Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Sawit » RSPO dan APKASINDO Bersatu: Petani Sawit Semakin Berdaya dan Sejahtera

RSPO dan APKASINDO Bersatu: Petani Sawit Semakin Berdaya dan Sejahtera

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RSPO dan APKASINDO Bersatu: Petani Sawit Semakin Berdaya dan Sejahtera

Temporatur.com | Balikpapan – Ada kabar gembira untuk para petani kelapa sawit di Indonesia! Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) telah resmi bekerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Apa artinya? Ini adalah langkah besar untuk membantu petani sawit agar semakin maju dan sejahtera. Kemitraan ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan yang merata, mempermudah proses sertifikasi, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para petani di seluruh Indonesia. Mengingat peran penting petani sawit yang menyumbang sekitar 40% dari produksi minyak sawit nasional, kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dunia dalam produksi minyak sawit yang berkelanjutan.

Indonesia adalah negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, dengan kontribusi mencapai 55% dari pasokan global. Namun, ada tantangan yang perlu diatasi: hasil panen petani masih belum optimal. Rata-rata, mereka hanya menghasilkan sekitar 2-3 ton per hektar, jauh lebih rendah dibandingkan perkebunan besar yang bisa mencapai 6-8 ton per hektar. Selain itu, banyak petani mengalami kesulitan dalam mengakses pembiayaan dan mendapatkan sertifikasi yang diperlukan. Hal ini tentu berdampak pada pendapatan mereka dan daya saing Indonesia di pasar internasional.

Oleh karena itu, RSPO dan APKASINDO berkomitmen untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif. Ini bukan hanya tentang meningkatkan hasil panen, tetapi juga memastikan bahwa para petani memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berdaya secara ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Dengan demikian, jutaan petani sawit di Indonesia tidak akan tertinggal dalam persaingan di era globalisasi ini.

MoU ini mencakup lima bidang kerja sama utama yang sangat penting. Tujuannya adalah menjadikan petani sebagai mitra ekonomi yang setara, bukan hanya sebagai pemasok bahan baku. Para petani akan diberikan akses pasar yang adil, dukungan sosial yang memadai, dan pelatihan untuk menerapkan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Guntur Cahyo Prabowo, Kepala RSPO Petani Kecil, menegaskan bahwa MoU ini bukan hanya sekadar tentang sertifikasi. “Ini adalah tentang menciptakan keadilan, ketahanan, dan pertumbuhan yang inklusif bagi para petani. Setiap ton hasil panen yang hilang akibat produktivitas yang rendah akan mengurangi keunggulan Indonesia di pasar global. Investasi pada petani adalah kunci untuk mencapai target nasional sebesar 8%,” ujarnya dengan penuh semangat.

Jika tidak ada tindakan yang inklusif, Indonesia berisiko kehilangan potensi pendapatan hingga miliaran dolar setiap tahunnya akibat perbedaan hasil panen, kehilangan peluang di pasar premium, dan bahkan terancam dikeluarkan dari pasar global yang semakin ketat dengan adanya regulasi seperti Peraturan Anti Deforestasi Uni Eropa (EUDR).

Dikutip Temporatur.com dari laman resmi RSPO, Minggu (21/9/2025) Dr. Gulat ME Manurung, Ketua DPP APKASINDO, menyatakan, bahwa MoU ini adalah momen bersejarah bagi para petani kelapa sawit di Indonesia. “Selama ini, petani seringkali dianggap sebagai pemain kecil, padahal kontribusi mereka sangat besar bagi negara. Dengan adanya kerja sama strategis bersama RSPO, kami dianggap sebagai mitra yang setara dalam rantai pasokan global. Ini bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi juga tentang masa depan jutaan keluarga petani, kemudahan akses ke pembiayaan, pasar yang adil, dan peningkatan hasil panen tanpa harus membuka lahan baru,” jelasnya dengan optimisme.

Kerja sama ini juga merupakan ajakan terbuka kepada pemerintah, lembaga keuangan, dan seluruh pihak terkait untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para petani kelapa sawit. Dengan mengakui petani sebagai mitra yang setara, Indonesia tidak hanya menjaga kesejahteraan mereka, tetapi juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin global dalam industri minyak sawit yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bey Machmudin Saksi Ikrar Setia 223 Eks NII pada NKRI

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Jawa Barat Temporatur.com SelanjutnyaKeluarga Alenia Patricia Azzahra Belum Terima Hasil Pemeriksaan Internal Rumah Sakit, Siapkan Tanggapan HukumPenjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menjadi saksi kembalinya 223 mantan anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII) untuk kembali setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ke-223 warga Jabar tersebut telah menyatakan sepakat keluar dari baiat […]

  • Menyambut Lebaran Idul Adha 1444 Hijjriah Warga Perum Pratama Imdah Kel. Kebalen,Laksanakan Qurban Satu Ekor Sapi Dan Empat Ekor Kambimg 

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Menyambut Lebaran Idul Adha 1444 Hijjriah Warga Perum Pratama Imdah Kel. Kebalen,Laksanakan Qurban Satu Ekor Sapi Dan Empat Ekor Kambimg 

  • Bupati Cianjur Sambut 40.000 Pekerja Rentan dan Jamin Dapat BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    CIANJUR TEMPORATUR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melangkah maju dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi warganya dengan meluncurkan program Universal Coverage Jamsostek bagi pekerja rentan. Sebanyak 40.000 pekerja di sektor informal kini akan mendapatkan perlindungan menyeluruh berkat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 05 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Launching program bertajuk “Lindungi Pekerja Rentan […]

  • KRYD Malam Digelar, Polisi Kunci Ruang Gerak Pelaku 3C di Talang Ubi

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    PALI – Temporatur.com, Kepolisian mengunci ruang gerak pelaku kejahatan 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor) melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar Polsek Talang Ubi, Jumat malam (30/1/2026). Operasi malam hari yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dipimpin AIPTU M.Joko bersama personel Polsek Talang Ubi. Sasaran utama KRYD […]

  • Advokat Muda DPC PERADI Bale Bandung Soni Ramdhani, S.H., M.H., Ambil Sikap Tegas Terkait Dugaan Penipuan Oknum Kontraktor di Sukabumi

    Advokat Muda DPC PERADI Bale Bandung Soni Ramdhani, S.H., M.H., Ambil Sikap Tegas Terkait Dugaan Penipuan Oknum Kontraktor di Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Temporatur.com – Pengacara Muda DPC PERADI Bale Bandung Soni Ramdhani, S.H., M.H., Siap Alih Profesi Menjadi Kontraktor Apabila Dugaan Penipuan Terhadap Kliennya Yang Dilakukan Oleh Oknum Kontraktor di Sukabumi Bukan Merupakan Tindak Pidana Seorang pengusaha restoran terkenal di Sukabumi menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum kontraktor, korban merupakan istri ex Kepala Kejaksaan Tinggi […]

  • Keterangan foto : Bangunan liar (Bangli),yang berdiri di atas Pintu Air, (ft : BS)

    Bangli Berdiri Diatas Pintu Air Jadi Sorotan LSM GANAS

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    LSM GANAS menyoroti permasalahan Bangli (Bangunan liar) yang berdiri di atas pintu air di jalan Warung Satu – Tambelang Kabupaten Bekasi.

expand_less