Usai Jemput Anak Sekolah Seorang Ibu Tertabrak Kereta Commuter di Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

Usai Jemput Anak Sekolah Seorang Ibu Tertabrak Kereta Commuter di Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

Usai Jemput Anak Sekolah Seorang Ibu Tertabrak Kereta Commuter di Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

BOGOR Temporato.com – Kecelakaan yang melibatkan seorang pengendara motor dengan kereta api commuter line di perlintasan tanpa palang pintu di Kampung Karanggan Tua, Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Pada Kamis (13/2).

Menurut Kapolsek Gunung Putri, AKP Aulia Robby Kartika Putra, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10:30 wib, kejadian tersebut membuat korban terjatuh ke samping rel hingga menyebabkan korban mengalami luka luka.

“Saat melintasi rel kereta api yang tidak memiliki palang pintu, bagian belakang motor Sumarsih terserempet badan kereta, menyebabkan ia terjatuh di samping lintasan. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka memar di kaki dan patah pada gigi depan, sementara motornya mengalami kerusakan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, Bapak Koswara, korban seorang pengendara motor matic bernama Sumarsih, warga Kampung Karanggan, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, mengalami kecelakaan setelah menjemput anaknya dari sekolah.

Akibat kejadian tersebut, pihak stasiun Nambo datang meninjau lokasi guna melakukan evaluasi agar tidak terulang kecelakaan serupa.

Bacaan Lainnya

Sementara itu sekumpulan warga masyarakat keranggan tua yang berdekatan sudah mengajukan untuk pengadaan palang pintu otomatis, agar tidak terulang lagi kejadian yang sama, ungkap asep warga sekitar Perlitasan.

“Sudah di ajukan juga ke Pihak pemerintahan Deda Keranggan, namun sampai saat ini belum ada tanggapan, pada hal kami siap patungan untuk pengadaan itu asal ada dukungan dari pihak terkait. Ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, termasuk ke KAI pusat pun mereka sudah berkoordinasi untuk minta solusi agar di buatkan palang pintu tersebut, tetapi belum ada tanggapan.

Saat ini mereka warga Keranggan muda siap membantu pemerintah, asal ada Fasilitas dari Pemdes, dari Dishub, dan dari pihak KAI kami siap membantu, agar ada solusi yang kongkrit.

“Masyarakat siap membantu asal ada yang mempasilitasi, kami siap patungan, karena perkiraan anggaran buat palang pintu otomatis sekitar 200 jt, nah masyarakat siap mengadakan 100 juta, sisanya siapa yang mau membantu,” paparnya.

“Kami berharap ada solusi dari pihak terkait agar masyarakat nyaman untuk menyebrang rel, agar warga tidak was – was ketika melintasi rel,” tutupnya.

Reporter: GS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *