Sholawat Badar di Pesisir Mengiringi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Bongkar sSertifikat SHGB Bela Keadilan Nelayan di Bekasi

Sholawat Badar di Pesisir Mengiringi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Bongkar sSertifikat SHGB Bela Keadilan Nelayan di Bekasi
Foto Istimewa Keterangan foto : Sholawat Badar di Pesisir Mengiringi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Bongkar Kasus Pagar Tanggul Laut, Bela Keadilan Nelayan di Bekasi Selasa 04a/02/2025

Sholawat Badar di Pesisir Mengiringi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Bongkar sSertifikat SHGB Bela Keadilan Nelayan di Bekasi

Bekasi, – Temporatur.com

Kedatangan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), H. Nusron Wahid, di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, disambut haru oleh masyarakat pesisir. Lantunan Sholawat Badar menggema di sepanjang pantai, menjadi doa dan harapan agar permasalahan yang mereka hadapi segera menemukan solusi.

Kunjungan Menteri ATR/BPN ini berfokus pada polemik pembangunan pagar tanggul laut yang telah menjadi perhatian publik. Para nelayan mengeluhkan dampak dari keberadaan pagar tersebut, yang menghalangi akses mereka ke laut dan mengancam sumber penghidupan mereka.

“Semenjak pagar ini berdiri, kami kesulitan mencari nafkah. Kami hanya ingin keadilan. Laut adalah sumber kehidupan kami,” ujar seorang nelayan dengan penuh harap.

Persoalan semakin Khwatir akan keberlangsungan nasib nelayan setelah terungkap bahwa pagar tanggul laut tersebut telah memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), yang berarti kepemilikannya berada di tangan pihak swasta, bukan negara. Hal ini memicu keresahan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

Bacaan Lainnya

Masyarakat berharap Nusron Wahid dapat bertindak tegas dalam menelusuri dan membongkar kasus ini secara adil. Mereka juga mendesak agar sertifikat SHGB yang telah dikeluarkan kepada pengusaha segera dibatalkan demi keberlangsungan hidup nelayan di wilayah tersebut.

“Kami berharap Bapak Menteri segera menyelesaikan masalah ini dan berpihak kepada rakyat kecil. Semoga ada keadilan bagi nelayan,” ujar Wandi, salah satu nelayan

Di tengah suasana penuh harapan, Sholawat Badar terus berkumandang di pesisir Bekasi, mengiringi doa agar perjuangan nelayan mendapatkan keberkahan dan keadilan. Masyarakat pun berdoa agar Nusron Wahid diberikan kemudahan dalam tugasnya serta mampu membawa perubahan bagi kehidupan nelayan di Tarumajaya. **

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *