Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Diserang dan Rumahnya Dirusak, Warga Kelapa Dua Malah Jadi Tersangka dan Ditahan, Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan

Diserang dan Rumahnya Dirusak, Warga Kelapa Dua Malah Jadi Tersangka dan Ditahan, Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Diserang dan Rumahnya Dirusak, Warga Kelapa Dua Malah Jadi Tersangka dan Ditahan, Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan

Tangerang, – Temporatur.com

Kasus yang menimpa Temi Janusi Putra memantik tanda tanya besar terhadap penanganan hukum di Polsek Kelapa Dua Tangerang.

Pasalnya, pria yang mengaku menjadi korban penyerangan dan sempat meminta bantuan melalui call center 110 itu justru berakhir sebagai tersangka dan kini mendekam dalam tahanan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 WIB di kediaman Temi. Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum, saat kejadian kliennya mengalami penyerangan, pengeroyokan, serta perusakan rumah.

Dalam kondisi tersebut, Temi dilaporkan menghubungi layanan darurat 110 untuk meminta perlindungan.

Namun alur penanganan perkara justru berbalik arah.

Temi diamankan, ditangkap, dan kemudian ditahan oleh pihak kepolisian. Statusnya pun berubah menjadi tersangka, sementara Para Pelaku dibiarkan sampai hari ini.

Kuasa hukum Temi, H. Yulhendri, S.H., M.H., secara tegas mempertanyakan dasar dan prosedur hukum yang digunakan penyidik. Ia mengungkap adanya dugaan pelanggaran serius dalam proses penegakan hukum.

“Penangkapan dan penahanan dilakukan tanpa surat resmi. Selain itu, tidak ada pemeriksaan terhadap saksi korban.

Bahkan keluarga dan penasihat hukum tidak menerima SPDP maupun tembusan surat penangkapan dan penahanan,” ujarnya.

Poin-poin tersebut dinilai krusial, karena menyangkut hak dasar warga negara dalam proses hukum. Minimnya transparansi dan dugaan diabaikannya prosedur dianggap berpotensi mencederai prinsip due process of law.

Lebih jauh, kuasa hukum juga menyoroti kejanggalan dalam penetapan status tersangka terhadap Temi, yang sebelumnya berposisi sebagai pelapor dalam insiden tersebut.

Hingga kini, menurut mereka, belum ada penjelasan utuh terkait konstruksi perkara yang digunakan aparat.

Di sisi lain, dampak penahanan Temi turut dirasakan keluarganya.

Istri dan tiga anaknya dilaporkan mengalami tekanan psikologis dan kondisi kesehatan yang menurun. Secara ekonomi, keluarga tersebut juga terpukul karena kehilangan sumber penghidupan.

Merespons situasi ini, tim kuasa hukum memastikan mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Tangerang, pada Rabu ( 15/04/2026 ). Langkah ini ditempuh untuk menguji sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, serta penetapan tersangka terhadap Temi Janusi Putra.

“Kami melihat ada indikasi tindakan yang tidak sesuai prosedur. Semua akan kami uji di praperadilan,” tegas Yulhendri.

Selain itu, permohonan perlindungan hukum juga telah diajukan kepada Kapolres Tangerang Selatan pada 14 April 2026, dengan harapan adanya evaluasi dan koreksi terhadap penanganan perkara tersebut.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi akuntabilitas aparat penegak hukum, khususnya dalam memastikan bahwa setiap proses berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan hak warga negara.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Polsek Kelapa Dua belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan pelanggaran prosedur maupun alasan penetapan Temi Janusi Putra sebagai tersangka.

( Red- Rls )

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterangan foto: Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus.

    Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri

  • Diduga Korupsi Uang Ratusan Miliar, Developer Perumahan PT. Royal Gemilang Persada, Firnendi Irawan Cs, Masuk Proses Hukum Pengadilan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Proses persidangan terkait perkara perdata no.383/Pdt.PN bks memasuki babak baru.

    Kiky Afrison. SH yang juga lawyer dan kontraktor sudah mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi, “Kami menilai majelis hakim PN Bekasi berat sebelah dalam memutus perkara, karena ada yang janggal, tidak sesuai Bukti-bukti, fakta dan saksi di persidangan,” ungkapnya pada sejumblah awak media Rabu 9 April 2025.

  • SUPERFOOD: Kandungan Nutrisi dalam Tomat: Lebih Lengkap dari yang Kita Bayangkan

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    SUPERFOOD: Kandungan Nutrisi dalam Tomat: Lebih Lengkap dari yang Kita Bayangkan

  • Hardjuno: Kwik Kian Gie, Penjaga Nurani Publik dalam Skandal BLBI

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Hardjuno: Kwik Kian Gie, Penjaga Nurani Publik dalam Skandal BLBI

  • Keterangan foto: Sekretaris Desa (Sekdes) Segara Makmur, H. Muhidin,

    Sengketa Tanah Garapan Alot, Pemdes Segara Makmur: Silakan Ambil Jalur Hukum Saja Lebih Baik

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Sengketa Tanah Garapan Alot, Pemdes Segara Makmur: Silakan Ambil Jalur Hukum Saja Lebih Baik

  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemkab PPU Dorong Pemuda Membangun Daerah

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 di halaman Kantor Bupati PPU, Senin 28 Oktober 2024.

    Upacara ini dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin, yang menyampaikan pesan tentang pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah.

    Dalam sambutannya, Zainal Arifin mengungkapkan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus dijadikan motivasi bagi generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai bidang pembangunan.

    “Selamat Sumpah Pemuda 1928, semangat sumpah pemuda ini harus kita maknai sebagai semangat pemuda untuk ikut dalam pembangunan,” ungkapnya saat memimpin upacara.

    Upacara ini juga menjadi momen bagi Pemkab PPU untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan kepemudaan di Kabupaten PPU.

    Zainal Arifin menyampaikan bahwa pihaknya akan menyesuaikan sarana dan prasarana guna mendukung pengembangan potensi pemuda di wilayah tersebut.
    “Kami akan sesuaikan sarana dan prasarananya, fasilitas kepemudaannya,” katanya.

    Lebih lanjut, Pemkab PPU akan menyusun program-program yang dirancang khusus untuk mendukung keterlibatan pemuda dalam meningkatkan Indeks Pelayanan Pemuda (IPP). Hal ini selaras dengan amanat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang mendorong peningkatan layanan bagi generasi muda.

    Zainal Arifin juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melibatkan pemuda dalam pembangunan berbasis pengurangan emisi karbon, sejalan dengan target nasional dan global.

    “Pemerintah daerah juga akan mendorong keterlibatan pemuda untuk pembangunan yang berbasiskan pengurangan emisi karbon,” jelasnya.

    Selain itu, keterlibatan pemuda akan dipercepat dengan memperhatikan karakteristik generasi milenial, generasi Z, hingga generasi alfa, sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok usia tersebut.

    “Setiap generasi punya karakteristik masing-masing, itu sebabnya kita akan identifikasi sesuai dengan kebutuhan. Inilah pembentukan karakter pemuda yang ikut berperan aktif dalam pembangunan baik sebagai subjek maupun sebagai objek,” tutup Zainal.

expand_less