Kritik Dana Desa Dibungkam Bogem Mentah: Oknum Kades di Lahat Dipolisikan, Garda Prabowo Pasang Badan!

Kritik Dana Desa Dibungkam Bogem Mentah: Oknum Kades di Lahat Dipolisikan, Garda Prabowo Pasang Badan!
Keterangan foto : Korban J telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Pajar Bulan pada Selasa, 13/4/2026.

Kritik Dana Desa Dibungkam Bogem Mentah: Oknum Kades di Lahat Dipolisikan, Garda Prabowo Pasang Badan!

LAHAT,- Temporatur.com

Demokrasi di tingkat desa kembali ternoda. Seorang warga berinisial J (39) di Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, diduga menjadi korban brutalitas oknum Kepala Desa (Kades) hanya gara-gara melontarkan kritik di media sosial.

Kasus yang memicu amarah publik ini kini masuk babak baru setelah organisasi Garda Prabowo Lahat secara resmi menyatakan perang terhadap tindakan represif tersebut.

Pada Rabu (15/4/2026), J telah menjalani pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polsek Pajar Bulan. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari laporan resmi yang dilayangkan korban pada Selasa (14/4) kemarin.

Kepada media, J mengonfirmasi bahwa penyidik mencecarnya dengan sejumlah pertanyaan terkait kronologi penganiayaan yang menimpanya.

Bacaan Lainnya

Vokal di Sosmed, Berujung Intimidasi

Tragedi ini bermula saat J menuliskan komentar kritis terkait kinerja pemerintah desa di akun Facebook resmi @Garda Prabowo Lahat. Bukannya mendapat jawaban solutif, J justru diduga mendapat intimidasi hingga serangan fisik dari oknum Kades yang tak terima atas kritikan tersebut.

Ketegasan pun datang dari kubu Garda Prabowo Lahat. Melalui pernyataan resminya, mereka mengutuk keras aksi koboi oknum pejabat desa tersebut.

“Kami melalui tim hukum Garda Prabowo akan mengawal proses hukum ini sampai tuntas! Jangan ada lagi oknum kades yang merasa kebal hukum dan membalas kritik warga dengan kekerasan,” tegas akun tersebut dalam unggahan yang viral.

Seruan Awasi Dana Desa

Tak hanya soal penganiayaan, kasus ini melebar ke isu transparansi anggaran. Garda Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih berani mengawasi penggunaan dana desa agar tidak menjadi “ladang korupsi” dan penyalahgunaan kekuasaan.Kasus ini kian panas setelah video pembelaan terhadap korban beredar luas di jagat maya.

Berbagai spekulasi pun muncul, termasuk dugaan rangkap jabatan yang dilakukan sang kades hingga tuntutan agar pihak kepolisian bertindak transparan tanpa pandang bulu.Kini, bola panas ada di tangan Polsek Pajar Bulan.

Publik menanti, apakah hukum akan tegak lurus melindungi hak bicara warga, atau justru membiarkan arogansi kekuasaan menang atas kritik yang sah.

(Ju)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *