Tingkatkan Produktivitas, Ratusan Petani Sawit Aceh Ikuti Pelatihan Intensif
Banda Aceh, Temporatur.com – Sebanyak 111 petani kelapa sawit dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur telah mengikuti pelatihan intensif mengenai budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan. Pelatihan ini berlangsung di Banda Aceh dari tanggal 8 hingga 12 September 2025.
Program ini merupakan kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training, sebagai bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit 2025.
Selama pelatihan, para petani mendapatkan materi lengkap mulai dari persiapan benih, pengelolaan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan petani agar dapat menjaga dan meningkatkan produktivitas kebun mereka secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, serta perwakilan dari BPPSDMP Kementan, M. Apuk Ismane, dan Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Kelapa Sawit Ditjenbun, Mula Putra, turut hadir dalam acara pembukaan. Tim pengajar dari IPB Training, yang terdiri dari para pakar seperti Dr. Haryadi dan Prof. Suwardi, memberikan materi dan bimbingan kepada para peserta.
Dr. Haryadi menekankan pentingnya penerapan Tujuh Aspek Budidaya Sawit Berkelanjutan, yang mencakup legalitas lahan, peningkatan produktivitas, kesinambungan produksi, praktik ramah lingkungan, dan traceability produk.
Para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) untuk melihat langsung proses seleksi bibit, teknik pembibitan, pemeliharaan, serta cara membedakan bibit bersertifikat dan non-sertifikat. Diskusi interaktif berlangsung selama kunjungan, terutama mengenai identifikasi bibit yang tidak memenuhi standar dan solusi untuk mengatasinya.
Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para petani, yang aktif berpartisipasi dalam diskusi dan praktik lapangan. Diharapkan, pelatihan ini dapat meningkatkan kemandirian petani sawit Aceh, memperkuat daya saing mereka, serta mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Pan















