Breaking News
light_mode
Beranda » Seni budaya » Renungan Senja Dari Coletoh Ustad Kampung

Renungan Senja Dari Coletoh Ustad Kampung

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Tercatat dalam artikel Temporatur.com pada 31 Januari 2023

Hingar-bingar kehidupan dalam keseharian dan memasuki malam hingga pagi, sudah menjadi perjalanan yang ditetapkan sejak diciptakannya bumi, matahari dan bulan rotasi bumi menjadikan dalam sebuah waktu dari detik, menit, hingga jam dan hari, dirangkaikan dalam satu minggu (Seminggu) bulan,tahun dan abad, hingga tercatat dalam kalender tahun Islam dan Masehi yang di kenal di seluruh penjuru dunia saat ini.

Berbagai macam kisah terjadi dalam waktu 1(satu) hari dimulai dari kesuksesan dan kegagalan bahkan keputusasaan yang menimpa dalam kejadian yang dialami setiap manusia

Dalam catatan Ustad Kampung, ada kisah yang menarik perhatian didalam cerita satu pekan ini, yaitu tentang kejahatan demi kejahatan dan dekadensi moral, khususnya generasi muda yang sangat miris, bahkan dilakukan oleh anak usia remaja awal.

Dapatkah kekeliruan dan kesalahan itu kita bebankan kepada generasi muda yang rusak saja ? Jawabannya tentu TIDAK !!!

Kesalahan itu adalah suatu kejadian sistemik dari generasi ke generasi yang meninggalkan kewajiban masing-masing generasi dalam hal pembinaan moral. Mulai dari individu masyarakat, lingkungan hingga pemerintahan, semuanya mempunyai peran penting dan tanggung jawab.

Anak-anak kurang porsi dalam belajar agama, orang tua kurang porsi dalam membimbing anak, dan masyarakat kurang peduli terhadap sesama, sehingga kehidupannya semakin individualis.

Di masa kini anak-anak sudah semakin meninggalkan mushola, tempat pengajian dan masjid yang dahulu ketika menjelang magrib anak-anak datang ke tempat pengajian untuk mempelajari agama dan itu diperintahkan oleh orang tuanya.

Begitu juga setelah Magrib menjelang Isya anak-anak menghafalkan tata cara beribadah dan lainnya di bawah bimbingan seorang Ustadz.

Akankah hal ini bisa diulangi seperti dulu kita menjalani kehidupan itu ataukah semakin hilang tradisi yang sangat baik itu?

Tradisi dari puluhan tahun akan semakin tergerus dan musnah ditelan era milenium, kemajuan technologi berdampak positif bagi modernisasi dan berdampak negatif dengan berbagai akses yang terbuka luas bagi warga dunia, yang tidak mengenal usia, bahkan menjadi kecanduan dengan sebuah alat yang bernama handphone yang didalam berisikan akses informasi tanpa batas yang dirancang untuk berbagai aplikasi dari berbagai sendi kehidupan.

Tidak mengenal usia, dari anak anak balita, remaja, dewasa dan orang tua begitupun para manula tak lepas dari sebuah mesin genggam tangan yang di anggap sangat penting dari pada yang lainnya, bahkan bisa sampai dijadikan teman tidur lebih dari apapun, memang ajaib mesin tersebut menjadi kekasih setiap manusia di bumi ini.

Dengan mesin yang setiap hari digenggam ditangan mejadikan ketergantungan, jika memang didata 1 orang 1 Hp jika penduduk Bumi lebih dari 1 milyar maka mesin tangan itu bertaburan,ha.ha.ha, zaman semakin canggih manusia tidur dilayani mesin, makan di pesan oleh mesin, yang dikirim oleh mesin, apapun serba mesin.

Di Kabupaten Bekasi dari 3 juta penduduk yang ada, dan dari beragam suku, budaya sekarang ada di Bekasi.

Bekasi kaya akan potensi, sumber daya alamnya, industry nya dan lainnya.

Tapi juga banyak persoalannya, terlebih lagi yang menimpa para generasi muda, remaja remaja yang ekstrim dengan keberaniannya, tapi miris dilakukan oada hal- hal yang kriminal, dan dengan doktrin pergaulan yang terkontaminasi dengan narkoba, obat obat terlarang, yang kian gila menyebar dan bebas beredar di setiap pelosok, ketidakberdayaan dan ketidakpedulian masing masing pihak, sehingga terjadi perbuatan kriminal yang marak dilakukan para remaja usia belasan, pembegalan dengan kekerasan , dan juga sedang marak penculikan anak, yang akan dijadikan korban untuk di jual belikan organ tubuhnya.

Para remaja yang harusnya menjadi anak didik yang akan dipersiapkan untuk generasi kedepan, memimpin negeri ini, yang akan membawa negeri ini kedalam kemakmuran.

Miris jika generasi nya teracun oleh obat-obat terlarang, Narkoba, Miras, Pergaulan Sexs Bebas, dan genk-genk yang menjadi komunitasnya.

Tanpa kita sadari bahwa pembunuhan moral bagi anak bangsa generasi muda sedang dilakukan serentak bukan hanya di Bekasi tapi di seluruh negeri ini.

Ayo kita mulai dari masing-masing keluarga masing-masing lingkungan untuk menghidupkan kembali tempat-tempat pembelajaran agama bagi anak-anak.

Coletoh Ustad Kampung yang miris terhadap keadaan saat ini.

Salam dari Ustad kampung

Sumber. : Doktor. H.Encep ,S.Jaya

 

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less