Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Koalisi Buruh Sawit dan GAPKI Intensifkan Dialog, Bahas Perlindungan Pekerja Perkebunan

Koalisi Buruh Sawit dan GAPKI Intensifkan Dialog, Bahas Perlindungan Pekerja Perkebunan

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Koalisi Buruh Sawit dan GAPKI Intensifkan Dialog, Bahas Perlindungan Pekerja Perkebunan

Jakarta, Temporatur.com – Upaya peningkatan perlindungan pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit kembali menjadi sorotan utama. Koalisi Buruh Sawit (KBS), yang terdiri dari perwakilan buruh dan organisasi masyarakat sipil dari berbagai daerah penghasil sawit, telah menggelar audiensi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada Jumat, 12 September 2025.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum II GAPKI, Susanto, beserta jajaran pengurus bidang SDM dan keberlanjutan. Dari pihak KBS, hadir Koordinator KBS, Ismet Inoni, bersama sejumlah perwakilan organisasi buruh sawit daerah, serta delegasi dari FNV Belanda.

Dalam audiensi tersebut, GAPKI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya hubungan industrial yang lebih adil. Organisasi yang menaungi 749 perusahaan dengan total luasan 3,9 juta hektare ini menyampaikan sejumlah langkah konkret, mulai dari penerapan upah minimum provinsi (UMP), jaminan sosial bagi pekerja, hingga panduan perlindungan perempuan, pekerja anak, dan tenaga harian.

“Kami berupaya memastikan seluruh anggota mematuhi regulasi dan standar ketenagakerjaan, baik nasional maupun internasional,” ujar Susanto, seperti dikutip Temporatur.com dari pernyataan resmi GAPKI.

Namun, KBS menilai masih banyak tantangan yang perlu dibenahi. Salah satu isu utama yang disoroti adalah keberadaan buruh harian lepas yang bekerja bertahun-tahun tanpa kepastian status, pesangon, maupun dana pensiun. Selain itu, minimnya alat pelindung diri (APD) di lapangan juga menjadi keluhan serius.

“Perusahaan anggota GAPKI perlu menjalankan aturan ketenagakerjaan dengan konsisten agar hak-hak buruh terlindungi,” tegas Ismet Inoni.

Menanggapi hal tersebut, GAPKI menjelaskan berbagai upaya peningkatan kapasitas pekerja, termasuk program pelatihan intensif bagi pemanen baru serta kewajiban kepesertaan BPJS. Susanto menambahkan, sejak 2016 banyak perusahaan telah meninggalkan sistem buruh harian lepas, meskipun pada tahun 2022 dibuka program khusus dengan mekanisme yang lebih terstruktur.

Audiensi ini juga menyinggung isu perlindungan perempuan dan pekerja anak, yang akan menjadi agenda bersama pada bulan November mendatang. KBS menekankan pentingnya penegakan aturan penggunaan APD serta peningkatan edukasi ketenagakerjaan bagi buruh. Selain itu, koalisi ini tengah menyiapkan draf rancangan undang-undang khusus untuk sektor sawit sebagai payung hukum perlindungan pekerja.

Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat dialog sosial secara berkelanjutan. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbentuknya industri sawit yang lebih adil, berkelanjutan, serta menempatkan hak-hak pekerja sebagai prioritas utama. Pan

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Sistem Informasi Pelayanan Perijinan Secara Online  Oleh UPTD Dinas Pemakaman & Perumahan Pemkot Cimahi

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Sosialisasi Sistem Informasi Pelayanan Perijinan Secara Online  Oleh UPTD Dinas Pemakaman & Perumahan Pemkot Cimahi

  • Bey Machmudin: Pemilu di Jabar Lancar

    • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Bey Machmudin: Pemilu di Jabar Lancar

  • Tren Adopsi AI Melonjak di 2025: Lintasarta Pacu Digitalisasi Industri didukung Infrastruktur AI Berdaulat

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Tren Adopsi AI Melonjak di 2025: Lintasarta Pacu Digitalisasi Industri didukung Infrastruktur AI Berdaulat

  • O2 GELAR KONGRES PERDANA DI BOGOR: TARGETKAN LEGALITAS KEMENKUMHAM DAN DESAK LAHIRNYA UU TRANSPORTASI

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    BOGOR – Temporatur.com Ratusan perwakilan dari puluhan komunitas ojek online yang tergabung dalam Perhimpunan Ojek Online (O2) sukses menyelenggarakan Kongres Ke-1 pada Senin, 16 Februari 2026. Bertempat di Villa Casa Della Vita, Bogor, pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi para pengemudi ojek online untuk memperkuat posisi tawar melalui struktur organisasi yang permanen dan legal. Demokrasi […]

  • KSOP dan Kementerian Perhubungan Diminta Turun Tangan: Bongkar Pelabuhan Liar di Kalbar

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Aktivitas bongkar pasang muat barang secara ilegal di sebuah pelabuhan tanpa izin di Desa Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, semakin meresahkan masyarakat dan pelaku usaha resmi.

  • Inilah Tampang Wajah Pria Yang Ancam dan Sering Ganggu Istri Wartawan

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta, Temperatur.com- Seorang pria yang berdomisili di Leuwiliang Bogor yang sering mengganggu istri sah Tile seorang jurnalis dari Forum Wartawan Polri.

    Dikatakan Tile Wartawan tergabung Forum Wartawan Polri mengatakan, “ini cowok terlalu lebay dan Bencong, kalau dia lelaki seharusnya temui saya secara jentel.” Ujarnya kepada teman-teman wartawan saat di warung kopi, Selasa (19/02/25).

    Lebih lanjut Tile menjelaskan, “sudah keseringan itu cowok ganggu rumah tangga saya, atas perbuatan dia mengancam istri saya, saya akan buat laporan ke Aparat Penegak Hukum.” Ujarnya.

    Berikut percakapan melalui pesan WhatsApp ke teman istri Tile Wartawan tergabung di Forum Wartawan Polri :

    “Bilangin ade luh mau main- main sama gua liat ajah hidup nya gak bakal tenang”

    “Di ajak bener² dari awal malah kya gitu ke gua nipu”

    “Sampein semua nya ke dia hidup nya gua bakal gak bikin tenang”

    “Gua Ivan, Gua bukan hasut sumpah demi Allah nya gua gak hasut tapi dia sendiri yg bilang udah bener2 gak bahagia ngejalanin rumah tangga sama Luh”

    “Nih dia tadi cerita gitu ajah gua langsung blok nomor sama semua akun dia”

    “Baru banget tadi siang dia chat gua di tiktok tapi semua udah gua hapus gua bilang gua gak mau ikut campur lagi.”

    “Sumpah demi Allah nya gua cuma ngerasa gak tega ajah dia mohon2 bilang tolong gua, gua hanya mau menyendiri nenangin pikiran dia”

expand_less