Taput – Temporatur.com | Pascabencana banjir dan longsor yang melanda Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Polres Tapanuli Utara terus melanjutkan pencarian korban. Hingga Sabtu (29/11/2025) Sekitar pukul 16.00 wib tim gabungan kembali menemukan 7 korban di desa sibalanga dalam kondisi meninggal dunia, sehingga total korban yang ditemukan mencapai 14 orang.
Wakapolres Tapanuli Utara Kompol S.P. Anak Ampun.S.H. yang turut didampingi Kasat Reskrim AKP. Arifin Purba S.H yang berada di lokasi kejadian menyampaikan bahwa temuan terbaru ini menambah jumlah korban dari hari-hari sebelumnya.
“Hari pertama ditemukan 5 korban, hari kedua 2 korban, dan hari ini 7 korban lagi ditemukan. Seluruhnya dalam keadaan meninggal dunia, sehingga total sudah 14 jenazah,” jelas Wakapolres.
Untuk mempercepat proses pencarian, pihak Polri juga menurunkan unit Polisi Satwa berupa anjing pelacak yang didatangkan khusus dari Polda Sumatera Utara. Tim ini diterjunkan untuk menyisir titik-titik yang diduga masih terdapat korban tertimbun material longsoran.
Selain pencarian korban, Wakapolres juga memaparkan kondisi akses jalan di lokasi bencana. Hingga kini, jalan menuju Tapanuli Tengah (Tapteng) masih tidak dapat dilalui dan hanya bisa ditembus sampai Desa Sibalanga. Sedikitnya terdapat lima titik longsor tambahan yang masih dalam proses pembersihan alat berat.
“Kami menghimbau masyarakat yang hendak melintas menuju Tapteng agar menunda perjalanan hingga seluruh longsor dibersihkan. Untuk pengendara yang sudah terlanjur memasuki jalur Sibolga, sebaiknya kembali ke arah Tarutung agar tidak terjebak kemacetan dan memberi ruang bagi alat berat serta petugas,” imbaunya.(Norris.H)













