Ali Sopyan : Aroma Kuat Penyelewengan Uang Negara di PT Bukit Asam Tanjung Enim, Tim Merah Putih Segera Turun Tangan
Perusahaan PT. Bukit Asam Tanjung Enim, yang bergerak dalam bidang pertambangan batu bara, telah lama memiliki pengalaman dalam industri tersebut selama puluhan tahun.
Namun, ironisnya, manajemen perusahaan terlihat mengalami kekacauan. Diduga kuat ada sindikat korupsi yang sangat licik yang telah merugikan hasil pertambangan perusahaan dengan jumlah ratusan miliar rupiah, ujar ketua Tim Divisi Investigasi Nasional Lembaga Watch Relation of Corruption (WRC)Ali Sopyan.
“Untuk menangani masalah ini, Team Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diminta untuk segera turun tangan kebawah karean ada nya pencurian uang negara yang terjadi, tim Kortas Tipidkor Mabes Polri di bawah pimpinan Brigjenpol Cahyono Wibowo juga diminta untuk bertindak sebelum perusahaan mengalami kerugian yang lebih besar, tegas Ali Sopyan ke Temporatur.com, Minggu 26/01/2025.
:Sebagai contoh, penambahan nilai invoice berasal dari bonus, sedangkan pengurangan nilai invoice berasal dari price adjustment sebesar Rp593.530.745.901,36 dan USD8.641.213,93 serta penalty sebesar Rp28.507.161.170,86 dan USD22.440,00. Berdasarkan draft laporan akhir Kajian Kualitas Batu Bara PT Bukit Asam oleh Lembaga Afiliasi Peneliti dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB), penurunan kualitas batu bara dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang paling dominan adalah heterogenitas batu bara yang ada di lapisan batu bara tertambang dan stratifikasi batu bara berdasarkan ukuran saat handling, stacking, dan reclaiming, ungkap Ali Sopyan.
:Untuk mengatasi masalah ini, evaluasi LAPI ITB merekomendasikan beberapa perubahan dan perbaikan yang dapat dilakukan oleh PT Bukit Asam. Misalnya, pengambilan sampel batu bara sebaiknya dilakukan dengan jumlah lapisan yang lebih banyak dan ketebalan maksimum 2 meter untuk setiap lapisan agar diperoleh data yang lebih rinci tentang variabilitas kualitas batu bara vertikal.
Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan pengambilan sampel atas bongkah besar dan ukuran halus menggunakan sekop tangan untuk memuat semua ukuran butir. Jika ditemukan parting pada lapisan batu bara, sampel tetap harus diambil dan disatukan dengan proporsi yang sesuai.), beber Ali Sopyan.















