Aliansi, Desa Pekandangan Barat Bersatu, Suarakan Desa Bermartabat. ” Jangan Rusak Reputasi Kami “
Semakin memanas, Aliansi Masyarakat Desa Pekandangan Barat bersatu, mulai angkat bicara setelah viralnya berita online yang menyudutkan persoalan proyek Polindes sampai membawa nama Anggota DPRD Kab. Sumenep.
Tidak hanya itu, Jabatan Sekdes pekandangan Barat Kecamatan Bluto Kab. Sumenep juga disoal, kenapa tidak fokus kepada permasalahan temuannya saja. Ungkap, Abd. Rasyid, warga Pekandangan Barat Kec. Bluto Kab. Sumenep.
Menurutnya, sejumlah pemberitaan yang ditulis oleh media dan di viralkan, sangat meresahkan warga di Desa Pekandangan Barat, makanya kita atasnama masyarakat akan menjadi garda terdepan untuk menyuarakan Desaku dan harga diriku. Tegasnya
Tidak hanya itu, Para nitezen pun, mulai resah dengan kajian miring dan dugaan pekerjaan proyek yang dituding tidak sesuai spek, belum selesai sudah beralih kepada Jabatan Sekdes yang disoal.
” Emangnya seorang Jurnalis seperti itu, nalar berpikirnya tidak cerdas, tulisannya tidak memenuhi unsur 5W 1H, makanya dalam reportasenya lebih kepada penekanan”
Dikatakan Rasyid, temuan yang bersifat kontradiktif seharusnya di musyawarahkan dulu dan dikaji secara matang, jika menuai masalah, tawarkan solusinya, bukan dihancurkan reputasinya. Tegasnya
Menurut Rasyid, Secara umum, Jabatan Sekdes diambil dari pihak keluarga Kades tidak ada larangan eksplisit dalam undang-undang yang melarang anggota keluarga kepala desa menjadi sekretaris desa (sekdes), tetapi proses pengangkatannya harus transparan dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Artinya, kata dia. Undang-undang dilarang itu untuk menghindari praktik nepotisme. Selama tidak ada persoalan dan di Desa aman, Kenapa harus disoal, Jabatan Sekdes itu sudah dikaji dan dipertimbangkan di awal. Ungkapnya
Jadi, sambungnya, kebodohan itu jangan ditampakkan ke publik, sangat memalukan, belum
ada Peraturan Daerah (Perda) atau peraturan bupati (Perbup) yang melarang tidak diperkenankannya jabatan Sekdes dari pihak keluarga.
Hanya saja, kata dia, jika nantinya di perda-kan atau di Perbup-kan mungkin dapat memiliki ketentuan lebih ketat tentang hubungan keluarga dalam struktur pemerintahan desa. Jelasnya
Oleh karenanya, sambung dia, saya mengamati media yang mencerca dan mencari kelemahan di Desa Pekandangan Barat, dan saya undang teman media untuk duduk dan mengkaji ulang terkait persoalan dan temuannya.
” Ayo berdiskusi, mencari solusi jangan mencari pembenaran dari hal yang menyakiti, saya tahu, bahwa penyelewengan itu hanya mendatangkan aib”
Ia mengatakan, pihaknya sebagai manusia biasa, memiliki kekurangan dan kelebihan, jadi tugas terbaik adalah saling menasihati dan mencari solusi. Pungkapnya (Moh.Anwar)















