancakan anggaran,” tutup Uchok Sky.

[red)

  • Penulis: Suryo Sudharmo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Navigating the Challenges of Being a Real Estate Agent

    Navigating the Challenges of Being a Real Estate Agent

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Navigating the challenges of being a real estate agent The Real Estate Industry is Competitive SelanjutnyaMenteri Koperasi Dorong Koperasi Jadi Platform Ekonomi Kolaboratif, Resmikan Kebun Praktik Pertanian UNITACustomers are fiercely competitive SelanjutnyaRespon Cepat Keluhan Petani, Plt. Bupati Bekasi Turun ke Lapangan Atasi Kekeringan di Sejumlah WilayahReal estate agents have a difficult job, especially in the […]

  • Optimasi Instagram: 5 Strategi Ampuh untuk Menambah Followers!

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta – Temporatur.com Bagi banyak orang, memiliki banyak followers di platform Instagram bukan hanya tentang popularitas saja, tapi tentang membangun personal brand dan memperkuat strategi digital marketing untuk bisnis. Namun, dengan semakin banyaknya pengguna Instagram, persaingan untuk mendapatkan perhatian audiens pun menjadi semakin ketat. Oleh karena itu, Anda akan memerlukan strategi optimasi yang efektif agar akun Anda bisa tumbuh secara organik dan menarik […]

  • Keterangan foto : Pemerintah Kecamatan Binakal resmi menggelar agenda pembinaan perangkat desa sekaligus penguatan sistem rayonering Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk tahun anggaran 2026.

    Optimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas Desa

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Optimalkan Kinerja dan Pajak, Kecamatan Binakal Bentuk 9 Tim Satgas Desa

  • Isu Pembentukan Partai Penyandang Disabilitas Semakin Menguat

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Isu Pembentukan Partai Penyandang Disabilitas Semakin Menguat

  • Berikan Bantuan Korban Kebakaran LIN Langsung Ke TKP

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Empat Lawang, Sumsel || Temporatur.com DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Empat Lawang bagikan sembako kepada korban bencana kebakaran di Desa Muara Sindang Dusun Lubuk Mabar, Kecamatan Pasemah Air Keruh (PAIKER), Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (8/04/2023). SelanjutnyaMenteri Koperasi Dorong Koperasi Jadi Platform Ekonomi Kolaboratif, Resmikan Kebun Praktik Pertanian UNITAAprianto selaku Ketua DPC Lembaga […]

  • Diduga Penggunaan Ijazah Perangkat Desa Bermasalah, Sejumlah Desa di Kecamatan Gayam Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    SUMENEP, –  Temporatur.com Dugaan penggunaan ijazah yang bukan milik asli oleh sejumlah oknum perangkat desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, mulai menjadi perhatian publik. Isu tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait proses rekrutmen dan verifikasi administrasi perangkat desa yang seharusnya dilakukan secara ketat dan transparan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa terdapat dugaan beberapa perangkat desa menggunakan […]

expand_less