Peserta Post Course Australia Awards Indonesia ( AAI) berkunjung ke Unit Layanan Disabilitas BPBD NTB
Unit Layanan Disabilitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( ULD BPBD ) Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB ) menerima kunjungan peserta post-course – University of Queensland, Australia Awards Indonesia ( AAI ).
Kunjungan ini sebagai bagian dari tindak lanjut pembelajaran singkat yang berfokus pada penguatan kapasitas inklusi dalam penanggualangan bencana dan untuk mengevaluasi implementasi ilmu dan strategi yang telah dipelajari selama program Australia Awards Indonesia ( AAI ). Peserta juga ingin melihat secara langsung prinsip-prinsip inklusi disabilitas diterapkan dalam penanganan bencana di NTB. Tim Australia Awards Indonesia bersama peserta pembelajaran singkat (short course) dari berbagai daerah menyampaikan apresiasi atas komitmen BPBD Provinsi NTB dalam menyediakan layanan yang ramah dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1 menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi international untuk memastikan inklusi disabilitas menjadi bagian integral dari setiap kebijakan dan tindakan tanggap darurat di NTB.
”Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aksesibilitas layanan dan melibatkan penyandang disabilitas secara aktif dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi “, ujarnya.
Selain berdiskusi dengan pengurus ULD BPBD Provinsi NTB, delegasi Australia Awards Indonesia ( AAI ) mengadakan sesi dialog dengan komunitas penyandang disabilitas di NTB. Dalam sesi tersebut peserta berbagi pengalaman dan masukan terkait layanan yang telah diterima selama ini, serta mengindentifikasi tantangan yang perlu diatasi.
Ketua Unit Layanan Disabilitas BPBD Provinsi NTB, Ilham Ardiansyah, ST., MT., memberikan penjelasan tentang proses pembentukan ULD BPBD NTB. Proses diawali dengan pembentukan POKJA GEDSI PB yang melibatkan berbagai perwakilan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) dengan ragam disabilitas hingga launching pada tgl 3 Desember 2024.
Koordinator post-course Australia Awards Indonesia Firman Setiawan mengungkapkan bahwa kunjungan ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk melihat paraktik langsung di lapangan, tetapi memperat hubungan antara Indonesia dan Australia dalam upaya menciptakan masyarakat yang inklusif dan tangguh terhadap bencana.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan ULD BPBD Provinsi NTB dapat terus menjadi percontohan nasional dalam menyediakan layanan berbasis inklusi disabilitas, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong kebijakan inklusif di tingkat internasional.**
(Asim Barnas )















