Kasus Ijon Proyek,Ketum LSM Trinusa Diperiksa Jadi Saksi Sebut Ada Mafia Ijon,Dewa Ijon dan Dewa Pokir di Bekasi
- account_circle Suryo
- calendar_month 27 menit yang lalu
- print Cetak

Foto Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kasus Ijon Proyek,Ketum LSM Trinusa Diperiksa Jadi Saksi Sebut Ada Mafia Ijon,Dewa Ijon dan Dewa Pokir di Bekasi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka babak baru penyidikan kasus ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.
Langkah ini diambil pasca Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung menjatuhkan putusan terhadap tiga terdakwa, yakni Sarjan (kontraktor), Ade Kuswara Kunang (eks Bupati Bekasi), serta HM Kunang.Guna mengusut tuntas aliran dana dari Yayat Sudrajat pasca pemeriksaan penggeledahan oleh KPK penyidik KPK memanggil sejumlah saksi.
Saksi-saksi tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah, mantan calon Bupati Bekasi, anggota DPRD, beberapa Kepala Dinas, hingga ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Kesaksian Ketua Umum LSM Trinusa
Salah satu saksi yang hadir memenuhi undangan penyidik di Gedung Balai Bahasa No 11 Kota Bandung pada Jumat, 25 September 2026, adalah Ketua Umum LSM Triga Nusantara (LSM Trinusa), H. Rahmat Gunasin, yang akrab disapa H. Boksu.
Kepada media Temporatur.com, H. Boksu membenarkan bahwa kehadirannya di persidangan adalah untuk memberikan keterangan sebagai saksi.
“Alhamdulillah, saya dipanggil penyidik KPK untuk menerangkan salah satu sosok pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi, serta sejauh mana keterkaitan dan pengenalan saya dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pusaran kasus ijon dan pokir (pokok pikiran) Dewan,” ujar H. Boksu.
Ia menambahkan, materi pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik KPK berfokus pada aliran serta pusaran kasus ijon proyek dan dana Pokir Dewan yang melibatkan jajaran Kepala Dinas serta anggota legislatif.
Soroti Keberadaan “Dewa Ijon” di Bekasi
Dalam kesempatan tersebut, H. Boksu mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai adanya istilah mafia anggaran di Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan jalannya pemeriksaan, pihak penyidik mengindikasikan adanya aktor-aktor kuat yang menguasai proyek daerah,tutur H.Boksu.
Mafia Anggaran
Penyidik menyebut adanya fenomena “Mafia Ijon” dan “Dewa Ijon” di Kabupaten Bekasi.
Pengondisian Proyek
Oknum-oknum tersebut diduga kuat mengendalikan proyek-proyek di berbagai dinas serta program Pokir Dewan.
Menutup keterangannya, Ketua Umum LSM Trinusa ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari seluruh elemen masyarakat untuk membersihkan Kabupaten Bekasi dari praktik rasuah.
“Maka dari itu, Bekasi harus dijaga dan dirawat bersama, karena nyata adanya ancaman dari Mafia Ijon, Dewa Ijon, hingga Dewa Pokir Dewan ini,” pungkasnya.
(SS/Sugianto)
- Penulis: Suryo
- Editor: Redaksi
- Sumber: https://temporatur.com/



Saat ini belum ada komentar