Pagi Yang Bersemangat Dalam Hatimu, Dunia atau Akhirat?

Pagi Yang Bersemangat Dalam Hatimu, Dunia atau Akhirat?

 

Temporatur.com

Mengapa kebanyakan manusia lebih memilih dunia dan rela mengorbankan akhirat yang kekal abadi…? Mengapa mereka begitu bersemangat mencari dunia, dengan upaya yang keras, padahal tidak akan dapat menikmatinya setelah mati…? Mengapa masih banyak orang yang gigih mencari kesenangan dunia, seolah-olah tidak merasa lelah, padahal tubuhnya lemah, pikirannya tumpul, dan keinginannya menjadi lemah, terutama ketika itu berkaitan dengan urusan akhirat…? Mengapa orang yang senang memburu dunia tidak akan menyesal saat kebaikan agama telah dilewatinya, tetapi ia akan menyesal dengan sangat mendalam jika sebuah peluang untuk mendapatkan dunia terlewatkan darinya…?

Muhammad bin Suqoh rahimahullah berkata: “Ada dua hal yang, bila dirasakan seseorang, itu sudah cukup menjadi siksa baginya.”Pertama, Seseorang mendapatkan tambahan rezeki di dunia, maka ia akan sangat gembira. Allah belum pernah melihatnya bergembira seperti itu karena bertambahnya agamanya.Kedua Seseorang merasakan kekurangan di dunia, maka ia akan merasa sangat sedih. Allah belum pernah melihatnya sedih seperti itu karena berkurangnya agamanya.Hilyatul Auliyaa’ V/4).

Wahai saudaraku…..manakah yang lebih engkau cintai, kehidupan dunia atau kehidupan di negeri akhirat…? Jika memang engkau mencintai akhirat, lalu mengapa tidak bersedih ketika engkau masih bodoh dalam masalah-masalah aqidah, ibadah, dan amalan lainnya…? Jika memang engkau memilih akhirat, lalu mengapa tidak berusaha dengan sekuat tenaga untuk lebih serius mempelajari jalan menuju kesana, beramal, dan berdoa dengan penuh harap dan cemas kepada-Nya…?

Wahai saudaraku…..janganlah berusaha mati-matian mengejar sesuatu yang tidak akan dapat engkau bawa mati, tetapi mati-matianlah untuk mengumpulkan bekal yang akan engkau bawa mati… Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik”_* (QS. Al-Isra’ [17]: 19) Jika Surga dan segala nikmatnya pasti ada, mengapa dunia yang fana ini masih dilalaikan? Jika Neraka dan segala siksaan pasti ada, mengapa engkau masih berani berbuat dosa?

Bacaan Lainnya

Imam al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Seorang hamba yang mengetahui bahwa tujuan utama dari pahala adalah melihat wajah Allah, maka seluruh dunia “TIDAK ADA NILAINYA” di matanya”(lihat Syarah al-Aqidah al-Wasithiyyah hal 458).

Ya Allah, jadikanlah dunia berada di tangan kami, dan jadikanlah akhirat berada di hati kami… Dan hapuslah keinginan kami atas dunia dengan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu… Jika penduduk dunia dapat membuat mata mereka menjadi lebih sejuk dengan dunia, maka sejukkanlah pandangan kami dengan ibadah kepada-Mu…

Wassalamualaikum wr wb .

Selamat pagi yang penuh semangat!

(RED)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *