Dulu Dukung Rumanise, Kini dizalimi: Pasukan Roda Tiga Siap Turun Kejalan

Dulu Dukung Rumanise, Kini dizalimi: Pasukan Roda Tiga Siap Turun Kejalan

Dulu Dukung Rumanise, Kini dizalimi: Pasukan Roda Tiga Siap Turun Kejalan

SAMARINDA,  – Temporatur.com

Tanggal 21 April 2026 akan mencatat sejarah baru di Kalimantan Timur, bahkan berpotensi menjadi fenomena di seluruh Indonesia.

Forum Peduli Penyandang dan Atlet Disabilitas Indonesia (FOPPADIS) memastikan diri akan turun ke jalan. Meski memiliki keterbatasan fisik, semangat juang mereka justru meledak dan tak terbendung menuntut keadilan.

Wakil Ketua Umum FOPPADIS, Muhammad Ilham, mengungkapkan kekecewaan mendalam. Menurutnya, terjadi perubahan kebijakan yang sangat merugikan sejak kepemimpinan Rudy Mas’ud.

Ironisnya, dirinya bersama ratusan penyandang disabilitas fisik (tuna daksa), tuna rungu, dan organisasi terkait, pernah dengan bangga melakukan deklarasi dukungan untuk pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji pada 5 November 2023 lalu di Sekretariat Partai Golkar.

Bacaan Lainnya

“Padahal kami yang dulu datang mendekat dan menyatakan dukungan. Tapi sekarang? Kami justru merasa dizalimi. Hak-hak kami seolah diabaikan begitu saja,” tegas Ilham.

Dengan nada tegas dan penuh harga diri, Ilham menegaskan posisi komunitasnya.

“Kami disabilitas memang kaum minoritas, tapi jangan jadikan kami masyarakat marjinal.”

Kalimat ini menjadi penegas bahwa mereka tetap warga negara yang memiliki hak penuh untuk diperlakukan adil, layak, dan tidak boleh dipinggirkan.

“Fisik kami memang lemah, tapi semangat juang kami sekeras batu karang di tepi pantai. Kami akan tetap berdiri tegak memperjuangkan hak kami sebagai warga negara. Jika hak kami diabaikan, maka kami akan melawan!” ujarnya berapi-api.

Mereka menuntut kejelasan dan transparansi mengenai keberlanjutan program Bantuan Sosial bagi penyandang disabilitas yang dinilai tidak jelas arahnya saat ini.

Ini adalah momen bersejarah karena melibatkan langsung komunitas disabilitas yang jarang turun ke jalan.

“Ini sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, bukan hanya di Kaltim tapi di seluruh Indonesia. Kami akan turun, terutama pasukan motor roda tiga,” ungkapnya.

“Jangan pandang fisik kami yang lemah, tapi lihatlah semangat juang kami yang tak kan pernah goyah oleh hantaman badai dan gelombang. Kami bukan pecundang!” tegasnya.

Aksi ini akan diikuti perwakilan tuna daksa, cacat tubuh, hingga tuna rungu dan bisu.

“Sekecil apapun yang bisa kami lakukan, akan kami lakukan. Jangan takut terbuang atau tidak dikenang. Yang penting kami berjuang,” pungkasnya.

(Irpan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *